9. Curahan Hati.

666 Words
Semua makanan sudah terhidang dimeja makan. Soraya segera duduk dan memanggil pelayanya. " Odahhh...." " Ya Nyonya..." segera Odah berlari menuju Soraya. " Panggil Nona Muda kesini, bilang diajak makan Oma.." perintahnya. " Baik Nyonya" segera Odah bergegas ke lantai dua dimana kamar Laras berada. Tok..tok..tok... " Masuk.." ceklek....suara pintu terbuka dan Odah masuk. " Nona Muda diajak makan sama Nyonya besar." kata Odah pelan. " Oh iya ,..." kalimat Laras menggantung. " Odah Nona..nama saya Odah" pangkas Pelayan itu. " Oh ok..bik Odah..mari turun" kata Laras kemudian. Mereka turun beriringan. Dan Soraya tersenyum melihat Laras sudah bisa beradaptasi. " Oma " sapanya. " Iya Cantik...duduk ayo kita makan." Soraya tampak sumringah dan sebentar- sebentar tertawa. Odah membawakan mereka makanan penutup. dan berdiri terpaku didekat Nyonya besarnya. " Ada apa Odah..kenapa melihatku seperti itu.." tanya Soraya karena melihat Odah tidak seperti biasanya. Bukanya menjawab, justru air mata Odah mengalir disudut matanya. " Hei ..Odah..ada apa.." tanya Soraya panik, segera dia bangun dari duduknya dan mengguncangkan bahu Odah. Laras pun ikut bangun dari duduknya. " Nyonya,..hari ini Nyonya Soraya saya yang sudah dua puluh tahun menghilang kini kembali. Nyonya yang sumringah dan selalu tertawa." Odah semakin terisak dan tidak mampu melanjutkan kata- katanya. " Odahhhh....." Segera Soraya memeluk Odah dan iku menangis. " Nyonya saya bahagian sekali." jujur Odah. " Makasih ya Odah sudah sangat sabar selama ini.." kata Soraya. " Iya Nyonya" Laras ikut meneteskan air mata, melihat adegan mengharukan tersebut. " Ok..ini hari bahagia Odah..jangan menangis...panggil semua orang kemari, aku ada pengumuman untuk kalian." " Baik Nyonya" Segera Odah berlari keluar.Tidak sampai dua menit semua sudah berkumpul diruang tengah. Soraya tampak duduk dikursi kebesarannya. " Dengarkan kalian semua, Saya ada pengumuman untuk kalian. Mulai hari ini dan seterusnya Larasati Brata Wijaya akan tinggal disini bersama kita. Dia Nona Muda kalian ...sama seperti Almarhum Angellia. Jadi perlakukan dia sama seperti Nona Muda Angellia. Kalian mengerti" Kata Soraya lantang dan tegas. " Mengerti Nyonya.." Sahut ke delapan orang tersebut. " Kalian boleh kembali bekerja" lanjut Soraya kemudian. " Baik Nyonya.." Mereka pun bubar dan kembali ke tempat pekerjaan masing- masing. Tinggallah Soraya, Laras dan Odah. " Odah..tolong buatkan teh, dan bawakan beberapa cemilan, setelah itu kamu istirahat" Perintah Soraya. " Baik Nyonya" Setelah Odah berlalu, Laras segerae membuka suara. dia sangat penasaran dengan sosok Angellia. " Oma boleh Laras bertanya" kata Laras hati- hati. " Oma tahu apa yang ingin kau tanyakan Laras" tebak Soraya. Membuat Laras tersipu- sipu malu. " Baik akan Oma ceritakan. Dulu dua puluh tahun yang lalu, anak semata wayang Oma beserta menantu dan suami Oma sedang dalam perjalanan menuju puncak. Untuk menyusul Oma.Dan dalam perjalanan itu mereka juga membawa cucu tercintaku Angellia." Soraya menarik napas panjang dan kembali melanjutkan. Sedangkan Laras tampak mendengarkan dengan Antusias. " Namun malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih. Mobil mereka tumpangi meledak dan terbakar. Mereka semua tewas dalam ke elakaan tersebut. itu kenapa Oma sangat terpukul. Dan kedatanganmu kemaren seperti menjadi obat buat Oma. Oma sangat bahagia bertemu denganmu. Karena itu Oma segera mengadopsi mu." Soraya memegang tangan Laras dan mengusap lembut rambutnya. " Jangan tinggalkan Oma sayang. Oma sangat menyayangimu" katanya parau dan langsung memeluk Laras. " Insya Allah Oma, Laras akan selalu menemani Oma" sambut Laras dan membalas pelukan hangat penuh kasih dari Soraya. Setelah beberapa saat Soraya mengurai pelukanya dan menatap lembut kearah Laras. " Sekarang ceritakan tentangmu nak...jangan kau pendam sendiri kesedihan dan masalahmu..." katanya kemudian. Laras terdiam beberapa saat dan menghela napas panjang. " Aku pergi dari rumah karena suamiku tidak menghargai ku nek, dan tidak menganggap aku ada." katanya sambil menunduk. " Ditambah lagi perlakuan mertua dan kakak iparku yang juga tidak baik terhadapku" lanjut Laras lagi. Melihat Laras mulai meneteskan air matanya Sora segera memotong cerita Laras. " Ya sudah...Oma sudah paham tidak usah diteruskan. Anggap mereka tidak ada juga sekarang hanya Laras dan Oma disini." katanya lalu kembali menarik Laras dalam pelukanya. Laras begitu damai, Laras menemukan Sosok Nenek yang sangat menyayangi dia seperti Almarhum neneknya dulu
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD