BAB 35

1048 Words
THOMAS POV Aku sangat terkejut ketika Paula datang ke kantor dan ia mengajakku makan siang. Ternyata ia ingin mengucapkan terima kasih karena telah membantunya. Aku sangat senang melihat perubahan yang terjadi padanya dan ia terlihat sangat ceria. Rasanya aku sangat ingin memberitahu James jika ibunya sudah kembali ceria. Tiba - tiba Paula memegang tangan ku dan ia mengungkapkan perasaannya jika ia menyukaiku. Saat itu rasanya aku tidak percaya dengan apa yang ia katakan padaku karena aku menganggap ia seseorang yang perlu di bantu. " Maaf jika aku terlalu lancang mengungkapkan perasaanku padamu tetapi yang jelas aku sangat menyukai mu karena kebaikan mu padaku." Kata Paula sambil memegang tangan ku dengan erat. " Aku selama ini menganggap mu seperti saudara ku sendiri dan rasanya tidak mungkin jika hubungan kita lebih dari seorang teman." Kataku sambil memberitahu nya dan ia terlihat sangat kecewa mendengar hal itu. Lalu ia memutuskan untuk pergi dan aku merasa tidak enak padanya. Aku tau tidak mudah baginya di tolak seperti itu tetapi aku tidak ingin memberinya harapan palsu. *** Hari ini Ben mengajakku pergi ke rumah barunya yang baru saja ia beli. Aku sangat senang melihat nya memiliki rumah yang baru dari hasil kerja keras nya sendiri. Aku melihat rumah nya sangat sederhana tetapi semua perabotan tertata dengan rapi. Ia memperkerjakan seorang pembantu untuk membersihkan rumah nya. Kehidupan Ben berubah drastis setelah ia memimpin kantor yang baru dan kali ini ia sudah memiliki rumah dan mobil. " Papa sangat senang melihat kehidupan mu berubah menjadi lebih baik." Kataku sambil melihat dekorasi rumah nya. " Ini semua berkat papa dan Ben sangat berterima kasih atas jasa papa kepada Ben." Kata Ben sambil berterima kasih kepada ku. Tidak beberapa lama pembantu Ben menyediakan teh hangat untukku dan aku melihat nya sudah berusia enam puluhan dan ia tinggal sendiri tanpa sanak saudara. Tidak beberapa lama aku berpamitan pulang karena hari sudah mulai mendung. Tiba - tiba ponselku berbunyi dan Felix memberitahuku untuk menjemput nya di rumah sakit. Aku baru teringat jika Felix di perbolehkan pulang oleh dokter dan aku segera pergi menuju ke rumah sakit untuk menjemput nya. *** Saat tiba di rumah sakit, aku melihat Felix yang bersiap siap untuk pulang ke rumah. Aku melihat kondisinya membaik dan ia terlihat tidak sabar ingin segera pulang ke rumah. Sejujurnya aku sangat senang melihat kondisi Felix membaik dan ia sangat merindukan untuk berkumpul bersama teman - teman kuliah nya. Saat kami hendak pulang, tiba - tiba wanita yang pernah menjenguk Felix datang menghampiri kami dan ia sangat terkejut melihat Felix yang hendak pulang ke rumah. " Kau ternyata sudah membaik. Aku sangat senang mendengarnya." Kata wanita itu kepada Felix. " Menjauh dariku karena aku tidak ingin melihat mu di depan ku!" Kata Felix sambil membentak wanita itu di depannya. Wanita itu terlihat sedih dan aku memberitahu nya untuk memaafkan perkataan Felix. Lalu aku memberi kartu namaku padanya jika suatu hari ia butuh bantuan ku. *** Sepanjang jalan Felix hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata pun dan saat itu aku bertanya tentang wanita yang datang menjenguk nya tetapi ia terlihat tidak suka dan berusaha mengalihkan pembicaraan. Waktu itu aku tidak terpengaruh olehnya dan aku berusaha mengorek informasi dari