Saat tiba di kantor Evano, tampak para pengawal Dafa yang ada di sana dibuat kebingungan. Tadi mereka mengikuti Nadira dan mengawasinya di taman kota. Sekarang, Nadira datang bersama Evano, belum lagi Dafa yang tadinya akan ke rumah sakit, memutuskan untuk mengunjungi Evano terlebih dahulu karena kebetulan Dafa akan melewati kantor Evano. Evano memimpin jalan saat memasuki kantornya sedangkan Nadira berjalan di belakangnya dengan hati dan pikiran yang sudah tak berbentuk lagi. Bukan tak berani untuk berhadapan dengan Dafa, dirinya hanya tak ingin Dafa bersikap seolah kekasihnya seperti sandiwara sebelum-sebelumnya. Sesungguhnya, Nadira takut Dafa akan melakukan sesuatu padanya sebagai kekasih. Memanggilnya sayang? Menciumnya? Bahkan pria gila itu tak segan mencium bibirnya dengan rakus

