"Sudah ada kabar?" tanya Ervan dengan ke sepuluh jarinya masih asik berkutat pada tombol timbul pada laptotpnya. Sang asisten menggeleng dengan tegas. "Belum, Tuan Muda. Saya dan yang lainnya belum mendapatkan informasi apapun," jawabnya. Meski tampak serius, sang tuan sempat memberikan ekspresi kecewa di sana. Dengan cara apa lagi dia mencari keberadaan sang kekasih? Dan lebih bodoh lagi dengan kenyataan bahwa, kekuasaan maupun kekuatan yang dia miliki sama sekali tidak berguna di saat seperti ini. Memalukan! "Apa jadwal saya setelah ini?" Ervan kembali bertanya dengan pertanyaan lain yang tak langsung dijawab oleh si asisten. Pria muda yang juga menjabat sebagai sahabatnya itu menatap dalam pada Ervan yang sibuk dengan laptop dan berkas di hadapannya. Memilih menghela nafas pasrah

