“Tangan yang berusaha meraih kesadarannya itu tidaak menyadari bahwa ada yang menyembunyikan kebenaran tentang dirinya.” Istana Ratu masih diselimuti kesunyian yang menyesakkan. Aroma ramuan tabib bercampur dengan aroma kayu cendana dan lavender memenuhi lorong-lorongnya. Beberapa pelayan berjalan dengan langkah ringan, seolah takut suara sepatu mereka bisa memanggil bencana lain yang belum selesai. Di dalam kamar utama, Issabelle masih terbaring tak sadarkan diri. Wajahnya pucat, hampir menyerupai porselen rapuh yang retak di bagian dalam. Napasnya kini lebih teratur, namun terlalu pelan—terlalu hati-hati—seakan tubuhnya masih ragu untuk benar-benar kembali dari tepi kematian. Canna duduk di sisi ran-jang dia baru selesai membersihkan tubuh Issabelle dengan air hangat dan essense yan

