Bab 25: Keraguan

1865 Words

"Aira sayang, kemarilah," ucap Rico pelan. "Ayah butuh sesuatu?" tanya Aira duduk di kursi. "Tidak sayang, ayah hanya ingin dekat denganmu saja." Rico menggenggam erat tangan Aira. "Ayah jangan bicara seperti itu," ucap Aira. Matanya berkaca kaca. "Kau tahu sayang, sewaktu kau masih bayi..ayah sering sekali bangun di tengah malam..mengganti popokmu," ucap Rico mengenang masa lalu. "Kau tahu? dulu ibumu sangat menyukai nama yang ayah berikan untukmu, kau itu nakal Aira..sewaktu dalam perut ibumu..kau sering membuat ibumu kesakitan." Perlahan air mata Aira mengalir deras di pipinya, "ayah.." ucap Aira lirih. "Hei jangan menangis, apa ayah menyakiti perasaanmu nak?" tanya Rico. "Tidak ayah.." jawab Aira. Sementara Rei hanya diam sembari mengusap punggung Aira untuk menenangkan. "Rei.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD