ALBERT POV
Akhirnya aku resmi bercerai dengan Irene dan rasanya itu sangat menyakitkan. Adelle sangat kecewa mengetahui kenyataan jika aku dan Irene sudah resmi bercerai.
Saat ini tinggal aku dan Adelle di rumah dan rasanya suasana rumah kami tidak seperti dulu. Aku merasakan kehampaan dan aku sangat ingin Ben kembali bersama kami.
Waktu itu aku mencoba menghubungi Ben dan tepat saat itu ia menjawab telfon ku. Aku mengajaknya untuk bertemu dan ia setuju untuk bertemu saat makan siang.
Aku berharap pertemuan ini bisa membuat Ben kembali ke rumah karena aku sangat ingin Ben berkumpul bersama kami.
" Ada apa ayah menelfonku?" Tanya Ben padaku dan terdengar suara ramai orang di belakangnya.
" Ayah ingin bertemu dengan mu nanti siang." Kataku sambil mengungkapkan keinginanku.
Akhirnya Ben setuju dan kami bertemu di sebuah kafe yang letaknya tidak jauh dari kantornya. Saat aku bertemu dengannya, ia jauh berbeda dan penampilannya lebih rapi.
Aku merasa ia sekarang sangat berbeda dan aku berpikir Thomas yang mempengaruhi nya. Aku masih ingat Thomas melarang ku untuk bertemu dengan Ben tetapi aku tidak bisa seperti itu karena aku sudah menganggap Ben seperti anak kandung ku sendiri.
Saat itu kami berbincang cukup lama dan aku merasa Ben sangat mencemaskan ku karena sekarang tidak ada Irene yang merawatku. Saat aku ingin pergi, tiba - tiba ia memberikan amplop yang berisi uang tetapi aku menolaknya karena aku tidak ingin merepotkan nya.
" Tolong ambillah amplop ini untuk ayah dan Adelle." Pinta Ben kepada ku dan akhirnya aku menerima amplop itu karena Ben yang memaksaku.
" Terima kasih nak. Maaf ayah tidak bisa memberikanmu apa - apa." Kataku sambil memeluknya dan rasanya saat itu aku sangat ingin ia kembali ke rumah.
Setelah itu Ben kembali ke kantor dan rasanya aku terharu melihat amplop yang ia berikan padaku. Aku tau ia hanya ingin membantuku meskipun kami tidak bisa sedekat dulu.
***
Saat tiba di rumah, aku melihat Adelle yang sedang membersihkan rumah. Lalu aku bercerita padanya tentang pertemuan ku dengan Ben.
Lalu aku menunjukkan amplop pemberian Ben kepada Adelle. Ia sangat terkejut mengetahui isi amplop yang bernilai sepuluh juta dan sepertinya Ben sangat ingin membantu kami karena ia tau kondisi keuangan ku sangat terbatas.
Tidak lama lagi Adelle akan lulus sekolah dan membutuhkan biaya besar untuk menguliahkan nya di universitas yang ia inginkan.
" Kak Ben sangat baik kepada kita. Adelle berharap semoga kak Ben kembali berkumpul bersama kita." Kata Adelle sambil menatapku.
" Ayah juga berharap seperti itu." Kataku sambil memegang tangannya.
Aku berjanji akan melindungi Adelle dengan segenap jiwaku dan aku tidak akan meninggalkan nya. Aku sangat menyayangi nya meskipun Irene tidak perduli padanya.
Sudah satu bulan Irene tidak ada kabar dan ia tidak bertanya tentang kondisi Adelle. Aku tidak tau apa yang membuatnya berubah sehingga ia tidak perduli dengan anak kandung nya sendiri.
***
Suatu hari aku mengajak Adelle pergi ke mall untuk membeli baju. Aku melihat baju - bajunya sudah kekecilan dan tidak bisa di pakai sehingga aku ingin membelikannya baju.
Saat kami tiba di mall, tidak sengaja melihat Irene bersama pria lain dan saat itu Kami sangat terkejut melihat hal itu. Pria yang di gandeng Irene terlihat seperti pengusaha dan mereka terlihat sangat mesra.
Akhirnya aku baru tau alasan Irene bercerai dengan ku karena ada pria lain yang lebih mapan dariku. Seharusnya aku menyadari daridulu jika Irene tidak ingin hidup dengan bekerja keras dan aku tidak mempermasalahkan hal itu karena yang terpenting aku bersama dengan Adelle.
" Ternyata ibu sudah memiliki kekasih dan melupakan ku." Kata Adelle dengan raut wajah yang sangat kecewa.
" Biarkanlah ibumu meraih kebahagiaan nya yang terpenting ayah tidak akan meninggalkan mu." Kataku sambil menatap Adelle.
Waktu itu Adelle meminta untuk pulang karena ia tidak tahan melihat Irene bersama pria lain dan akhirnya kami pulang ke rumah.
Aku tau Adelle sangat menyayangi Irene tetapi sepertinya ia mulai membenci Irene karena Irene lebih memilih bersama pria lain daripada bersama kami.
Saat tiba di rumah, Irene memilih masuk kamar dan mengunci diri. Aku tau ia butuh waktu untuk menenangkan diri setelah apa yang ia lihat.
****
Keesokan harinya aku terbangun dan melihat waktu menunjukkan pukul lima pagi. Lalu aku membangunkan Adelle karena hari ini ia berangkat ke sekolah agak pagi dan aku membuatkan sarapan untuk kami berdua.
Setelah sarapan siap, aku memanggil Adelle untuk sarapan bersama tetapi Adelle terlihat tidak nafsu makan sehingga aku menyuruhnya untuk membawa bekal makanan ke sekolah.
Lalu aku mengantarnya ke sekolah dan saat tiba disana, Adelle jatuh pingsan sehingga membuat semua orang mengerumuninya.
" Tolong bawa Adelle ke ruang UKS." Kata bapak guru sambil menyuruh anak - anak yang lain.
" Terima kasih Pak atas bantuannya." Kataku sambil berterima kasih kepada nya.
Adelle di bawa ke ruang UKS dan tidak beberapa lama ia terbangun. Saat itu pak guru menyuruh nya untuk beristirahat di rumah tetapi Adelle tidak mau pulang dan lebih memilih untuk belajar di kelas.
***
Akhirnya aku pergi ke toko dan berjualan seperti biasa. Tiba - tiba ada sebuah mobil yang berhenti di depan tokoku dan ternyata itu adalah mobil Amanda.
Aku tidak menyangka jika ia akan datang dan saat itu ia mengajak ku untuk makan siang bersama. Tepat jam setengah dua belas, Amanda mengajakku makan siang di restoran mewah dan rasanya baru kali ini aku datang ke tempat yang biasa di datangi oleh orang kelas atas.
Tidak sengaja aku melihat jari Amanda yang tidak mengenakan cincin pernikahan dan ia menyadari jika aku melihat ke arah jarinya dan ia memberitahu jika sebentar lagi ia akan bercerai dengan suaminya.
" Aku dan Gilbert memutuskan untuk berpisah karena ia lebih memilih wanita lain daripada bersama ku." Kata Amanda sambil menunduk.
" Kau harus sabar menghadapi ini semua." Kataku sambil memegang tangannya.
Waktu itu Amanda memegang erat tangan ku dan tiba - tiba ia merebahkan kepalanya di pundak ku dan berkata seharusnya ia memilih ku menjadi suaminya karena ia merasa aku seorang pria yang bertanggung jawab terhadap keluarga.
Entah kenapa jantungku berdebar kencang saat berada di dekatnya dan aku merasa ini saatnya aku melupakan Irene dari hidupku dan membuka hati untuk wanita lain.
Menurut ku Amanda seorang wanita yang baik dan ia pantas diberi kesempatan. Aku tidak akan menyia - nyiakan wanita sebaik Amanda karena aku tau ia bisa menjadi ibu yang baik bagi Adelle.
Aku yakin Adelle pasti setuju jika aku menikah dengan Amanda dan membuka lembaran baru bersama Amanda.