THOMAS POV
Aku sangat terkejut ketika Ben menyerahkan surat pengunduran diri dan ia beralasan jika ia akan mengurus usaha ayahnya.
Saat itu aku tidak mengabulkan permintaan nya dan aku bersikeras menahannya untuk tetap bekerja di perusahaan ku.
Ben memohon padaku untuk mengijinkannya berhenti bekerja dan saat itu aku memberitahu nya jika aku adalah ayah kandungnya.
Saat itu Ben tampak tidak percaya dengan perkataan ku dan ia langsung pergi begitu saja dari kantorku. Aku berusaha mengejar nya sampai aku berhasil menangkap tangan nya.
" Aku tidak berbohong. Aku adalah ayah kandung mu dan aku bisa menjelaskan semuanya. Aku harap kau jangan berhenti bekerja" Kataku sambil memohon padanya.
" Saya tidak percaya dengan anda!" Kata Ben sambil melepas tangannya dari genggaman tangan ku.
Saat itu aku mengajaknya ke tempat sepi dan aku menceritakan semuanya padanya. Aku melihat tatapan Ben yang sangat tajam padaku setelah ia tau alasanku membuangnya dan ia terlihat sangat membenciku.
Waktu itu ia berkata tidak menginginkan ku sebagai ayahnya karena aku tidak pantas di sebut ayah olehnya. Saat itu ia pergi meninggalkan ku dan aku hanya bisa diam di tempat tanpa mengejar nya.
Aku pasrah jika kali ini ia jauh dariku karena semua ini kesalahan ku yang telah membuangnya sejak ia masih bayi.
***
Saat aku kembali ke ruang kerja, semua orang menatap ke arah ku dan aku tidak memperdulikan mereka. Rasanya hari ini sangat kacau bagiku karena apa yang aku simpan akhirnya terungkap dan kali ini aku kehilangan seseorang yang sangat berharga bagiku.
Aku melihat foto Claire yang aku simpan di dalam laci mejaku dan saat itu aku teringat ketika ia sedang mengandung Ben.
Ia sangat ingin Ben suatu hari memimpin perusahaan ku karena ia yakin Ben menjadi seorang pemimpin yang baik seperti ku.
Aku merasa bersalah terhadap Claire karena tidak bisa mewujudkan keinginannya dan kali ini aku kehilangan Ben untuk yang kedua kalinya.
***
Tidak terasa waktu menunjukkan pukul empat sore dan aku memilih untuk pulang ke rumah. Di tengah perjalanan, Diana menghubungi ku dan menyuruh ku untuk cepat pulang karena ia ingin memberiku kejutan.
Saat itu aku memberitahu nya jika aku dalam perjalanan pulang dan tidak beberapa lama aku sampai di rumah. Aku melihat rumah sangat sepi dan saat aku membuka pintu, semua orang memberi ucapan selamat ulang tahun padaku.
Aku baru ingat hari ini adalah ulang tahun ku dan di hari yang sama aku kehilangan Ben. Saat itu aku berpura - pura bahagia di depan semua orang karena aku tidak ingin menunjukkan kesedihan di depan umum.
" Selamat ulang tahun sayang. Semoga panjang umur." Kata Diana sambil mencium kedua pipiku.
" Terima kasih atas kejutannya. Aku sangat bangga dengan semua ini." Kataku sambil mengucapkan terima kasih padanya.
Diana menyuruh ku untuk meniup lilin kue ulang tahun. Lalu kami berdoa bersama dan aku memotong kue secara perlahan.
Lalu membagikan kue pertama untuk Diana dan ia terlihat sangat bahagia. Setelah itu aku memberi kue kepada Felix dan yang lainnya.
Setelah selesai makan kue, Diana menyuruh tamu untuk menikmati hidangan yang ada di atas meja dan semua orang makan bersama.
Rasanya saat itu aku tidak nafsu makan dan lebih memilih bersama Diana. Waktu itu Diana menyuruhku untuk makan tetapi aku menolak sehingga aku menunggu tamu undangan pulang satu persatu.
" Ada apa denganmu? Apa kau sakit?" Tanya Diana sambil memandangku.
" Aku hanya kelelahan dan butuh istirahat." Kataku sambil merapikan rambutnya.
Akhirnya Diana menyuruhku untuk beristirahat di kamar dan aku berusaha memejamkan mata tetapi aku tidak bisa tidur.
Aku tidak bisa berhenti memikirkan Ben dan saat itu aku mengambil ponsel ku dan mengirim pesan kepada Ben yang isinya aku meminta maaf padanya dan memohon padanya untuk tidak berhenti bekerja.
Aku berharap ia memaafkan kesalahan ku karena aku sangat menyesali kesalahan ku. Aku menunggu ia membalas pesanku sampai akhirnya aku tertidur.
***
Keesokan harinya aku terbangun dan langsung melihat ponsel. Aku sangat kecewa karena pesanku tidak di hiraukan oleh Ben dan aku tidak tau harus berbuat apa supaya Ben mau memaafkan ku dan aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan semoga Ben mau memaafkan kesalahan ku di masa lalu.
Tidak beberapa lama Diana membawakan sarapan untukku dan ia menyuruh ku untuk menghabiskan makanan karena ia khusus memasak makanan spesial untuk ku.
Aku menikmati makanan buatan nya dan rasanya sangat enak. Aku memuji masakannya dan ia sangat senang mendengar nya.
" Masakan mu sangat lezat. Terima kasih sayang." Kataku sambil mencium pipinya.
" Syukurlah kalau kau suka. Lain kali aku akan memasak makanan yang kau suka." Kata Diana sambil tersenyum padaku.
Tiba - tiba Felix masuk ke dalam kamar dan ia ijin untuk pergi lebih awal karena ia sudah di jemput oleh teman sekelasnya.
Setelah ia pergi, aku bangkit dari tempat tidur dan saat aku berjalan ke teras rumah, aku sangat terkejut melihat kedatangan Albert bersama istrinya.
Aku merasa mereka ingin membahas tentang Ben dan saat itu aku mengajak mereka ke ruang kerjaku agar Diana tidak mendengar percakapan kami.
" Ada apa kalian kesini?" Tanyaku sambil menatap mereka dengan tatapan tajam.
" Kami ingin kau tidak usah muncul di hidup Ben karena ia sangat membencimu!" Kata Albert dengan nada tinggi.
Saat itu aku berusaha mengontrol emosi agar tidak terjadi keributan di rumahku. Aku tidak ingin Diana tau tentang Ben sehingga aku melawan Ben dengan kata - kata sopan tanpa nada tinggi.
Tidak beberapa lama mereka pergi dan rasanya aku tidak suka melihat mereka datang ke rumah ku karena aku menganggap mereka sebagai pengganggu.
Saat itu Diana bertanya tentang kedatangan mereka dan aku tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi karena aku tidak ingin ia tau tentang Ben.
***
Hari ini aku memilih untuk pergi ke kantor karena banyak pekerjaan yang harus ku urus. Saat aku tiba di kantor, Rendy memberitahu ku jika Ben memutuskan untuk tidak berhenti bekerja.
Rasanya aku sangat senang mendengar hal itu dan kemungkinan besok ia sudah kembali bekerja di kantor. Aku sangat bersyukur karena Tuhan mengabulkan doaku dan aku berharap bisa memperbaiki hubungan ku dengan Ben.
Aku melihat Rendy sosok teman yang sangat baik untuk Ben dan ia sering menjadi tempat keluh kesah untuk Ben. Sepertinya ia sudah tau hubungan ku dengan Ben.
Meskipun begitu aku tidak mempermasalahkan hal itu yang terpenting Ben kembali bekerja di perusahaan ku.
Aku akan berusaha memperbaiki semuanya dari awal hingga Ben tulus memaafkan kesalahan ku di masa lalu. Aku sangat berharap Ben menyayangiku seperti ia menyayangi orang tua angkatnya.