BAB 33

1049 Words
THOMAS POV Aku tidak tau apa yang membuat Paula menghubungi ku tetapi sepertinya ia membutuhkan bantuan. Saat itu aku bertemu dengannya di apartemennya dan aku tidak menyangka akan bertemu dengan nya dengan kondisi nya yang menyedihkan. Ia bercerita jika tadi malam suaminya memukulnya karena Paula tau perselingkuhan suaminya dengan wanita lain dan hal itu membuat suaminya sangat marah. Aku melihat luka lebam di pipinya dan rasanya aku sangat ingin membalas perlakuan suami Paula yang sangat keterlaluan. " Tolong aku, Thomas. Aku sudah tidak tahan lagi hidup bersama pria itu! Aku sangat membenci perlakuan nya padaku!" Kata Paula sambil menangis dan aku berusaha menghapus air matanya. " Kau tenang saja. Aku akan membalas perlakuan nya padamu." Kataku sambil berusaha menenangkan nya. Saat itu aku memeluk Paula sambil berusaha menghiburnya. Aku tau hal ini tidak mudah untuknya apalagi menghadapi pria yang tidak bisa menghormati nya. Paula menunjukkan foto suaminya padaku dan saat itu aku sangat terkejut karena suaminya ternyata salah satu saingan bisnisku. Rasanya saat itu sangat mudah untuk ku menyingkirkan pria itu dari dunia ini karena aku tau betapa liciknya pria itu dalam berbisnis. Waktu itu Paula tidak ingin aku meninggalkannya sehingga aku terpaksa menemaninya dan memutuskan jadwal pertemuan ku dengan klienku. *** Tidak beberapa lama Paula tertidur di pangkuanku dan aku merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Tiba - tiba terdengar bunyi bel yang menandakan ada orang yang datang sehingga aku membukakan pintu. Saat itu aku melihat James yang terkejut melihat ku berada di apartemen ibunya. Lalu aku menceritakan apa yang terjadi kepada Paula dan James bercerita padaku jika rumah tangga orang tuanya di ambang kehancuran semenjak ayahnya ketahuan berselingkuh dengan seorang janda beranak satu. " Ku akui sudah lama pernikahan orang tua ku tidak harmonis karena ayahku ketahuan berselingkuh dengan seorang janda yang dulunya mantan kekasih ayahku." Kata James sambil bercerita padaku. " Aku tidak akan membiarkan ayahmu semena - mena terhadap ibumu." Kataku sambil menatap foto suami Paula dengan rasa kebencian yang mendalam. Ternyata sudah lama Paula mengalami depresi berat akibat pernikahan nya yang hancur karena ada orang ketiga. Aku bisa membayangkan betapa hancur nya kehidupan Paula sehingga ia memilih menjadi pecandu alkohol hingga ia kehilangan arah. James selama ini yang menjadi penyemangat Paula untuk bangkit dari keterpurukan. Aku tidak heran jika kemarin Paula pergi ke rumah sakit untuk konsultasi ke psikiater. *** Entah kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkan Paula setelah James bercerita padaku. Aku merasa Paula butuh seseorang untuk melindunginya. Aku memutuskan untuk memberi pembalasan kepada suami Paula yang bernama Roger dengan membawanya ke gudang kosong. Aku menyuruh anak buahku untuk menangkap Roger dan memberinya pelajaran agar ia tidak menyakiti Paula. " Aku ingin kau menangkap Roger Federer dan membawanya ke gudang sekarang juga!" Kataku sambil memberi perintah kepada anak buahku. " Baik bos, saya segera laksanakan." Kata Frank padaku dan ia langsung melaksanakan tugas. Rasanya aku tidak sabar ingin melihat pria itu sengsara karena telah menyakiti Paula dan kali ini aku bersumpah akan membuat nya menyesal dan meminta maaf kepada Paula. *** Beberapa jam kemudian, Frank menelfonku dan memberitahu jika Roger sudah di tangkap dan di bawa ke gudang. Lalu aku pergi kesana dan tidak beberapa lama aku tiba di sana. Saat itu aku melihat Roger yang berteriak untuk di lepaskan tetapi tidak ada orang yang peduli dengannya. Roger terlihat sangat terkejut saat melihat ku di depannya dan ia berteriak padaku untuk melepaskan nya. Lalu aku mencengkeram kerah bajunya dan mengancamnya akan menyingkirkan nya dari dunia ini jika ia masih berbuat jahat terhadap Paula. " Aku ingin kau melepaskan ku!" Teriak Roger di depan ku dan hal itu membuat ku semakin geram padanya. " Aku tidak akan melepaskan mu sebelum kau menandatangani surat cerai!" Kataku sambil menyerahkan surat cerai di depan wajahnya. Waktu itu ia terlihat seperti tidak punya pilihan selain menandatangani surat cerai itu dan akhirnya ia mau menandatangani surat cerai itu. Setelah itu aku menyuruh anak buahku untuk memberi pelajaran terhadap Roger karena aku belum puas sebelum melihat nya lemah tidak berdaya. Aku tidak suka dengan pria pengecut seperti nya yang bisanya melakukan kekerasan terhadap wanita yang tidak bersalah. *** Tidak beberapa lama Ben menghubungi ku dan ia bertanya dimana aku karena ada yang ingin ia katakan padaku. Akhirnya kami bertemu di rumah ku dan ternyata Ben memberi tahu kabar yang sangat penting untuk ku. Perusahaan yang ia tangani ternyata mengalami masalah dan aku harus membantu nya. Aku tidak menyangka perusahaan yang baru berjalan beberapa bulan mengalami kendala di bagian sistem dan mau tidak mau aku harus turun tangan untuk mengatasinya. " Maaf pa, Ben tidak tau harus berbuat apa untuk menangani masalah ini karena hanya papa yang tau solusinya." Kata Ben sambil meminta maaf padaku " Tidak apa - apa. Jika kau butuh bantuan, hubungi saja papa." Kataku sambil memberitahunya. Sejujurnya aku tau jika Ben tidak bisa memimpin tanpa bantuan dari diriku dan aku berharap semoga ia bisa bertahan memimpin di perusahaan. *** Keesokan harinya aku mendapat kabar jika anak buahku berhasil menyingkirkan Roger dan aku sangat senang mendengar hal itu. Aku yakin Paula akan sangat bersyukur mendengar hal ini sehingga ia tidak perlu mengalami kekerasan dari pria itu. Hari ini aku mengunjungi Paula di apartemen nya dan aku bercerita padanya jika Roger berhasil aku singkirkan dan ia sangat terkejut mendengar hal ini. " Kau tenang saja, mulai sekarang hidupmu aman karena tidak ada lagi yang akan mengganggumu." Kataku sambil memberitahunya. " Bagaimana bisa seperti itu?" Tanya Paula keheranan. Saat itu aku tidak memberitahu nya apa yang terjadi karena aku tidak ingin ia berpikiran jelek terhadap ku. Aku tau selama ini Paula sangat ketakutan karena hidupnya di bayangi oleh kejahatan yang di lakukan Roger. Meskipun aku bukan siapa - siapa nya, tetapi aku sangat senang membantunya karena aku tau ia sangat butuh bantuan. Tidak beberapa lama aku berpamitan padanya karena aku harus pergi ke kantor yang baru untuk memeriksa sistem perusahaan yang baru. *** Ben terlihat sangat bersyukur ketika melihat ku datang ke kantor dan aku yang mengurus permasalahan di kantor. Aku sudah puluhan tahun mengatasi masalah seperti ini dan kali ini aku berhasil. Aku tau Ben sangat tertolong dengan kedatangan ku karena ia masih awam dalam urusan kantor. Aku memakluminya dan tidak menyalahkannya karena semuanya butuh proses untuk belajar dan kali ini ia berhasil melaluinya. Aku berharap Ben bisa bertahan di perusahaan karena hanya ia yang bisa ku andalkan saat ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD