BAB 16

1231 Words

"Udah, lo nggak usah nangis lagi. Jelek." Arven membantu menghapus air mata Ocha. Cowok itu mengajak Ocha ke belakang sekolah, tempat yang cukup sepi, namun tempat yang nyaman untuk menghibur seseorang. Tempat itu banyak ditanami tumbuhan, kebanyakan tumbuhan di sana hanya berupa bunga liar, tanaman perdu, dan pohon mahoni yang menjulang. Memang tempatnya tidak secantik taman depan yang banyak ditumbuhi beraneka ragam bunga dengan warna-warni cantik serta beberapa sudut tempat yang disulap supaya terlihat Instagramable, tapi tetap saja tempat itu terlihat cukup enak di pandang. Terlebih lagi ketika sepoi angin menerpa dedaunan di sana, suasana terasa lebih menyenangkan lagi. Arven mengajak Ocha duduk di sebuah tunggak kayu besar, dengan dirinya yang berjongkok di depan cewek itu. Ia masi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD