Ting... Suara lift terbuka. Dafa dan Nadira keluar dari lift tersebut dan melangkah ke arah pintu ruangan Randy. Dafa terdiam sejenak saat tepat di depan pintu ruangan, ia harus mempersiapkan diri untuk membawa Nadira sebagai kekasihnya. Tunggu! Harusnya Nadira yang seperti itu. Namun, Nadira yang seharusnya lebih buruk dari itu, malah terlihat tenang kali ini. Lebih tepatnya ia tak tahu lagi harus berekspresi seperti apa, hingga ia memutuskan untuk bersikap setenang mungkin bagai sedang menikmati liburan. “Assalamu'alaikum,” salam Dafa diikuti Nadira saat membuka pintu. Semua yang ada di ruangan itu menoleh ke arah Dafa dan Nadira. Mendadak wajah Nadira menjadi pucat pasi, jantungnya langsung bergemuruh saat melihat Aditya bersama kekasihnya yang juga ada di sana. “Wa'alaikumuss

