A Hopeless Girl In Bangkok: Part 14

2029 Words

Ibunya terdengar yakin untuk bercerai. Meski harus mengorbankan waktu sekian puluh tahun bersama. Sebaliknya, Mia justru bertambah cemas. Ia tak begitu yakin dengan keputusan ini. Karena ia sangat mengenal ibunya yang seringkali terkelabui itu. Bukannya ibunya lemah atau tak punya pendirian. Justru karena hati ibunya sangat lembut. Memberontak sekian minggu sejak lelaki itu terua merongrong duit dan ibunya tak memberikan sepeser pun, Mia sudah takjub. Karena ibunya tak bisa melakukan itu sedari dulu. Alasannya selalu satu. Apa? "Kasihan Bapakmu, Mia." Tapi sialnya, lelaki tua itu tidak kasihan sama sekali. Bahkan pada dirinya sendiri pun. Apa enaknya hidup dengan terus berhutang untuk sesuatu yang tidak penting? Kalau salah satu anggota keluarga mereka sakit dan mereka tak punya uang, be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD