Stella bekerja seperti biasanya, diatas panggung dengan alat dj nya. Bergoyong sesuai dengan irama. Mata lentiknya tidak sengaja menangkap Leon sedang b******u dengan wanita yang Stella tahu wanita itu adalah model papan atas.
‘ck’ Stella berdecak sebentar, kemudian ia kembali fokus pada alat dj nya.
‘Sial’ Stella mengumpat pelan lalu menghela nafas kasar.
“Jack, bisa gantikan aku. Aku kurang enak badan” pinta Stella yang langsung dijawab oleh Jack.
“okey, mau kucarikan supir pengganti?”
Stella menggelengkan kepalanya, ada Will yang sekarang sedang mengawasinya.
“tidak, terima kasih Jack”
“nope, kau hati-hati”
“hm”
Stella menggerutu kesal pasalnya bayangan Leon b******u dengan model itu terus berputar dikepalanya. Stella memukul kepalanya.
‘apa yang kau pikirkan Stel? Memangnya dia siapamu? Lagi pula dia itu pria buaya darat’
Sementara itu Leon langsung melepaskan diri dari Mia, entah dari mana Mia datang tiba-tiba saja mencium Leon. Leon adalah pria normal, ia menerima ciuman dari Mia. Namun Leon segera melepaskan ciuman mereka ketika melihat Stella turun dari panggung.
“jangan lupa hubungi aku ya” ujar Mia membuat Leon mengangkat jari jempolnya tanpa menjawab dan menyusul Stella.
Leon sampai diparkiran dan tidak menemukan Stella, mobil yang membawa Stella sudah pergi. Gagal sudah rencana Leon, pasalnya hari ini ia ingin meminta nomor ponsel Stella. Bisa saja Leon meminta nomor ponsel Stella dari ibunya tapi tetap saja Leon ingin memintanya sendiri.
‘’apa Stella cemburu melihatku dan Mia tadi?” ujar Leon pelan lalu menggelengkan kepalanya, mustahil sekali Stella cemburu dengan dirinya.
‘atau Stella sakit?’
Leon mengacak rambutnya frustasi, seharusnya tadi Leon langsung naik keatas panggung dan menemani Stella.
‘Mia sialan’ umpat Leon lalu pergi dari parkiran.
$$
Sesampainya diapartemen Stella langsung tidur, moodnya b enar-benar hancur sekarang. Tidur adalah jalan satu-satunya yang akan membuat moodnya kembali membaik.
Drt..drt...drt....
Dengan malas Stella membuka matanya, tanpa melihat siapa yang menelponya Stella langsung mengangkat telpon.
“hallo, dengan Stella” ujar Stella dengan suara parau khas orang baru bangun tidur.
“kau terbangun karena mama menelponmu sweety?” ujar suara disebrang dengan sedikit panik.
Stella melihat siapa yang menelponnya ‘Mama Leon’
“tidak ma, sudah waktunya aku bangun” jawab Stella membalik badannya menjadi menatap langit-langit.
“ah, mama pikir mama mengganggu waktu tidurmu”
“tidak ma, omong-omong bagaimana kabar mama?” tanya Stella, mengingat sudah sebulan lebih ia tidak bertemu dengan Hana.
“baik, bagaimana denganmu sweety?”
“aku baik mam”
“mama sangat merindukanmu sayang, minggu ini kau ada acara? Apa kau sibuk sweety?” tanya Hana membuat Stella tersenyum.
“im free ma, aku hanya bekerja selasa dan kami. Selebihnya aku pengangguran hihi”
“baguslah, mama mengundangmu makan malam”
“baiklah ma, aku menerima undangan mama”
“mama mencintaimu sweety”
“aku juga mam”
“siangnya mama jemput ya, kita nyalon bersama”
“siap ma, nanti Stella kirim alamat Stella”
“pintar sekali, mama tutup ya” ujar Hana terkekeh disebrang sana.
“iya mam”
Stella bengun dari tidurnya, masih pukul 9 malam. Mood Stella sudah sedikit membaik sekarang. Gara-gara mood nya yang berantakan Stella tidak menDj malam ini. Dan ini adalah rekor tercepat Stella pulang dari club. Pukul setengah 9 malam. Biasanya Stella akan pulang paling cepat pukul 3 subuh.
$$
Ting..tong....
Stella mengeluh siapa malam-malam begini bertamu, dengan malas Stella membuka pintu. Stella membeku di didepan pintukarena seseorang tiba-tiba memeluknya.
Stella mengangkat tangannya ketika Will ingin melepaskan paksa pelukan Alex,
“aku merindukanmu honey” ujar Alex mencium kedua pipi Stella.
“aku juga sangat merindukanmu Lex, kapan kau sampai? Kenapa tidak menghubungiku!” ujar Stella kembali memeluk Alex.
“baru sampai langsung kesini dan aku ingin memberimu kejutan” jawab Alex membuat Stella cemberut.
“dasar! Dimana Kim? Aku tidak melihatnya” tanya Stella melihat sekelilingnya.
“Kim masih ada kerjaan di Korea, jadi aku pulang duluan” jawab Alex.
“begitu, ayo masuk. Dimana oleh-olehku?”
“oleh-olehmu disana” jawab Alex menunjuk 2 koper besar tidak jauh dari mereka.
“aku menyayangimu Lex” ujar Stella girang lalu membawa 2 koper masuk kedalam apartemen.
Stella mengambil wine kesayangannya, lalu menuangkannya kedalam gelas.
“cheerr”
“cheerr”
Ting.
Lalu Alex dan Stella meminum minuman mereka,
“segar” ujar Alex meneguk habis minumannya.
“ayo minum sampai pagi!” teriak Stella mengangkat gelas wine nya.
“lets go!”
Stella dan Alex minum sambil makan cemilan oleh-oleh dari Alex dan Benar saja, Alex maupun Stella minum sampai pagi. Stella dan Alex sama-sama mabuk, tapi tidak mabuk berat. Minum sampai pagi tidak membuat mereka tumbang dengan mudah. Dan tanpa sadar mereka berdua tertidur dilantai sambil berpelukan.
Dilain tempat Leon sedang berkutat dengan pekerjaan lemburnya, Leon juga mengabaikan panggilan masuk dari Mia. Bukan apa-apa, sekarang Leon sudah tidak tertarik lagi dengan wanita manapun. Kecuali Stella. Stella adalah tempat terakhir Leon berlabuh. Stella adalah dunianya. Cintanya pada Stella sudah begitu dalam, jadi Leon tidak akan membuang waktunya untuk wanita lain kecuali Stella tentunya.
Leon menyesap kopinya, lalu memijit pelipisnya. Kepalanya terasa nyut-nyutan karena pekerjaan yang menumpuk. Sebenarnya pekerjaan Leon sudah selesai, tapi mendadak pekerjaannya bertambah ketika Angel datang ke penthousenya memberikan berkas penting,
Pukul 2 dini hari Leon mandi, Leon sungguh tidak tahan dengan keringat. Setelah mandi Leon langsung tidur, karena ia butuh istirahat besok Leon akan ada meeting penting dengan klient.
$$
“astaga!” Leon terkejut karena ibunya sudah dipenthouse dan menyiapkan sarapan untuk Leon.
“kapan mama datang?” tanya Leon duduk dimeja makan.
“malam tadi, kau sedang bekerja ketika mama datang” jawab Hana memberi kan kopi pada Leon.
“terima kasih ma” ujar Leon menyesap kopinya.
Hana terus menatap Leon membuat Leon jadi salah tingkah,
“kenapa ma? Ada yang salah? Dasiku miring?” tanya Leon sambil memeriksa dasinya.
“jadi? Kau suka Stella tidak?” tanya Hana membuat Leon terbatuk.
“jangan coba-coba mencari kan aku jodoh selain Stella ma” jawab Leon membuat Hana tertawa renyah.
“baguslah kalau kau suka Stella, mama juga suka. Kalian akan cocok” ujar Hana, senyum Leon terbit.
“restu mama sudah cukup, sebentar lagi mama akan mendengar kabar baik” ujar Leon penuh percaya diri.
“ah, mama jadi tidak sabar” Anak dan ibu sama saja,
“awas saja kalau Stella tidak jadi mantu mama. Kau bakal Mama coret dari keluarga”
“dont worry mam, putra mama akan berjuang keras”
Senyum Leon terbit, dukungan dari mamanya sangat beharga untuknya. Dan dengan begini mamanya tidak akan mengenalkannya dengan anak teman-temannya. Leon semakin mencintai Hana karena mendukungnya dengan Stella. Benar-benar keberuntungan yang nyata. Leon tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang akan datang.