BAB SEMBILAN BELAS

1954 Words

Dengan latar belakang awan kelabu yang bergelung-gelung, rintikan air yang dari detik ke detik curahnya semakin tinggi, disambut oleh kilatan petir yang seakan berlomba-lomba menyambar segala sesuatu yang ada di bumi, dan diiringi oleh angin yang berhembus kencang, menerjang segala hal di depannya tanpa ampun, Miranda duduk berdampingan dengan Garril di sebuah pondok kecil yang jaraknya tak jauh dari danau tadi dengan tubuh yang menggigil kedinginan. Ia lantas mendongak, menatap langit kelabu yang membentang sejauh mata memandang. Beberapa kilatan cahaya muncul, membuat Miranda menutup mata dan menyiapkan telinga, kalau-kalau ada suara petir yang menyambar. Dan benar saja, sepersekian detik setelahnya, suara keras menggema memenuhi angkasa. Begitu kencang, membuat Miranda menahan diri unt

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD