ALBERT POV
Aku sangat senang karena usahaku bersama Wendy berjalan lancar dan kali ini kami berencana ingin membuka cabang.
Entah kenapa aku merasa akhir - akhir ini Wendy berubah dan ia seperti tidak ingin jauh dariku. Aku merasa tidak enak terhadap Richard karena istrinya selalu bersamaku tetapi Richard seperti tidak perduli.
Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan rumah tangga Wendy tetapi sepertinya mereka sedang tidak akur. Suatu hari aku pergi ke rumah Wendy dan saat tiba disana, aku mendengar mereka bertengkar hebat dan Richard keluar dari rumah sambil membawa koper besar.
" Kau memang laki - laki tidak tau diri! Pergi saja ke rumah selingkuhan mu dan tidak usah kembali lagi ke sini!" Kata Wendy sambil berteriak kepada Richard.
" Dengan senang hati aku tidak akan kembali kesini! Aku sudah muak dengan mu!" Kata Richard sambil berteriak kencang.
Tidak lama Richard pergi dari rumah dan saat itu aku datang menghampiri Wendy yang menangis di depan pintu rumah. Ia sangat terkejut melihat kedatangan ku dan aku berusaha menenangkan nya.
Kali ini ia terlihat sangat sedih dan aku berusaha menghubungi nya agar ia berhenti menangis. Aku tau ini tidak mudah baginya dan aku pernah berada di posisinya.
Waktu itu Wendy menyuruhku untuk pulang saja karena ia ingin menenangkan diri dan akhirnya aku pulang dan berharap ia bisa melupakan kesedihannya.
***
Hari ini aku memutuskan untuk berjualan seperti biasa dan kali ini banyak pelanggan yang berdatangan. Aku sangat bersyukur karena semua orang suka berbelanja di tempatku.
Tidak terasa hari sudah menjelang siang dan saatnya aku menutup tokoku. Tiba - tiba Irene datang ke toko dan ia mengajakku untuk makan siang.
Entah kenapa saat itu aku merasa Irene semakin kurus dan seperti menanggung banyak beban. Lalu aku mengikuti ajakannya untuk makan siang di sebuah kafe yang letaknya tidak jauh dari tokoku.
" Aku kesini ingin meminta bantuan mu agar Adelle mau memaafkan kesalahanku." Kata Irene sambil meminta bantuan ku.
" Aku akan berusaha membujuk Adelle untuk memaafkan mu." Kataku sambil berusaha menenangkan nya karena ia terlihat sangat sedih memikirkan hubungan nya dengan Adelle.
Aku bisa melihat penyesalan di mata Irene dan sepertinya ia sudah berubah. Tiba - tiba Irene jatuh pingsan dan saat itu aku langsung membawanya ke rumah sakit.
Sejujurnya aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan Irene tetapi sepertinya kesehatan nya menurun drastis.
Saat tiba di rumah sakit, dokter memberitahu ku jika Irene mengalami stress berat sehingga kesehatan nya menurun dan ia di suruh beristirahat.
" Ada dimana aku?" Tanya Irene padaku.
" Kau sekarang berada di rumah sakit dan dokter menyuruhmu untuk beristirahat di rumah." Kataku sambil memberitahu nya.
Tidak beberapa lama aku mengantar Irene pulang ke rumah nya dan ia berterima kasih padaku karena sudah mengantarnya.
Setelah mengantar Irene pulang ke rumah, aku memutuskan untuk pulang ke rumah dan saat tiba di rumah, aku melihat Adelle yang baru saja pulang ke rumah dan aku menceritakan tentang Irene padanya.
Saat itu Adelle terlihat acuh dan ia seperti tidak mau tau tentang Irene. Aku berusaha membujuknya untuk memaafkan kesalahan Irene tetapi ia tidak mau karena ia sangat sakit hati terhadap Irene.
***
Sejujurnya aku tidak ingin Adelle menaruh kebencian terhadap Irene karena bagaimanapun juga Irene adalah ibu kandung nya dan aku tidak pernah mengajarkan Adelle untuk membenci wanita yang sudah melahirkan nya.
