"Lo kenapa sih Mas? Tiba-tiba dateng pakek muka kecut sekecut ketek suami gue gini?" tanya Karin heran sambil membuka lebih lebar pintu rumahnya, dan mempersilakan kakaknya itu untuk masuk ke dalam. Ini pertama kalinya Garril mengunjungi rumahnya. Jadi ia merasa cukup penasaran, apalagi dengan tampang sang kakak yang tampak---enggak banget dipandang. Kakaknya itu tidak menjawab, pria itu hanya menatap sang adik perempuan dengan wajah keengganan yang sangat kentara. "Dih kenapa sih lo? Lagi dikejar-kejar renternir? Utang lo banyak?" Garril lagi-lagi tidak menjawab ocehan sang adik semata wayangnya itu. Ia lebih memilih menundukkan kepalanya dan mengunci bibirnya rapat-rapat, lalu berjalan lebih dulu menuju ruang keluarga. Di sana, dia sudah disambut dengan mobil-mobilan dengan segala uku

