dengan kesal calista menendang kerikil kerikil kecil siapa yang tidak marah,kalau diajak baik baik malah di balas dengan begitu.
"sepertinya tugas nya aku sendiri yang kerjakan daripada harus beurusan dengan titisan setan seperti reynan" ucap calista kepada syintia,sedangkan yang diajak bicara hanya bodo amat dengan mulut penuh dia terus berjalan tanpa memperhatikan segala kesuh temanya itu.
tetttt..........tettt.......tettt..........
kemarahan calista semakin memuncak mendengar suara klakson itu,siapa yang berani disaat dia sudahjalan di pinggir?
tett.......tett.........tett
"WOY KALAU MAU KLAKSON ITU LIHAT LIHAT BISA NGGAK?" marah calista seketika,tapi dia langsung terdiam saat melihat manusia titisan setan itu dengan wajah datarnya memandang calista marah
"maaf rey tadi dikira orang iseng,sekalinya itu kamu" ucap calista tersenyum manis tapi tidak dengan hatinya sungguh dia saat ini ingin mencakar wajah tampan di depannya ini.
"hari ini jam 6 datang kerumah aku kita kerjakan tugas disana" ucap rey dan segera pergi meninggalkan calista dengan wajahnya yang bingung
"tapi dim-" ucapan calista terputus saat melihat rey pergi meninggalkannya
"WOY ALAMATNYA DIMANA?" teriak calista tetapi terlambat rey sudah pergi jauh meninggalkannya.
"akhhh gila aja udah kalau gini" ucap calista frustasi sedangkan syintia yang sedari tadi hanya bisa tertawa mentertawakan kemalangan sahabat tercinta nya itu
"dimana coba aku dapat alamatnya?" keluh calista
"syintia sahabat ku tercinta terkasih tercantik dan segalanya tolong cari akan aku alamatnya ya"
syhintia hanya bisa melongo melihat calista memhon seperti itu,dengan wajah jijik dia menolak permintaan calista
"nggak dimana aku bisa mendapatkanya juga"
"akh please sama itu ketos yang sok ganteng itu ya" pinta calista "dia pasti tau dimana rumah rey"
"nggk !!"
"shyintia please ya,nanti aku traktir starbuck ya asal mau"
mendengar tawaran calista membuat iman syhintia pun lemah oh bagaimana dia dapat menolak tawaran traktir starbuck,disaat dirinya bucin sekali dengan segala jenis minuman dan kue nya
"oke tapi janji apa pun yang aku mau,kamu belikan"
calista meneguk ludahnya dia pasti tau kalau shyintia sudah berkata begitu maka dompetnya akan kosong seketika.
"baiklah tapi janji ya"pasrah calista
"siap,ayo kita pulang nanti ku dm ketos nya"ucap shyintia dan mereka pun berjalan pulang.
_________________________________________________
dengan wajah tekuk calista pergi ke rumah rey,sesaat setelah dia datang kerumah dia mendapat pesan dari nomor yang tak dikenal dan nomor itu ternyata REY! laki laki titisan setan memberitahu alamatnya setelah dia membuat perjanjian dengan syhintia,kalau tau begini kan dia nggak usah memohon ke syhintia dan membuat dompetnya kosong !
"ini sudah jauh alamatnya susah dicari lagi,apa dia tinggal di tengah hutan atau tengah laut semua orang ditanya malah tidak ada yang tau"keluh calista lagi sudah 2 jam dia berkeliling dan tidak menemukan alamatnya,biaya gojek nya sudah mahal,drivenya sudah mengeluh sungguh hari sial bagi calista.
"mas itu ada ibu ibu coba kita tanya disana"
"permisi ibu maaf mengganggu,apa ibu tau alamat ini bu?" sambil berharap kalau ibu ini tahu
"oh ini habis ini lurus terus mentok pertigaan belok kiri ada perumahan mewah kamu masuk aja disitu nanti ada aja nomor rumahnya di depan pagar" ucap ibu tadi dengan wajah yang sumringah calista tersenyum dan segera berterima kasih dengan ibu tadi
sesaat calista tertegun dengan rumah rumah yang calista lewati ternyta ibu tadi tidak berbohong disaat dia bilang perumahan mewah,rumah rumah disini sungguh besar dengan tatanan yang rapi sungguh dia iri sebenarnya perumahan di tempat calista tinggal juga mewah mewah tetapi tidak tersusun rapi seperti perumahan rey.
tok..........tok...........tok
"siapa ya?" tanya orang dari dalam "oh mencari siapa?"
"mencari rey tante" ucap calista sopan,mata si ibu pun membulat sempurna dia terkejut untuk pertama kalinya ada seorang gadis yang mencari anknya.
"oh rey,masuk sini nanti tante panggilkan" ucap ibu itu membimbing calista masuk dan duduk di sofa
lagi lagi calista merasa takjub,rumah rey begitu besar dengan decor gaya kebaratan berbeda dengan rumahnya yang di desain minimalis
"rey ada yang cari kamu" teriak ibu rey
"jadi kamu teman sma rey?"tanya ibu rey lagi
"eh iya bu,kami dapat tugas kelompok jadi kami ingin ngerjakan bersama bu" ucap calista tapi tidak dengan hati nya bagaimana mungkin seorang guru langsung memberikan tugas di hari pertama sekolah tanpa ada perkenalan sama sekali!
"calista,ayo ke taman belakang" ucap rey tiba tiba
"oh oke" calista pun langsung bangkit mengikuti rey "misi bu"
______________________________________
"jadi kita mulai dari mana ?" tanya calista
"kamu kerjakan bagian mu aku kerjakan bagian ku juga nanti kita gabung" oke singkat,padat dan jelas tenyata tidak calista sendirian dalam bersikap dingin kepada orang lain tetapi ada orang yang level nya melebihi calista oke jadi mulai saat ini calista tidak akan merasa bersalah kepada orang lain saat dia membalas dengan dingin.
1 jam kemudian
2 jam kemudian
3 jam kemudian
hari sudah larut dan calista sama sekali tidak mengerjakan soal 1 pu,sebenarnya tugas mereka cukup mudah cuman mengerjakan makalah dengan resume 1 bab yang akan dipelajari dan mengerjakan soal dengan materi tadi,tapi walaupun bolak balik calitsa mengganti halaman buku tidak ada satupun yang dapat dia pahami,angka angka yang dia lihat tiba tiba berubah bentuk menjadi huruf mandarin,tidak nyambung bukan tapi itulah yang ada di pikiran calista saat ini 9 tahun sekolah terasa sia sia baginya.
"kamu sudah selesai?" tanya rey menghancurkan lamunan indahnya
"belum,belum satupun" ucap calista sambil menyerahkan catatan yang penuh dengan coretan,rey pun terbelalak dia tak menyangka soal semudah itu tidak bisa calista kerjakan.
"sini,harusnya tadi aku yang kerjakan" ketus rey dengan mudah dia langsung mengerjakan tugas yang harus dikerjakan berjam jam oleh calista
"tunggu kamu mengerjakan ini lihat buku dulu" panik calista saat melihat rey,tapi hal itu tidak dihiraukan oleh rey dia terus saja menulis
akhirnya calista pun hanya bisa diam sambil memandang rey diam diam
"kalau dipikir pikir rey tidak secuek itu walaupun dinginnya nyebelin" batin calista
"nih udah" ucap rey mebuyarkan lamunan dari calista
"hati hati itu mata copot" ucap rey
"nggak ada,siapa juga yang lihatin kamu hah" marah calista sebenarnya dia malu tetapi segera dia sembunyikan
"oh ya?" ucap rey sambil mendekatkan wajah nya ke calista
oh sungguh calista ingin menampar wajah di depan nya ini tapi kalau dia melakukan itu,itu hanya akan melukai wajah tampan di depannnya ini.
"sudah puas lihatinnya" ucap rey sambil memundurkan wajahnya dia tersenyum simpul tidak sedikit hanya sedikit yang tertarik melengkung di bibirnya itu.
"aku adalah tipe orang yang 1 kali lihat langsung bisa mengingat " sombong rey
"soal itu mudah,dan kamu satu pun tidak ada yang bisa nya,harusnya kamu masuk kelas D dari pada kelas A"
"APA !!" cukup kemarahan calista memuncak saat ini,sebelumnya tidak ada orang yang berani menghinanya dan sekarang ? oh sepertinya rey tidak pernah merasakan tamparan di wajah nya itu
______________________________________
hai semoga suka ya sama ceritanya,kalau ada perubahan pov atau waktu harap di mengerti ya ^_^
happy reading all