bc

Menikahi Pelakor

book_age18+
971
FOLLOW
4.5K
READ
twisted
sweet
mystery
like
intro-logo
Blurb

Pernikahan antara Evans dan Marisa yang awalnya baik-baik saja menjadi hancur setelah wanita misterius bernama Sharen datang dan mengaku sebagai selingkuhan Evans.

Hal itu membuat Evans dan Marisa bercerai. Namun siapa sangka, Evans yang merasa telah dijebak, langsung menikahi Sharen dan menyiksanya sebagai balas dendam karena telah menghancurkan kebahagiaannya.

Hingga akhirnya, kebenaran yang disimpan rapat Sharen akhirnya terbongkar dan merubah semuanya.

chap-preview
Free preview
Pengkhianatan
Di sebuah rumah mewah di tengah kota. Tampak sepasang suami istri sedang makan malam romantis. Mereka terlihat sangat bahagia dengan pernikahan mereka. Keduanya saling menyuapi dan saling menyatakan cinta. Namun, sedang asyik-asyiknya mengobrol bersama, tiba saja terdengar keributan dari luar. Seperti ada suara seorang wanita yang berteriak dan meminta masuk. Evans dan Marisa yang penasaran langsung keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi saat ini. Mereka lumayan terkejut saat melihat seorang wanita muda sedang menangis diantara dua pengawal yang sedang menahan tubuhnya agar tidak masuk. "Siapa dia?" tanya Marisa dengan sorot mata tajam. Karena pada dasarnya, dia tidak suka jika acara pentingnya diganggu oleh orang lain, terlebih lagi orang itu tidak ia kenal. "Kami juga tidak tahu, Nona. Wanita ini berteriak dan memaksa untuk masuk. Sepertinya dia orang gila karena menyebutkan kalimat yang tidak masuk akal. "Memangnya apa yang diucapkannya?" "Nona, nama saya adalah Sharen. Dan saya adalah selingkuhan suamimu!" Bagai disambar petir saat Marisa mendengar ucapan wanita itu. Tak hanya ia, Evans juga merasa sangat terkejut karena dirinya sama sekali tidak mengenal wanita itu. "Apa maksudmu?" tanya Evans sambil menatap tajam pada wanita yang bernama Sharen itu. "Jangan pernah lupa, Evans, aku adalah wanita yang selalu menemani tidurmu! Bahkan aku mengetahui tanda lahir di dadamu! Mengapa setelah kau mendapatkan semuanya, sekarang kau malah meninggalkan aku! Mana janjimu yang ingin menikahiku dan menceraikan istrimu?" Wanita itu terlihat begitu marah sampai menunjuk wajah Evans. Tangisan juga menghiasi wajahnya saat ini. "Apa yang kau bicarakan. Aku sama sekali tidak mengenalmu!" "Apa-apaan ini, Evans! Siapa wanita ini!" Marisa meneriaki Evans dan mulai terpengaruh dengan ucapan Sharen menganggap bahwa itu benar. "Marisa, aku tidak mengenalnya. Mana mungkin aku berselingkuh denganmu. Aku sangat mencintai mu." Evans berusaha meyakinkan Marisa yang saat ini sedang menangis. "Mana mungkin kau tidak mengenalnya. Bahkan dia tahu tanda lahir yang ada di area tubuhmu!" Evans pun beralih ke Sharen yang masih berdiri sambil terus menatapnya dengan tangisan dan tatapan emosi. "Hentikan sandiwara mu, Nona, aku tidak mengenal mu! Siapa kau yang beraninya mengatakan bahwa aku adalah kekasihmu!" "Kau tidak bisa meninggalkan ku begitu saja! Kau sudah berjanji akan menceraikan istri mu demi aku!" Sharen meneriaki Evans. "Apa buktinya aku pernah menjalin hubungan denganmu?" Sharen langsung mengeluarkan sebuah kertas foto dan menunjukkannya pada Evans. Mata Evans terbelalak saat melihat isi foto tersebut. Foto dirinya yang sedang memeluk Sharen di depan pintu kamar hotelnya. Ingatannya pun kembali pada dua bulan yang lalu saat ia menginap di hotel karena terjebak hujan badai. Pada saat ia baru saja keluar dari kamarnya, tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang gadis. Refleks, ia pun menangkap tubuh gadis itu sehingga posisi mereka seperti orang yang sedang berpelukan. Ia pun melihat Sharen dan benar saja, ia baru ingat wajahnya sekarang. "Marisa, aku dan dia tanpa sengaja bertabrakan sehingga,,,,,," "Saya juga punya bukti yang lain." Sharen kembali menunjukkan sebuah foto dimana dirinya sedang berselfie di atas ranjang bersama Evans dengan tubuh yang hanya berbalut selimut. "Apa? Kapan ini terjadi? Aku tidak pernah..." "Cukup, Evans! Aku tidak percaya ucapanmu! Sekarang semuanya sudah jelas! Kau berselingkuh karena aku belum memberimu anak, bukan? Kau sangat jahat! Aku membencimu!" Marisa mengambil kunci mobil, lalu pergi dari rumah itu. Ia pulang ke rumah orang tuanya dengan menggunakan mobil. Evans menatap Sharen dengan raut wajah penuh kebencian. Ia menarik paksa Sharen hingga mereka sampai di luar pintu rumah itu. "Urusan kita belum selesai. Jika terjadi apa-apa dengan rumah tangga ku, aku akan membuat mu menyesal!" Setelah itu, Evans pun meminta para pengawal mengusirnya. Ia segera pergi menyusul Marisa ke rumah mertuanya. Sepanjang jalan ia terus merutuki dirinya yang sangat bodoh. Kenapa juga tadi ia membiarkan Marisa memperbolehkan Sharen masuk sementara gadis itu adalah orang asing yang sama sekali tidak mereka kenal. "Ini pasti karena Marisa sangat baik, sehingga sembarang memasukkan orang asing dengan alasan orang tersebut membutuhkan bantuan." Evans memukul-mukul setir sambil terus berdecak kesal. "Lagipula bagaimana aku bisa tidur dengannya?" Evans tampak berpikir lagi. "Memang malam itu aku sangat lelah sampai lupa mengunci pintu kamar. Pasti gadis itu sengaja masuk dan membuat semuanya seperti aku berselingkuh. Lihat saja wanita tidak tahu diri, aku akan memberi perhitungan padamu!" Hingga laju mobilnya pun terhenti kala ia sudah sampai di rumah orang tua Marisa. Ia melihat mobil Marisa terparkir di sana. Perlahan Evans memasuki rumah itu setelah pelayan membukakan pintu. Terlihatlah pemandangan yang sangat menyakitkan baginya. Marisa terlihat menangis di depan orang tuanya yang kebingungan. "Marisa, ada apa, Nak, kenapa kau menangis?" tanya Marko yang merupakan ayah Marisa. "Iya, Nak, kenapa kau seperti ini? Apa yang terjadi?" tambah ibu Marisa yang bernama Salsa. "Ayah, Ibu," ucap Evans hingga membuat kedua orang tua Marisa menoleh dan terkejut akan kedatangannya. "Evans, ada apa dengan Marisa? Kenapa dia datang-datang langsung menangis seperti ini?" tanya Salsa. "Maaf, Ibu, sebenarnya ini adalah salah paham saja, aku dan Marisa,,,," "Dia berselingkuh, Ayah, Ibu! Tadi wanita itu mendatangi kami dan mengatakan bahwa Akan selingkuh. Dia juga memberikan bukti mereka tidur bersama!" Marisa kini berteriak menumpahkan segala kekesalannya malam ini. "Apa? Selingkuh? Apa itu benar, Evans?" tanya Salsa ingin memastikan. "Tidak, Bu, itu tidak benar, aku tidak mengenal wanita itu." "Bohong! Pantas saja sekarang kau jadi lebih sering lembur, ternyata kau berselingkuh di belakang ku." "Tidak, aku tidak berselingkuh. Aku hanya setia padamu, Marisa." "Setelah apa yang aku lakukan padamu, kau masih saja membuat ku kecewa! Aku rela keluar dari dunia bisnis hanya demi dirimu. Karirku terpaksa ku hentikan hanya agar kau senang, tapi apa yang aku dapat? Kau malah berselingkuh!" "Aku tidak berselingkuh, Marisa, harus berapa kali aku katakan padamu!" "Cukup, Evans! Jika Marisa sampai marah dan menangis seperti ini, artinya yang dia katakan adalah benar. Tega sekali kau menyakiti anak kami yang sudah kami percayakan padamu. Selama ini, kami tidak pernah menyakiti dirinya. Tapi kau, pria yang kami percaya malah tega menyakitinya." Marko menatap tajam pada Evans. "Ayah, aku bersungguh-sungguh. Aku akan memanggil wanita itu kesini untuk menjelaskan semuanya kepada kalian." Evans mencoba memberi solusi. "Tidak, jangan percaya, Ayah. Jika dia kemari bersama wanita itu, bisa jadi dia sudah bersekongkol dengan wanita itu dan membuat skenario palsu lagi untuk mengelabuiku." Marisa melarang. "Lalu, kau ingin apa, Sayang?" tanya Salsa. Marisa menatap Evans dengan wajah datar. "Aku ingin bercerai dengannya. Aku tidak sudi berumah tangga dengan seorang pengkhianat!" Semua yang ada di sana terkejut. "Marisa, jangan terburu-buru mengambil keputusan atau kau akan menyesal." Salsa berusaha memberi pengertian pada Marisa. "Aku tidak akan pernah menyesal, Bu. Sedari dulu sudah aku katakan bahwa aku benci pengkhianatan. Dan sekarang aku malah mengalaminya!" "Marisa, jangan lakukan ini, aku sangat mencintai mu." Evans menatap Marisa dengan sungguh-sungguh. "Diam!! Pergi!!!" Marisa berteriak histeris sambil melempar semua barang yang ada di dekatnya ke Evans yang sama sekali tidak menghindar. "Evans, pulanglah, jika Marisa sudah seperti ini, artinya kau sudah sangat menyakitinya. Tidak hanya dia, aku pun tidak sudi punya menantu tukang selingkuh seperti dirimu!" usir Marko dengan tangannya. Namun, Evans masih bersikeras untuk membujuk Marisa sampai akhirnya, Marko yang sudah habis kesabaran langsung mendorong Evans hingga pria itu jatuh ke lantai. "Aku mencintaimu, Marisa. Aku akan buktikan padamu jika aku tidak memiliki hubungan apa pun dengan wanita itu. Sekarang kau boleh tidak mempercayaiku, tapi nanti kau pasti akan tahu kalau aku memang tidak pernah mengkhianatimu." Evans pun melangkah pergi. Meninggalkan rumah Marisa dengan membawa tekad dalam dirinya. Tekad jika pria itu akan membuktikan pada Marisa tentang kebohongan yang disampaikan oleh Sharen. Kebohongan yang membuat hubungannya dengan Marisa berada di ujung tunduk. Setibanya di dalam mobil, Evans langsung meraih ponselnya sambil merasakan rasa sakit pada bagian tubuhnya akibat terbentur ujung meja karena dorongan Marco. "Temukan wanita itu, aku ingin kalian membawanya kepadaku!" titah Evans begitu panggilan telepon itu terhubung pada salah satu anak buahnya. Tanpa menunggu jawaban dari anak buahnya, Evans yang masih begitu kesal dengan situasi yang dihadapi seketika membanting ponsel ke samping kursi kemudi. "Awas kau, w************n! Sebenarnya siapa dia? Apa alasan wanita itu sampai berniat merusak pernikahanku?" geram Evans berdecih dengan begitu kesalnya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
199.3K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.6K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.2K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.2K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
14.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
69.5K
bc

My Secret Little Wife

read
132.4K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook