Bab 58

1411 Words

Cambria yang merasa asing memperpendek jarak dengan sedikit susah payah. Mata hijaunya menatap pintu-pintu penjara di sepanjang lorong tempat mereka berjalan. Sesekali ia mengintip pintu-pintu itu mencoba melihat-lihat, tetapi semuanya tertutup rapat, hanya ada nomor tertempel sebagai penanda. Apa yang membuatnya merasa takut adalah kesunyian di tempat itu, seolah tak ada satu pun manusia. Hazal membawanya memasuki pintu lain. Ada ruang bawah tanah yang rupanya terdiri dari 2 lantai ke bawah dan tempat itu lebih mengerikan di bandingkan penjara yang baru saja mereka lewati. Ada banyak sel kosong, gelap, dipenuhi sarang laba-laba. Lampu-lampu kuning dibiarkan menggantung seadanya di sepanjang lorong, bahkan ada yang dibiarkan mati. Letupan sepatu mereka menggema di antara lantai batu yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD