Dafa melangkah dengan tangannya yang sudah terkepal sangat kuat. Tanpa aba-aba, dengan gerakan cepat ia meraih kerah kemeja yang melekat di tubuh Evano. Mulutnya tidak mengatakan apapun, tapi tatapan Dafa untuk Evano mengandung banyak makian. Nadira yang melihat itu langsung memekik, “Tidak! Jangan seperti ini!” Nadira mendekati Dafa, meraih tangannya yang sedang meremas kerah kemeja evano. Namun, Dafa menahan tubuhnya tetap di sana meskipun tangannya kini digenggam Nadira. Tak sedetikpun ia mengalihkan tatapannya kepada Evano hanya untuk menoleh ke arah Nadira. “Aku tidak keberatan jika kamu mengatakannya hanya padaku. Masalahnya, kamu juga membuat Nadira mendengarnya.” Dafa masih menunggu respon Evano yang mendadak membeo. Tatapan Evano masih sama, tatapan tanpa penyesalan. Jauh d