Aku melihat Adelle yang mengemasi barang - barangnya dan aku bertanya padanya kemana ia ingin pergi tetapi ia tidak menjawab pertanyaan ku dan memilih untuk pergi dari rumah.
Saat itu aku berusaha mencegah kepergian nya sambil berusaha meminta maaf padanya dan ia menangis sambil mengungkapkan kesedihan nya saat Irene pergi meninggalkan kami.
" Ayah jangan pernah membujukku untuk memaafkan ibu karena sampai kapanpun aku tidak akan memaafkan ibu!" Kata Adelle sambil menghapus air matanya.
" Ayah menghormati keputusan mu dan tidak akan memaksamu lagi asalkan kau jangan pergi dari sini." Kataku sambil membujuknya untuk tidak pergi dari rumah.
Aku memeluk Adelle sangat erat sambil meminta maaf padanya. Lalu aku mengajaknya pergi ke sebuah taman. Adelle terlihat sangat senang karena ia ingat saat masih kecil, aku suka mengajaknya bermain disini.
Saat itu Adelle memegang tangan ku sambil meminta maaf padaku atas perkataan nya. Aku tau Adelle tidak akan tega meninggalkan ku karena ia tau aku sangat menyayanginya.
Tiba - tiba aku tidak sengaja bertemu dengan Amanda dan ia terlihat gugup saat bertemu denganku. Adelle terlihat sangat senang bertemu dengan Amanda dan mereka berbincang cukup lama hingga Amanda berpamitan kepada kami.
" Sepertinya Tante Amanda masih menyayangi ayah." Kata Adelle sambil menatapku.
Saat itu aku terdiam dan tidak merespon perkataannya. Lalu aku mengajaknya untuk pulang ke rumah karena hari sudah mulai malam.
***
Entah kenapa malam ini aku tidak bisa tidur karena aku tidak bisa berhenti memikirkan Amanda. Sejujurnya sampai saat ini aku masih mencintai nya meskipun kami tidak bisa bersama.
Aku berharap Tuhan memberikan yang terbaik untuk kami meskipun kami tidak bisa bersatu. Aku tau Amanda seorang wanita yang baik dan ia akan mendapat pria yang lebih baik dariku.
Sudah lima bulan kami tidak berkomunikasi dan rasanya aku sangat ingin mengajak nya bertemu. Selama ini aku berusaha menahan diri untuk tidak berkomunikasi dengan nya karena aku tidak ingin mengganggu kehidupan nya.
Lalu aku mencoba mengirim pesan kepada Amanda dan ternyata ia langsung membalas pesanku. Aku sangat senang karena ia bersikap seolah - olah tidak terjadi apa-apa dan besok ia ingin mengajakku bertemu sehingga aku memutuskan untuk tidur lebih awal.
***
Keesokan harinya aku terbangun dengan hati yang bahagia karena hari ini aku akan bertemu dengan Amanda. Aku sengaja memilih pakaian terbaik ku untuk bertemu dengan nya.
Setelah itu aku pergi menemui Amanda di kantornya dan ternyata ia tidak sendiri. Ada seorang pria yang bersamanya dan ternyata Amanda sebentar lagi akan menikah dengan pria itu dan ia memberiku undangan pernikahan nya.
Rasanya saat itu hatiku sangat terluka mengetahui hal itu tetapi aku tetap mendoakannya agar ia bahagia bersama pria pilihan nya.
" Selamat untuk kalian. Semoga pernikahan kalian harmonis." Kataku sambil mengucapkan selamat kepada mereka.
" Terima kasih atas ucapannya. Aku harap kau datang ke acara pernikahan ku." Kata Amanda sambil menggandeng pria di sebelah nya.
Tidak beberapa lama aku berpamitan kepada mereka karena aku tidak tahan melihat kemesraan yang di tunjukkan Amanda padaku.
Aku berharap pria itu bisa membahagiakan Amanda dan pernikahan mereka berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala.