Lelah

1763 Words

Penuturan itu jelas membuat Ervan kembali mengepalkan tangan. Apa maksudnya itu? Jadi, selama dia memberikan perlakuan tulus pada gadis itu, hanya sebuah rencana yang mereka buat? Dan kedekatan mereka, itu sebuah skenario begitu? Wah! Apa-apaa. Ini? Jadi, dirinya dijebak dan terjebak? "Kamu tenang dulu," ucap Dokter Reza yang menyadari perubahan raut wajah Ervan. Dia melanjutkan, "Dengerin saya dulu. Jangan sampai, kamu dengarnya setengah-setengah dan udah ambil kesimpulan aja. Hubungan kamu sama Reva yang ada makin rusak nantinya." Ervan memang sedang emosi, dan hatinya sedang sedikit merasa kecewa. Tapi dia bukan pria bodoh yang berpikir sempit seperti itu. Dia adalah orang yang berpegang teguh pada, semuanya pasti ada alasan dan penjelasannya. Melihat Ervan yang hanya diam seolah kem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD