BAB DUA PULUH

2812 Words

Miranda tidak akan terkejut jika di pagi harinya ketika ia bangun ia masih berada di pondok kecil dengan keadaan Garril memeluknya. Meski hal itu membuat jantungnya berdetak sangat kencang, Miranda akan bersikap senormal mungkin. Miranda tidak ingin Garril tahu bahwa perasaannya masih ada pada pria itu. Tepat ketika ia beringsut mundur dengan tujuan menjaga jarak, Garril yang entah sejak kapan sudah terjaga, malah mempertanyakan pertanyaan yang bermakna ambigu padanya. "Apa yang kamu rasakan Miranda?" Tapi Miranda jelas mengerti arah percakapan Garril, pria itu bertanya tentang kondisi tubuhnya, bukan hatinya. Jadi Miranda hanya menjawab, kalau dia baik-baik saja. Setelah bangun dengan udara segar, meski hawanya memang terasa sangat dingin dan seakan sedang berusaha menusuki kulitnya. Tu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD