BAB 26

1050 Words
ALBERT POV Semakin hari hubungan ku dengan Amanda semakin dekat dan aku merasa ia wanita terbaik yang hadir di hidupku. Kami belum memberitahu tentang hubungan kami kepada siapapun dan aku menghormati Amanda sehingga aku tidak memberitahu hubungan ku kepada Adelle. Aku berharap semoga Adelle merestui hubungan ku dengan Amanda karena aku yakin Amanda terbaik untukku dan ia bisa menjadi ibu yang baik untuk Adelle. " Aku berharap hubungan kita bisa berlanjut ke jenjang yang lebih serius karena aku sangat ingin kau menjadi bagian dari keluarga ku." Kataku sambil memeluknya dengan erat " Aku juga demikian. Semoga Adelle bisa menerimaku sebagai ibunya nanti." Kata Amanda sambil memberitahuku. Entah kenapa aku sangat ingin mengajak Amanda makan malam di rumah ku sambil mengenalkan nya kepada Adelle. Menurut ku ini ide yang tepat karena aku tidak ingin terlalu lama menunda pernikahan. Akhirnya aku mengajak Amanda untuk makan malam bersama ku di rumah dan ia setuju. *** Akhirnya aku mengajak Amanda ke rumah dan saat tiba di rumah, Adelle sangat terkejut aku bersama Amanda. Lalu aku mengenalkan Amanda kepada Adelle. Respon Adelle sangat positif dan aku sangat bersyukur Adelle bersikap sangat sopan terhadap Amanda. Lalu aku mengajak Amanda makan malam bersama dan malam ini terasa sangat menyenangkan karena aku menghabiskan waktu bersama orang - orang yang ku sayangi. Adelle terlihat bahagia melihat ku bersama Amanda dan saat itu aku mengumumkan hubungan ku dengan Amanda kepada Adelle dan ia terlihat sangat senang mendengar hal ini. " Ayah ingin memberitahu mu jika ayah dan Tante Amanda ingin melanjutkan hubungan ke jenjang yang dan ayah harap kau setuju dengan hubungan kami." Kataku sambil meminta persetujuan kepada Adelle. " Tentu saja Adelle sangat setuju ayah." Kata Adelle sambil tersenyum padaku. Saat itu kami sangat bersyukur Adelle merestui hubungan kami dan kali ini Amanda yang akan berusaha membujuk anak - anaknya untuk merestui hubungan kami. Setelah selesai makan, Amanda di jemput supirnya dan ia berpamitan kepada kami. Setelah itu ia pulang dan aku membantu Adelle membereskan meja makan. Aku melihat Adelle tumbuh menjadi seorang wanita dewasa dan ia sekarang banyak perubahan. Kurang beberapa bulan lagi, ia akan lulus sekolah dan ia bersiap - siap untuk mengikuti tes masuk universitas. " Ayah, setelah ini aku mau belajar untuk persiapan tes masuk universitas." Kata Adelle sambil mengambil buku di dalam lemari. " Baiklah, selamat belajar anakku." Kataku sambil mengelus rambutnya. Lalu Adelle masuk ke dalam kamar nya dan aku sangat senang ia rajin belajar untuk masa depan nya. Kemudian aku menghabiskan waktu di kamar sambil mengirim pesan kepada Amanda. Ternyata ia sudah memberitahu anak - anaknya tentang hubungan kami dan sepertinya mereka kurang setuju jika Amanda menikah lagi. Saat itu aku memberinya semangat agar tidak putus asa membujuk anak - anaknya setuju dengan hubungan kami. *** Keesokan harinya aku terbangun dan menyadari hari sudah mulai pagi. Aku langsung beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke arah dapur. Aku melihat Adelle sedang memasak di dapur. Lalu aku membantunya meracik bumbu masakan agar ia segera selesai memasak. Aku semakin menyayangi Adelle karena ia sangat rajin dan aku berharap ia mendapatkan jodoh seorang pria yang baik. " Ayah tidak menyangka kau sekarang semakin pintar memasak." Kataku sambil memujinya " Ayah bisa saja." Kata Adelle tersipu