BAB 15

1134 Words

"Cha, lo marah gara-gara chat gue semalem?" Tanya Saga ketika Ocha baru mendudukkan dirinya di kursi. Cewek itu tersenyum seraya menggelengkan kepalanya. "Enggak kok. Kenapa Kak Saga mikirnya begitu?" Tanya Ocha heran. Saga menghela napasnya. "Ya karena lo nggak bales pesan gue. Biasanya lo bakal kasih gue emot senyum manis. Tadi malam sama sekali enggak. Padahal lo masih aktif. Gue tahu kok," ucap Saga bernada sedih. Ocha mengerutkan keningnya, ia sebenarnya tidak sadar jika selama ini dirinyalah yang selalu mengakhiri chat-annya dengan Saga. "Ocha beneran nggak marah loh Kak. Ocha semalam emang kesel, soalnya kakak kan pernah bilang. Pas lagi bicaraan kita, jangan sampai ada dia. Ocha nurut, tapi Kakak sendiri yang ngelanggar," jawab Ocha jujur. Saga menghela napas, ia tidak pernah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD