“Oh, begitu?” jawab Ellena dengan menganggukkan kepala. “Sayang sekali!” Aksa tak menggubris apa pun yang diucapkan Ellena. Pria itu fokus dengan materi presentasi untuk meeting dan kemudian berdiri. “Pergilah! Aku akan ada meeting penting hari ini!” tegas Aksa sambil berjalan melewati Ellena. Pria itu telah bersiap untuk keluar dan membuka pintu, tapi tangannya terhenti oleh teriakan Ellena yang memanggil dan berkata sesuatu. “Aksa!” panggil Ellena dengan kencang. “Aku tidak hamil!” tutur Ellena yang membuat Aksa berhenti menekan tuas pintu. “Kedatanganku kemarin bukan untuk meminta pertanggungjawaban darimu! Aku berbohong pasal aku hamil!” jujur Ellena saat itu juga. Mendengar hal itu, Aksa sama sekali tak peduli. Baginya, Ellena hamil ataupun tidak, itu sudah bukan urusannya

