Tibanya di sebuah restoran milik Dafa sendiri yang tak jauh dari rumah sakit, mereka keluar dari mobil masing-masing. Seperti sebelumnya, Dafa akan menggenggam tangan Nadira tanpa sungkan, membawanya ke dalam restoran yang sangat mewah dan elegan. Para karyawan menyambut mereka seolah yang mengunjungi restoran tersebut adalah seorang presiden, membuat Nadira bingung dan berspekulasi sendiri. Mungkin memang ini bagian dari peraturan restoran? Nadira memang tidak tahu bahwa restoran itu milik Dafa dan salah satu orangnya memang sudah memberitahu pihak restoran jika Dafa dan keluarga yang lain akan berkunjung. “Selamat Malam, selamat datang Tuan Dafa dan keluarga Pratama. Mari, ikuti saya.” Seorang pria berpakaian rapi dengan sopan membungkuk hormat, baik sebelum ataupun setelah mengataka