Felix sampai akhirnya ia memberitahu ku jika wanita itu adalah teman kuliah nya yang selalu mengejarnya tetapi Felix tidak memiliki perasaan terhadap nya. Lalu aku memberitahu nya jika wanita itu terlihat baik tetapi Felix tidak menghiraukan nya. Tidak beberapa lama kami tiba di rumah dan Felix memutuskan untuk beristirahat di kamar nya. " Tolong jangan bahas wanita itu karena Felix tidak ingin membahasnya." Kata Felix sambil masuk ke dalam kamar nya. Aku berpikir untuk tidak ikut campur urusan Felix karena aku menganggap ia sudah dewasa dan bisa mengurus dirinya sendiri. *** Aku sangat terkejut ketika James mengajak ku untuk bertemu malam ini karena aku tau ia ingin membahas tentang ibunya. Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada Paula tetapi yang jelas aku tidak ingin terlibat dengan kehidupan Paula. Aku beralasan banyak acara sehingga tidak bisa menemuinya dan setelah itu aku berusaha mengalihkan perhatian ku dengan membaca buku. Tiba - tiba aku mendengar suara Sharon dan aku berusaha untuk tidak menghiraukannya. Lalu ia masuk ke dalam ruang kerjaku dan saat itu ia mengungkapkan perasaannya padaku tetapi aku tidak menghiraukan nya. " Thomas, selama ini aku mencintaimu dan kau tau betapa aku sangat mengharapkan menjadi pasangan hidupmu. Tolong beri aku kesempatan untuk membuktikan cintaku padamu." Kata Sharon sambil berkata di depan ku. " Sebaiknya kau pergi saja dari sini karena aku tidak ada waktu untuk mu!" Kataku sambil mendorong tubuhnya keluar dari ruang kerjaku. Lalu aku mengunci kamarku dan tidak menghiraukan ia yang berteriak memanggil ku. Sampai kapanpun aku tidak akan membuka hatiku untuk siapapun. *** Keesokan harinya aku terbangun dan mendengar Felix menyalakan mobil. Lalu aku turun ke bawah dan melihat Felix yang membawa koper. Lalu aku bertanya padanya kemana ia mau pergi tetapi ia tidak menjawab ku dan pergi begitu saja dari rumah. Sejujurnya aku sangat kesal padanya karena tidak ijin padaku dan aku membiarkannya pergi karena aku tau ia tidak bisa hidup tanpa ku setelah Diana tiada. Tidak beberapa lama Ben menghubungi ku dan memberitahu jika aku hari ini ikut rapat bersama para pemegang saham dan aku langsung datang ke kantor untuk menghadiri rapat dengan pemegang saham. " Syukurlah papa bisa datang. Semua orang sudah menunggu kedatangan papa." Kata Ben sambil memberitahu ku. " Ayo kita mulai rapatnya sekarang." Kataku sambil berjalan ke ruang rapat. Lalu kami memulai rapat dengan pemegang saham dan semuanya berjalan dengan lancar. Setelah selesai rapat, aku pergi menuju ke ruangan ku dan saat itu aku sangat terkejut melihat James yang datang ke kantor dan sepertinya ada hal penting yang ingin ia bahas tentang Paula. Saat itu mau tidak mau aku mengajaknya ke ruang kerja ku dan James memberitahu ku jika Paula jatuh sakit karena aku menolak cintanya dan sekarang Paula berada di rumah sakit karena ia mencoba menyakiti dirinya sendiri. Ia memintaku untuk menjenguk Paula di rumah sakit untuk yang terakhir kalinya dan James tidak akan menggangguku lagi. Mendengar hal itu membuat ku memutuskan untuk datang menjenguk Paula di rumah sakit dan aku berharap kali ini untuk terakhir kalinya aku bertemu dengan Paula. Saat aku tiba di rumah sakit, aku melihat kondisi Paula sangat memprihatinkan dan aku tidak menyangka jika kondisi nya akan seperti ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD