Ya, mungkin sulit menghadapi pasukan polisi yang berjumlah lebih banyak, tetapi bukan berarti tidak dapat menolong Sodda. Begitulah yang dipikirkan Cloud.
"Tidak perlu melawan mereka. Tapi aku yakin Sodda bisa diselamatkan," tukas Cloud.
"Tapi bagaimana mungkin menyelamatkannya kalau ...." Orange melirik kaki Cloud yang terbuat dari kaleng.
Ditatap seperti itu Cloud hanya bisa menunduk dalam-dalam. Dia tahu dengan kondisinya sekarang sulit menyelamatkan Sodda. Jangankan bisa menyelamatkan, pergi ke temoat daur ulang pun tidak bisa.
"Kenapa kita tidak membantunya, Orange?" tanya Splash tiba-tiba.
Orange terdiam. Bagaimanapun juga saat ini mereka melarikan diri dari kejaran polisi, itu artinya mereka merasa tidak sanggup menghadapi polisi.
"Apa yang akan kamu lakukan seandainya aku ditangkap dan dibawa ke tempat daur ulang?"
Pertanyaan Splash menohok Orange. Kalau itu terjadi, sudah pasti Orange akan berusaha menyelamatkannya.
"Baiklah, aku akan kami akan membantumu, Profesor Reufille," tukas Orange, "tapi kamu tidak bisa seperti ini."
"Maksudmu kamu mau membuatkan kursi untukku?" tanya Cloud.
Orange menggeleng. "Tidak akan sempat."
Orange berjalan ke dinding lantas mengusap layar hologram. Tak kemudian terdengar suara benda dari bawah tanah, lalu lantai pun bergeser dan muncul tabung dari dalamnya. Tabung itu berisi bagian-bagian badan android yang terpisah.
Cloud terpana melihat benda itu. Benda itu melayang di dalam tabung. Warnanya perak dan di beberapa bagiannya ada yang berwarna emas.
"Benda ini adalah ciptaanku yang terakhir. Dan aku sempat mau menjualnya. Sayang, gara-gara mereka memburuku, benda ini masih tetap kusimpan." Orange menekan tombol hologram di dinding tabung, dan membuka penutupnya. "Gunakanlah ini dulu Profesor Reufille."
"Terima kasih," ucap Cloud.
Orange membantu memasangkan alat itu di badan Cloud. Dia juga menjelaskan fungsi-fungsi dan cara menggunakannya. Setelah selesai, mereka bergegas pergi menuju tempat daur ulang.
***
Di tempat lain, Summer dan Colla berjalan melintasi sebuah ruangan besar. Ruangan itu tampak ramai. Banyak orang berlalu-lalang di sekitarnya. Setibanya di ujung jalan, mereka berbelok dan masuk ke dalam lift.
"Monsieur Wind pasti senang dengan keberhasilan kita, Summer," ucap Colla dengan suara robotnya.
Sebelah bibir Summer sedikit terangkat. "Ya. Aku tidak sabar mendapatkan kenaikan jabatan karena keberhasilan kita."
Setelah pintu lift terbuka, mereka berjalan menyusuri koridor sampai tiba di depan sebuah pintu besar yang dijaga dua orang militer.
"Madame."
Kedua penjaga itu membungkuk kemudian bergeser, memberi ruang pada Summer dan Colla untuk masuk ke dalam ruangan.
Ruangan itu berukuran luas dinding-dindingnya terbuat dari besi berwarna perak. Furnitur di dalamnya pun terbuat dari besi, yang melayang statis di atas lantai. Di tengah ruangan terdapat hologram berbentuk bumi yang berukuran besar. Di ujung ruangan, tampak seorang laki-laki senja dan berperut buncit sedang duduk dan berbincang-bincang dengan laki-laki yang berbadan tinggi besar.
Kedatangan Summer dan Colla menarik perhatian keduanya. Laki-laki senja berperut buncit pun bertepuk tangan.
"Luar biasa! Kalian benar-benar luar biasa!"
"Monsieur Wind." Summer membungkuk, memberi salam.
"Duduklah, Summer, Colla. Mari kita berbincang-bincang," ajak Wind, mempersilakan keduanya duduk.
Sebelum duduk, Summer mengerling ke arah laki-laki berbadan besar. "Kolonel Beef."
"Halo, Summer," jawab laki-laki itu, membalas.
"Aku sudah mendengar cerita bagaimana kalian bisa menjebak Cloud dan Sodda. Tapi aku belum mendengarnya secara langsung darimu," tukas Wind, membuka pembicaraan.
"Baik, Monsieur."
Summer pun menuturkan ceritanya yang akhirnya bisa menjebak Cloud dan Sodda. Wind tampak kagum dengan usaha Summer dan Colla. Beberapa kali dia melontarkan pujian. Namun, tampaknya Beef tidak senang dengan sanjungan-sanjungan yang dialamatkan pada Summer.
"Bagus. Sasaran utama sudah berhasil kita tangkap. Tapi ada beberapa hal yang membuatku kecewa. Tidak semestinya Cloud berhasil melarikan diri. Dialah yang merancang Sodda, jadi bukan tidak mungkin dia akan membuat android-android baru yang dapat mengancam kita seperti Sodda. Selain itu, aku menyayangkan buronan lain belum berhasil ditangkap. Meskipun mereka bukan sasaran utama, kita tidak bisa meremehkan bahaya yang dapat mereka tebar. Seperti yang kita ketahui, android-android itu tidak dapat kita kendalikan, sehingga rencana pemerintah mewujudkan sistem pemerintahan baru pun dapat terancam."
"Benar, Monsieur. Aku dan Colla hanya membantu. Sebenarnya bukan tugas kami untuk menangkap mereka. Bukan begitu, Kolonel Beef?" Summer melirik Beef, sinis.
Beef mendengkus. "Sudah tahu bukan tugas kalian, kenapa kalian ikut campur?"
Summer terkekeh. "Tentu saja aku tidak akan ikut campur kalau kepolisian bekerja dengan becus. Nyatanya, ilmuwan sepertiku yang harus turun tangan."
Kata-kata Summer berhasil membungkam Beef. Meskipun merasa terhina, faktanya memang polisi tidak berhasil menangkap para buronan. Namun, Beef bukan orang yang mau direndahkan begitu saja.
"Aku akan menangkap mereka semua," tukas Beef, yakin.
Summer kembali terkekeh. "Semua orang bisa mengaku sanggup. Tapi pada akhirnya kenyataanlah yang akan membuktikan."
"Apa?! Jadi kamu menganggap kepolisian tidak sanggup?!" bentak Beef, seraya berdiri. Wajahnya merah padam sambil menatap tajam ke arah Summer.
"Sudah, sudah ...." Wind mengangkat tangan. "Biarkan Presiden yang menilai tugas kalian. Tapi yang jelas, tugas menangkap mereka belum selesai. Aku benar-benar berharap kepolisian harus bisa menangkap mereka semua dalam waktu dekat. Ingat, makin lama mereka dibiarkan, makin berisiko untui kita."
"Siap, Monsieur. Aku sudah mengirimkan pasukan dan andorid elit untuk menangkap mereka," tukas Beef.
"Pasukan dan android elit ..., siapa saja?" tanya Wind.
Beef mengusap layar hologram di pergelangan tangannya. Tak lama kemudian muncul layar besar di hadapan mereka. Di layar itu tampak seorang laki-laki jangkung dan android bertubuh besar dan bulat.
"Yang pertama adalah Stick dan androidnya yang bernama Drum. Stick pernah dikirim ke beberapa lokasi perang pada tahun-tahun sebelumnya. Sudah banyak prestasi yang diraihnya. Dia memiliki analisis yang luar biasa. Sementara itu, Drum memiliki teknologi android terkini. Dia mempunyai kemampuan mengeluarkan suara yang dalat menyebabkan gempa kecil."
Beef menekan hologram lagi, dan membuat gambar berganti. Tampak seorang perempuan berambut pendek dan berwarna unggu bersama android yang serupa dengannya, tetapi berambut pink.
"Lolly dan androidnya yang bernama Pop. Lolly merupakan polisi baru, tetapi memiliki prestasi gemilang. Sudah banyak anggota pemberontak yang dia tangkap. Sedangkan Pop memiliki kekuatan merekar dan mengukur seperti karet."
Berikutnya gambar kembali berganti. Kali ini menampilkan laki-laki berbadan tinggi dan kekar bersama android mungil yang berwarna hitam.
"Tea dan androidnya yang bernama Coffee. Tea adalah kapten yang sudah lama mengabdi. Kepemimpinannya tidak perlu diragukan. Dia disebut-sebut sebagai pemimpin masa depan. Sementara itu Coffee memiliki kemampuan yang luar bi—"
"Cukup!" perintah Wind.
Beef mengangguk lalu mematikan layar hologramnya.
"Sekarang jelaskan rencanamu, Beef," pinta Wind.
"Seperti yang kita ketahui, musuh-musuh kita memiliki kemampuan yang luar biasa. Ah, ralat. Maksudku memiliki potensi hebat. Tapi mereka juga memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan yang pertama, mereka tidak bersatu. Kelemahan berikutnya, mereka tidak tahu rencana kita, sehingga tidak mungkin mereka menyerang balik. Kelemahan ketiga, mereka belum menyadari potensi mereka."
Summer terkekeh. "Tidak perlu berpidato, Beef. Langsung saja utarakan. Atau jangan-jangan kamu tidak punya rencana sama sekali?! Pantas di bawah kepemimpinanmu, polisi tidak dapat menangkap mereka."
Beef mendengkus, kesal. "Dengarkan penjelasanku sampai selesai."
"Dia benar. Biarkan dia menjelaskan semuanya, Summer," tegur Wind.
"Terima kasih, Monsieur." Beef membungkuk sebelum kembali menjelaskan, "Kelemahan terakhir, mereka membutuhkan sumber energi untuk me-recharge. Karena itulah aku mematikan sumber-sumber energi di beberapa titik yang tersebar di seluruh Perancis. Dengan begitu mereka akan mencoba mengaktifkan sumber-sumber energi itu, sehingga kita tidak perlu bersusah payah mencari mereka."
"Jadi maksudmu mereka akan ke tempat-tempat sumber energi?" tanya Wind.
"Benar, Monsieur. Ketika mereka ke tempat-tempat tersebut, pasukan elitku sudah menunggu. Tidak sulit membekuk mereka, karena sampai sekarang mereka belum bisa memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Rencanaku sempurna."
"Hah! Sempurna? Kamu melupakan satu hal, Beef!" seru Summer.
Beef menyeringai. "Sebutkan kalau kamu lebih pintar, Summer."
"Cloud! Kamu lupakan Cloud! Dia tidak mempunyai android lagi. Jadi dia tidak akan terpancing. Sekalipun dia membuat android baru, tidak akan dapat selesai dalam waktu cepat. Apalagi peralatan yang dia miliki sangat terbatas. Lalu bagaimana kamu mau menangkapnya? Apa kamu mau mencarinya di seluruh pelosok Perancis? Kalau itu rencanamu, bukankah sekarang cara itu terbukti tidak efektif?!"
Sebelah sudut bibir Beef setengah terangkat. "Kamu hanya ilmuwan, Summer dan tidak tahu soal strategi. Aku sudah menempuh pendidikan yang mengajarkan strategi."
"Benarkah? Nyatanya aku yang berhasil menangkap Sodda. Ya, aku! Bukan kamu! Kamu memang pembual besar!"
Mendengar itu Beef tergelak seraya bangkit dari tempat duduk.
"Lihat ini." Beef menyalakan kembali layar hologram.
Di layar tampak seorang laki-laki kurus dan tua bersama android berbentuk eskrim.
Sontak Summer tertawa keras. "Kamu mau mengirim laki-laki tua itu untuk menangkap Cloud?! Konyol! Itukah yang kamu sebut strategi? Itukah yang diajarkan akademi kepolisian? Atau jangan-jangan kamulah yang bodoh!"
"Cloud sudah tidak didampingi Sodda. Dia juga terpisah dari Milk dan Orreo. Dia hanya laki-laki yang separuh badannya lumpuh. Sebenarnya aku tidak perlu memerintahkan pasukan elit untuk menangkapnya, tapi aku tidak mau meremehkan. Karena itulah aku mengutus Ice dan Cream untuk menangkap Cloud."
"Ah, jadi kamu anggap mengirim laki-laki tua itu dan androidnya bukan meremehkan?" tanya Summer, meremehkan.
"Ice adalah seorang intelijen yang telah mengabdi di kepolisian selama puluhan tahun. Dia memiliki segudang prestasi. Sudah ribuan pemberontak dia tangkap. Ratusan di antaranya adalah para pemimpin pemberontak. Dia juga pernah membantu militer di medan perang saat kita berperang dengan Jepang lima tahun lalu. Dia pernah menyelamatkan Duta Besar kita yang ditawan Jepang. Masih banyak prestasi lainnya yang tidak mungkin aku sebutkan satu persatu."
"Aku paham maksud kalian tidak mau meremehkan, Cloud. Tapi bagiku tetap berlebihan," ujar Wind.
"Monsieur. Sebelum membuat strategi, aku sudah menyelidiki Cloud. Dia tidak seperti yang terlihat," elak Beef, memegang pendapatnya.
"Apa maksudmu? Bukankah kamu sendiri yang bilang dia memiliki banyak kelemahan?"
"Benar, Monsieur. Kelemahan-kelemahan itu memang tampak dari luar. Tapi ada kekuatan yang dia sembunyikan. Ya, ternyata selama ini diam-diam dia menyembunyikan sesuatu. Itu artinya sejak terjadinya kecelakaan, dia sudah mencium adanya kejanggalan dan mempersiapkan senjata mematikan."
"Senjata mematikan?" tanya Summer tersentak.
Summer yang selama ini dekat dengan Cloud pun tidak tahu. Kata-kata Beef menunjukkan kalau sebenarnya, sejak kecelakaan sebelas tahun lalu, dia sudah waspada pada semua orang di sekelilingnya.
"Kamu benar-benar payah." Beef menyeringai. "Kaleng-kaleng di tubuhnya mungkin seperti kaleng biasa yang tidak bisa digerakkan. Tapi perlu kamu ketahui, sebenarnya kaleng-kaleng itu memiliki teknologi yang luar biasa. Bahkan tidak hanya itu. Kaleng-kaleng itu juga merupakan senjata yang mematikan," terang Beef.
Penjelasan Beef tidak hanya membuat Summer terkejut, tetapi juga dengan Wind. Mereka tidak pernah menyangka kalau Cloud sudah memperhitungkan semuanya sejak jauh-jauh hari. Namun, masih ada yang dilewatkan Beef. Ya. Beef tidak tahu semuanya. Dia juga tidak tahu kalau saat ini Cloud telah dibantu Orange dan Splash.
***