malu. Setelah selesai memasak, aku membantu Adelle menyajikan makanan di atas meja. Lalu kami sarapan bersama dan rasanya makanannya sangat lezat. *** Hari ini hidupku terasa berbeda karena sekarang ada Amanda yang mengisi hatiku dan aku tidak merasa kesepian. Siang nanti Amanda ingin mengajakku untuk bertemu dengan anak - anaknya. Entah kenapa firasatku mengatakan untuk menunda pertemuan itu tetapi aku tidak ada alasan untuk menolaknya. Tepat jam setengah dua belas, Amanda menjemput ku. Lalu kami menemui anak - anaknya di sebuah kafe. Saat itu aku bertemu dengan mereka dan mereka tidak menyangka jika Amanda berhubungan dengan ku. " Jadi orang ini calon suami mama." Kata Shirley sambil menatapku dengan tajam. " Shirley, Om Albert sangat baik dan bertanggung jawab. Mama harap kalian bisa menerima Om Albert sebagai calon suami mama." Saat itu Jovan terlihat tidak setuju. Begitu juga dengan Shirley yang menyuruh Amanda untuk memutuskan hubungan nya denganku. Lalu mereka pergi begitu saja meninggalkan kami dan Amanda sangat sedih mendengar mereka tidak setuju dengan hubungan kami. Saat itu aku berusaha menenangkan nya dan ia tidak berhenti menangis. Aku memeluknya dengan erat sampai ia berhenti menangis. " Sudahlah sayang, berhentilah menangis. Aku tidak ingin melihat mu bersedih." Kataku sambil menghapus air matanya. " Aku tidak menyangka respon mereka seperti itu. Apa salah jika aku meraih kebahagiaan ku sendiri?" Tanya Amanda padaku dan aku menggeleng pertanda tidak setuju dengan nya. Aku tau saat ini ia pasti butuh waktu sendiri sehingga aku mengantarnya pulang ke rumah. Setelah ia sampai di rumah, supirnya mengantarku sampai ke rumah. Waktu itu aku melihat jam di dinding menunjukkan pukul setengah satu dan saat nya aku menjemput Adelle di sekolah nya. Saat tiba disana, aku melihat Adelle sedang berbincang-bincang dengan gurunya dan entah kenapa mereka terlihat sangat dekat dan tidak seperti hubungan antara guru dan murid. " Sayang, saatnya kita pulang ke rumah." Kataku sambil mengajaknya pulang. " Maaf pak, kalau begitu saya pamit dulu." Kata Adelle sambil berpamitan kepada gurunya. Waktu itu aku melihat tatapan cinta di mata Adelle dan entah kenapa aku merasa Adelle memiliki perasaan terhadap gurunya tetapi aku berusaha mengenyahkan pikiran itu dari otakku. *** Tidak beberapa lama kami tiba di rumah dan aku melihat Adelle yang tidak berhenti tersenyum. Tidak biasanya ia bersikap aneh seperti ini sampai aku bertanya padanya apa yang sebenarnya terjadi tetapi ia tidak mau memberitahu ku dan memilih masuk ke dalam kamar. Tiba - tiba aku mendengar dari luar jika Adelle sedang berbicara dengan seseorang dan aku berusaha mendengarkan pembicaraan di balik pintu tetapi aku tidak bisa mendengarkan. Aku takut jika sekarang Adelle memiliki kekasih sehingga ia lupa kewajibannya untuk belajar. Akhirnya aku memutuskan untuk beristirahat di kamar. *** Aku terbangun ketika Adelle mengetuk pintu dan ternyata ia berpamitan untuk belajar kelompok di rumah gurunya. Saat itu aku berniat untuk mengantar nya ke rumah gurunya tetapi ia menolak karena teman sekelasnya sebentar lagi akan menjemput nya. Tiba - tiba terdengar suara mobil di depan rumah dan ternyata itu adalah teman sekelasnya. Lalu Adelle berpamitan padaku dan ia pergi bersama temannya. Aku berharap Adelle tidak memiliki hubungan yang lebih jauh dengan guru sekolah nya karena aku tidak ingin namanya tercoreng.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD