BAB DUA PULUH DUA

2389 Words

Garril berlari tak tentu arah, ia baru saja keluar dari ruangan Miranda, tapi wanita itu tak berada di sana dan sekarang ia sedang menuju ruang ICCU. Tapi di sana ia hanya mendapati ibu Miranda yang bersiap-siap ingin pulang. Garril merasa agak kalut. Entahlah, pikirannya mendadak buntu. Ia tidak bisa berpikir jernih. Jalan satu-satunya yang ia ambil adalah berlari mengelilingi rumah sakit--hampir persis seperti pasien rumah sakit jiwa yang sedang diburu karena berani kabur dari pengawasan. Naik-turun tangga darurat, padahal ada lift, mengunjungi setiap poli klinik yang jika dipikirkan baik-baik, presentase keberadaan Miranda mungkin hanya lima persen. Miranda lebih sering mengunjungi ruang OK, HCU, atau ruang rawat inap khusus pasien pasca operasi yang perempuan itu tangani daripada tem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD