12

1740 Words

Sejenak kemudian, Arlyn yang benar-benar kelelahan, terlelap dalam tidurnya. Reymond mendengus kesal, sejak kedatangan Justine Arlyn menjadi semakin berani padanya. Reymond memutuskan ke lantai bawah. Ingin berbicara empat mata dengan sepupunya itu. Ia menuruni tangga dengan hati-hati sembari menepis rasa kantuk yang mulai menerpanya. Sampai di ujung tangga, Reymond melangkah ke ruang tengah, tempat favorit bagi Justine bermalas-malasan. “Aku ingin bicara serius denganmu Justine!” ucap Reymond ia duduk di kursi dan menatap tajam ke arah pria yang selalu mengganggu hidupnya itu. “Katakan apa yang mengganggu pikiranmu Reymond!” balas Justine tidak takut sama sekali. “Lebih baik, kau tidak usah mencampuri urusanku, terlebih dekat-dekat dengan Arlyn, atau aku akan mengembalikanmu ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD