Allura : 32. Pelukan Pengantar Tidur

1125 Words

Elang menghela napas panjang mendapati Allura yang sibuk memasukkan baju-bajunya ke dalam koper besar. Besok sore, Allura akan kembali ke kota perantauan karena waktu liburnya hampir habis. Membuat keduanya harus kembali dipisahkan dalam bentang yang tidak dekat. "Lura, nggak perlu bawa baju sebanyak itu, 'kan?" Allura menghentikan kegiatannya. Menatap Elang yang baru saja memasuki kamar setelah menyelesaikan pekerjaannya di ruangan sebelah. "Loh, kenapa? Lura 'kan udah mau aktif kuliah lagi. Otomatis Lura jarang pulang. Makanya harus bawa baju banyak." "Lemari di kamar kos kamu juga sudah kepenuhan, 'kan?" Allura terdiam sejenak, menatap Elang menyelidik diikuti senyuman yang kelewat menyebalkan. "Ih, Om tahu banget ya, cie." Elang menggelengkan kepalanya. Menghela napas malas menyad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD