5

945 Words
Karena Annie, Demi Annie, Untuk Annie, seorang Rey Alexander keluar dari zona nyamannya, mencoba peruntungan dalam dunia bisnis online. Jadwal tidurnya hanya lima jam sehari untuk mempromosikan produk. Ia memutar otak meningkatkan penjualan hingga rambutnya rontok dan kepalanya berasap. Gajinya yang lumayan ia persembahkan untuk Annie, layaknya pacar-pacar lainnya, semua keluar dari kantongnya, nonton, makan, jalan-jalan, ia tidak merasa keberatan uang yang ia hasilkan habis demi membahagiakan satu wanita. Ia berinvestasi besar dalam hubungan mereka, secara fisik, non-fisik, finansial dan non-finansial, karena ia berharap akan bersama Annie selamanya. Tapi hanya angan-angannya saja. Hanya mimpi dan harapan miliknya sendirian. Setelah satu tahun hubungan mereka, Rey Alexander menyadari Annie bukan jodohnya. Bahkan Annie mulai blak-blakan berbicara tentang seorang senior lelakinya di sekolah kodokteran tempat ia belajar. "Ini, senior aku yang baru mendapatkan beasiswa kelas satu..." kata mega menunjukkan fotonya bersama seorang lelaki berkacamata yang tinggi dan juga tampan. Lelaki itu nampak lebih cantik dari wanita. "Kampus kami akan mengirim S ke luar negeri selama tiga bulan untuk....irinya" "Aku berharap bisa seperti S... " Awalnya hanya beberapa patah kata, tapi semakin lama, percakapan mereka kadang-kadang hanya berputar-putar disekitar S. Ada kekaguman dalam suara Annie setiap kali ia berbicara tentang S. Jauh di lubuk hatinya, Rey Alexander cemburu dan ingin marah, tapi ia sadar diri. Ia tidak pantas untuk Annie dikeadaan sekarang, miskin, kurang perhatian, pemalas, tanpa gelar, tanpa keluarga besar dibelakangnya, miskin, miskin, dan miskin. Moment perpisahaannya dengan Annie merupakan momen yang tidak bakal pernah dilupakan Rey Alexander dalam hidupnya. Tidak akan pernah lupa. Kampus Annie sedang menyelengarakan acara khusus dikala itu hingga larut malam. Sebagai kekasihnya, Rey Alexander khawatir akan keselamatan Annie. Seorang gadis yang akan pulang larut malam. Demi Annie, Rey Alexander bersedia menunggu dilantai bawah gedung, menunggu berjam-jam lamanya, bertarung dengan dingin, bosan dan gigitan nyamuk musim panas yang gigitannya menimbulkan gatal yang tak tertahankan. Tapi, kenyataan menghantam Rey Alexander dengan kejam, Annie tidak mau ditunggu. "Kenapa?" tanya Rey Alexander bingung. "Karena hubungan kita tidak mungkin" jawab Annie dengan kejam. "Kenapa?" Tanya Rey Alexander lagi, seakan belum mendengar ucapan Annie sebelumnya. Ia benar-benar tidak percaya dan tidak ingin percaya. "Rey, kamu tidak punya prospek sukses. Keluargaku tidak setuju bersama seseorang yang tidak punya masa depan" Hancur!!! Berantakan!!! Gelap, semuanya terasa gelap. Satu-satunya orang yang percaya bahwa ia akan berhasil dimasa depan menikamnya dengan kejam. Satu-satunya wanita yang ia yakini akan menemaninya sampai akhir, mendorongnya dari ketinggian untuk hancur berkeping-keping. Ia berdiam diri, terpaku di tanah. Pertama kali dalam hidupnya, Rey Alexander menitikkan air mata. Dipukili, dihina, diludahi, menahan lapar bahkan melewati hari-hari sulit dalam hidupnya, ia tidak merasa sesakit ini. Hanya karena ucapan seorang wanita ia merasa hancur dalam sekejap mata. Dan dihari yang sama Rey Alexander tahu Annie telah pergi bersama S. Rey Alexander yang telah berjuang sekuat tenaga, memutar otak, berusaha keras kalah karena "Kamu tidak punya prospek masa depan" Seorang tuan muda yang sombong dan keras kepala, harga dirinya terasa terinjak-injak. Tidak pernah sekalipun dalam hidupnya ia merasa terhina sedemikaan rupa. Tak sekalipun jiwanya merasa terlecehkan sedemikian kejam. Dan disitulah titik awal keinginan balas dendam seorang Rey Alexander muncul. Remaja yang naif terpaksa dewasa dalam semalam. - Dendam dan patah hati adalah motivasi terbaik. Tidak mengeluh, tidak marah, tidak penuh omong kosong tentang balas dendam tapi masih malas tidur-tiduran, dan sedikit demi sedikit keluar dari zona nyaman bahkan masuk zona berbahaya. Dimasa patah hati yang sangat dalam, Rey Alexander bertemu Megan, pirang lainnya, tinggi kurus dan kekanak-kanakan. Megan bukan gadis kaya layaknya Annie. Juga bukan mahasiswa kodekteran. Bukan juga seseorang yang mempertanyakan prospek masa depannya. Rey Alexander awalnya hanya ingin bermain-main dengan Megan. Dia telah mengunci hatinya rapat-rapat agar tidak tersakiti dengan munculnya Annie yang lain, yang akan memberikan ilusi kasing sayang lalu meninggalkannya dengan kejam. Tapi seiring berjalannya waktu, Rey Alexander menyadari kasih sayang Megan untuknya seseuatu yang tulus, meski ia mencoba menyangkalnya. Terhadap Megan, mungkin Rey Alexander juga pihak yang sering menyakitinya, tapi Megan selalu memaafkan semua kelakuan bajingan Rey Alexander diusia awal dua puluhnya. Maaf itu menjadi motivasi Rey Alexander membayarkan uang kuliah Megan, agar Megan sukses. Balas dendamnya mungkin telah bertranformasi menjadi tanggung jawab. Demi Megan, karena Megan, untuk Megan, alokasi tidur Rey Alexander menurun dari lima jam menjadi dua sampai tiga jam. Adakalanya ia tidak tidur, demi membahagikan Megan dalam segi materi, agar sekali lagi tidak ada Annie lain yang muncul. Rey Alexander benar-benar berdedikasi bekerja keras, bekerja bagai robot tanpa mengeluh dan mulai mengepakkan sayap kesegala arah. Segala peluang yang mungkin ia coba. Ketika ambisinya yang semakin besar, merasa tidak cukup dengan penghasilnya sekarang, Rey Alexander bahkan menebalkan muka, membuang harga diri dan rasa malunya untuk bergabung di perusahaan keluarganya. Perusahaan tas mewah terkenal ratusan tahun 'Alexander' Setiap hari Rey Alexander berharap punya delapan tangan dan empat kaki, sambil bekerja ia juga menempuh pendidikan formal yang telah tertingal, juga meluangkan waktunya untuk membeli hadiah dan menemani Megan. Rey Alexanderbenar-benar Royal untuk Megan, berbagai hadiah mahal dan mewah ia belikan karena ia yakin Megan akan menjadi istrinya dimasa depan. "Suatu hari kita akan menikah dengannya digedung mewah penuh kembang api. Lalu kita bisa berbulan madu keluar negeri. Bali atau maladewa?" Sedikit demi sedikit hatinya yang terkunci bocor. Tapi, pada akhirnya Rey Alexander masih menjadi pihak yang kalah. Kalah dalam perjuangan dan usaha kerasnya. Kalah telak oleh seorang lelaki yang bertanya "Sudah makan?" Setelah semua perjuangan dan kerja kerasnya, Megan hanya butuh perhatian bukan uang dan segala macam hadian bermerk yang ia kirimkan. Rasanya benar-benar ingin mati. Ingin bunuh diri. Dulu ia ditingalkan karena tidak memiliki prospek masa depan. Sekarang ditinggalkan karena tidak mengingatkan ia makan. Dan disanalah muncul Si Playboy Brengsek Rey Alexander yang hanya mengunakan wanita sebagai mainan. Yang akan menatap setiap wanita dengan tatapan meremehkan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD