Chapter 49

256 Words

“Jadi?” gumam Suvara sangat pelan hingga terdengar seperti berbisik. Aku menggeleng, memintanya tidak perlu memikirkannya. Menganggap kita seperti tidak mengetahui apapun itu jauh lebihbaik. Bahkan Kapten Jack saja menutup mulutnya rapat-rapat jika kami bertanya tentang ini. “Aku bawakan tabmu, untuk hiburan, cari yang ringan-ringan saja, jangan dulu memikirkan proyekmu,”pesanku. “He.em, terima kasih sudah membawakannya untukku,” kata Suvara. “Aku kembali ya?” Setelah melihat anggukannya aku pun keluar dari ruang rawatnya. Kemudian kembali menyibak tirainya untuk keluar. Aku tahu beberapa pasang mata itu melihatku seolah memastikan apakah aku akan menyebarkan apa yang baru saja aku dengar. “Sudah bangun temannya?” tanya salah seorang di antaranya memecah hening dan kekakuan suasa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD