ALBERT POV
Sejujurnya aku sangat sakit hati melihat Amanda menikah dengan orang lain karena aku masih mencintai nya tetapi aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya.
Hari ini aku sengaja tidak datang ke acara pernikahan Amanda karena aku tidak ingin merasakan pedih di hati. Aku melihat Adelle yang sedang bersiap untuk magang dan setelah itu aku mengantarnya ke kantor.
Semakin hari Adelle terlihat semakin dewasa dan ia sangat mirip dengan Irene saat seusianya. Sejujurnya aku sangat ingin melihat Adelle segera memiliki kekasih dan menikah agar ada yang menjaganya.
Aku tidak tau sampai kapan bisa menjaganya tetapi aku sangat ingin ia mendapatkan pasangan yang bisa melindunginya.
" Adelle, ayah sangat ingin melihat mu memiliki kekasih agar kau segera menikah dan memiliki keturunan. Ayah harap kau segera mewujudkan keinginan ayah." Kataku sambil memberitahu nya.
" Doakan yang terbaik untuk Adelle." Kata Adelle sambil mencium tanganku ketika ia sudah tiba di kantor.
Setelah mengantar nya ke kantor, aku memutuskan untuk pergi ke toko dan berjualan seperti biasa. Hari ini banyak sekali pelanggan yang datang membeli sembako dan aku sangat senang karena pelanggan ku selalu datang ke tokoku.
Tiba - tiba Wendy datang ke toko dan mengajakku untuk makan siang bersama. Saat itu aku melihat ia sudah tidak sedih lagi dan sepertinya ia sudah melupakan masalah nya.
Aku melihat wajahnya sudah kembali ceria seperti dulu dan ia membahas tentang kelanjutan bisnis kami. Aku tau sedikit demi sedikit karakter Wendy dan sebenarnya ia seorang wanita yang baik.
" Maaf beberapa hari ini aku tidak fokus dengan bisnis yang kita kerjakan. Mulai hari ini aku berjanji padamu untuk mulai fokus terhadap bisnis kita." Kata Wendy kepadaku.
" Baiklah kalau begitu. Ayo kita lanjutkan bisnis yang sempat tertunda." Kataku sambil membahas lanjutan bisnis kami.
Pembahasan bisnis siang ini terasa sangat menarik dan kali ini aku bisa melihat semangat di wajah Wendy. Aku berharap ia terus seperti ini karena aku tidak ingin melihat kesedihan di wajah nya.
***
Adelle mengirimi pesan padaku jika ia pulang terlambat sehingga aku tidak perlu menjemputnya. Tiba - tiba Irene datang ke rumah dan ia membawakan makanan untuk ku.
Ia mengucapkan terima kasih padaku karena sudah menolongnya dan aku bersyukur melihat kondisi nya yang sudah membaik.
Tiba - tiba Irene mengungkapkan keinginan nya untuk kembali bersamaku tetapi aku tidak ingin karena aku tidak ingin kecewa seperti dulu.
" Albert, aku sangat ingin kita kembali seperti dulu." Kata Irene sambil menatap ku.
" Lebih baik kita berteman saja." Kataku tanpa menoleh ke arahnya.
Aku sengaja tidak ingin memberinya harapan palsu karena aku tidak ingin mengecewakan nya dan lebih baik kami berteman saja.
Irene terlihat sangat kecewa mendengar perkataan ku dan akhirnya ia memilih untuk pulang ke rumahnya.
Aku tau ia sekarang sudah berubah tetapi aku tidak memberinya kesempatan untuk kembali bersama karena aku tidak ingin terluka lagi oleh pengkhianatan.
***
Tidak beberapa lama Adelle tiba di rumah dan ia terlihat sangat kelelahan. Aku mengambilkan segelas air untuknya dan ia terlihat sangat kelelahan.
Lalu ia mengambil amplop di dalam tasnya dan ia memberikan amplop itu padaku. Ternyata berisi uang selama ia magang di kantor dan aku sangat terharu melihat pemberian nya.
Aku tidak pernah berharap ia memberiku uang karena selama ini aku merasa sudah cukup dengan penghasilan ku selama berdagang.
" Simpan saja uangmu untuk kau sehari - hari. Ayah masih ada uang untuk membiayai kehidupan kita sehari-hari." Kataku sambil menyerahkan amplop itu kepada Adelle.
" Ayolah ayah, terima uang itu. Aku ikhlas memberinya untuk ayah. Aku tau ayah lebih bijak daripada aku dalam urusan keuangan." Kata Adelle padaku tetapi aku menolak amplop itu dan pergi ke dalam kamar ku.
Aku tidak ingin membebani putriku karena aku tau ia berusaha magang sebaik mungkin supaya bisa di rekrut sebagai karyawan.
Aku tau sudah lama ia menginginkan bekerja di perusahaan itu karena sangat menjanjikan untuk masa depan nya.
Aku tau ia tidak akan lama lagi beranjak dewasa dan memiliki kehidupan sendiri sehingga aku berharap ia segera memiliki pasangan dan menikah.
***
Hari ini aku baru ingat jika Adelle berulang tahun dan aku ingin mempersiapkan kejutan untuknya. Aku pergi ke toko kue dan memilih kue ulang tahun untuknya.
Lalu aku memesan makanan kesukaannya dan aku berharap ia suka dengan kejutan yang aku berikan untuk nya.
Tepat jam tujuh malam, Adelle tiba di rumah dan aku memberikan kejutan ulang tahun untuknya dan ia terlihat sangat bahagia.
" Selamat ulang tahun anakku tersayang. Semoga kau panjang umur dan selalu sehat." Kataku sambil mengucapkan selamat kepada Adelle.
" Terima kasih ayah atas kejutannya. Adelle sangat bahagia." Kata Adelle sambil mengucapkan terima kasih padaku.
Saat itu Adelle meniup lilin ulang tahun dan ia mengucapkan doa semoga kami bisa terus bersama sampai aku tua.
Tiba - tiba ada seseorang yang mengetuk pintu dan ternyata yang datang adalah Irene sambil membawakan kue untuk Adelle.
Adelle terlihat sangat terkejut dengan kedatangan Irene dan ia terlihat tidak suka dan menyuruh Irene untuk pergi dari rumah.
" Untuk apa ibu datang kesini? Lebih baik ibu pergi dari sini! Aku sangat membenci ibu!" Teriak Adelle sambil berusaha mengusir Irene dari rumah.
" Adelle! Kau tidak boleh berkata seperti itu terhadap ibu kandungmu! Ia kesini hanya ingin merayakan ulang tahun mu karena ia sangat perduli padamu!" Kataku sambil berusaha menasehati nya.
Saat itu Irene meminta maaf kepada Adelle atas kesalahannya di masa lalu dan ia berjanji akan memperbaiki kesalahannya.
Tetapi Adelle terlanjur sakit hati terhadap Irene sehingga ia mengusir Irene dari rumah dan saat itu aku tidak bisa berbuat apapun.
Sebelum Irene pergi, aku meminta maaf padanya atas sikap Adelle yang kurang sopan dan Irene memaklumi hal itu karena ia tau kesalahan yang di buat nya tidak bisa di maafkan.
" Tolong maafkan perkataan Adelle." Kataku sambil berusaha menenangkan nya.
" Aku tau kesalahan yang ku perbuat sangatlah fatal dan tidak bisa di maafkan." Kata Irene sambil pergi dari rumah.
Aku tidak menyangka malam ini akan menjadi malam yang buruk untuk kami khususnya Adelle. Aku melihat nya yang menangis di sudut ruang dan aku memeluknya sangat erat.
Aku berusaha menenangkan Adelle agar ia berhenti menangis dan aku tidak suka melihat ia yang bersedih seperti ini.
Aku berharap suatu hari nanti Adelle bisa memaafkan kesalahan Irene sehingga hubungan antara ibu dan anak bisa terjalin komunikasi yang baik seperti dulu.
Aku tidak suka melihat Adelle yang membenci ibu kandungnya sendiri karena bagaimanapun juga Irene yang mengandung dan melahirkan Adelle di dunia ini.