BAB 25

1048 Words
THOMAS POV Akhirnya aku datang ke gudang dan aku melihat Renzo yang sudah terikat di kursi. Ia berteriak memanggil namaku sambil mengucapkan sumpah serapah padaku. Saat itu aku tidak perduli padanya dan menyuruhnya untuk meminta maaf padaku karena telah menghina Ben di depanku dan saat itu ia terlihat bingung dengan perkataan ku. Aku memberitahu nya jika Ben adalah anak kandung ku dan tidak ada seorang pun yang bisa menghina anakku di depan ku. Saat itu Renzo terlihat tidak percaya dengan perkataanku sampai aku mencengkeram kerah bajunya dan berteriak di depannya untuk meminta maaf atas perbuatannya. " Aku mau kau minta maaf atas perbuatannya yang sudah menghina anakku!" Kataku sambil berteriak di depan wajahnya. " Aku tidak mau meminta maaf atas perbuatan yang tidak aku lakukan!" Kata Renzo sambil menatapku tajam. Saat itu aku melepaskan cengkraman ku dan aku menyuruh anak buahku untuk memberi Renzo pelajaran dan aku meninggalkan Renzo yang berteriak kesakitan karena di beri pelajaran oleh anak buahku. *** Aku memutuskan untuk pulang ke rumah karena hari ini aku sangat lelah. Saat tiba di rumah, aku melihat kondisi rumah sangat sepi dan sepertinya Felix masih keluar bersama teman - temannya. Tiba - tiba ponselku berbunyi dan aku mendapat kabar yang cukup buruk dari pihak bandara jika pesawat yang di tumpangi Diana mengalami hilang kontak dan sampai sekarang belum di temukan. Saat itu aku langsung ke bandara untuk mencari informasi tentang pesawat yang di tumpangi oleh Diana dan saat tiba disana, banyak orang yang berkerumun mencari informasi tentang keluarga mereka. " Pak, saya mau bertanya tentang pesawat yang baru saja mengalami hilang kontak." Tanyaku kepada pihak maskapai. " Mohon maaf pak, sampai sekarang belum ada informasi. Lebih baik saya data dulu agar kami bisa menghubungi anda jika ada informasi." Kata pihak maskapai padaku dan aku memberitahu mereka tentang data diriku. Rasanya saat itu aku sangat berharap Diana dalam kondisi baik - baik saja karena aku tidak sanggup kehilangan nya. Tiba - tiba ponsel ku berbunyi dan ternyata Sharon yang menelfonku. Aku sangat terkejut karena ia tidak satu pesawat dengan Diana dan saat itu Diana memilih pulang lebih awal karena ia ada janji bertemu klien sehingga ia tidak satu pesawat dengan Sharon. Aku bisa mendengar kecemasan dari suara Sharon yang mengetahui kecelakaan pesawat yang menimpa Diana dan ia berharap semoga Diana segera di temukan. Setelah selesai menelfon, aku memutus untuk menonton televisi sambil mengikuti perkembangan tentang pesawat yang di tumpangi Diana. *** Tidak beberapa lama Felix tiba di rumah dan ia sangat terkejut mendengar kabar kecelakaan pesawat yang menimpa Diana. Saat itu aku memberitahu nya jika aku sudah mencari informasi tentang Diana ke bandara tetapi sampai selesai mereka kehilangan kontak dengan pesawat. Mendengar hal itu membuat Felix cemas sekaligus sedih karena ia sangat dekat dengan Diana dan aku berusaha menenangkan nya dan mengajaknya berdoa supaya Diana dalam keadaan baik - baik saja. " Felix tidak mau kehilangan mama." Kata Felix sambil menghapus air matanya. " Lebih baik kita berdoa semoga mama selamat dan kondisinya baik - baik saja." Kataku sambil memeluknya erat. Rasanya saat itu aku bisa merasakan kesedihan yang di rasakan Felix karena ia sangat menyayangi Diana. Begitu juga dengan ku yang tidak ingin kehilangan orang yang ku sayangi untuk kedua kalinya. Tiba - tiba ada seseorang yang datang ke rumah dan ternyata Sharon yang datang. Sejujurnya aku tidak ingin ia datang ke rumah tetapi melihat raut wajahnya yang menunjukkan kesedihan. Ia sangat ingin mengetahui informasi tentang Diana karena keluarga Tante Sandra sangat mencemaskan Diana. Aku memberitahunya jika sampai saat ini pihak maskapai belum mendapatkan info tentang pesawat yang di tumpangi oleh Diana. " Aku kesini hanya ingin tau informasi tentang kakakku karena Tante Sandra dan keluarga yang lain sangat mencemaskan Diana." Kata Sharon sambil memberitahu ku. " Aku tadi sudah ke bandara dan menanyakan tentang pesawat yang di tumpangi Diana tetapi mereka masih kehilangan kontak dengan pesawat." Kataku sambil menyesap kopi. Entah kenapa aku merasa Sharon hanya berpura - pura sedih di depan ku agar mendapatkan simpati ku karena aku tau Sharon sangat menginginkan Diana menghilang dari hidupku. Waktu itu aku sengaja menyuruh Sharon untuk segera pergi karena aku tidak ingin berbicara terlalu lama dengan nya karena aku tau ia hanya berakting sedih di depanku dan ia terlihat sangat kesal saat aku menyuruh nya untuk pergi. Aku tidak perduli dengannya karena aku hanya ingin Diana kembali dengan keadaan selamat. **** Beberapa minggu kemudian Tidak terasa sudah dua minggu berlalu dan sampai saat ini aku belum mendapatkan info tentang keberadaan Diana. Kami tidak putus berdoa untuk keselamatan Diana dan aku berharap semoga Diana segera di temukan. Sampai suatu hari aku menonton berita di televisi jik bangkai pesawat sudah di temukan dan pihak maskapai menemukan kartu identitas dan barang - barang Diana yang mengambang di atas air. Rasanya saat itu aku sangat berharap pihak maskapai bisa menemukan Diana tetapi mereka belum berhasil menemukannya. Meskipun begitu aku tidak pesimis karena aku yakin wanita sebaik Diana pasti di selamatkan oleh Tuhan. Aku melihat Felix yang terlihat tidak semangat kuliah karena memikirkan kondisi Diana. " Felix, papa tidak mau melihat mu seperti ini. Papa harap kau mau kuliah untuk masa depan mu." Kataku sambil berusaha membujuknya agar ia mau kuliah. " Felix tidak bisa konsentrasi mengikuti kuliah, pa. Tolong papa mengerti." Kata Felix sambil pergi meninggalkan ku dan rasanya saat itu aku tau tidak mudah bagi kami menghadapi kondisi seperti ini. Seandainya waktu itu aku tidak pulang terlalu cepat, mungkin aku bisa pulang bersama Diana tetapi musibah tidak ada yang bisa menebak kapan akan terjadi. Aku pasrah terhadap keputusan Tuhan tetapi yang jelas aku masih berharap Diana di temukan. *** Sudah beberapa hari aku tidak ke kantor karena aku tidak bisa berhenti memikirkan Diana. Sampai suatu hari Ben datang ke rumah dan menanyakan keadaan ku. Aku memberitahu nya jika saat ini aku belum bisa datang ke kantor karena aku sangat memikirkan Diana. Saat itu Ben memahami keadaanku saat ini dan ia berdoa semoga Diana segera di temukan. Aku tau Ben sangat memikirkan ku dan ia tidak ingin melihat ku bersedih memikirkan Diana. Tidak beberapa lama Ben berpamitan dan ia kembali ke kantor. Saat itu aku sangat bersyukur memiliki anak sebaik dirinya dan aku berharap semoga hubungan ku dengan Ben semakin baik. Mungkin jika sudah saatnya aku akan memberitahu Felix tentang Ben agar ia tau jika Ben adalah kakaknya meskipun mereka beda ibu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD