Siapa Dia?

962 Words
"Ini, dia beli apaan?" tanya Bu Ayes tak paham. "Itu meja sama kursi totalnya delapan juta sekian, belum sama belanja bulanan tadi," jawab Adnan enteng. "Bang Arman itu sehari bisa dapet sekitar 300-400n paling kecil. Apalagi kalau awal season, bisa dapet hampir 5jutaan sendiri dia seminggu," jelas Adnan kembali. "Kok bisa?" tanya Pak Joey tak paham. "Entahlah, pokoknya jangan sembarang ngina Abang aja dah sekarang mah. Dia gajinya bisa berkali-kali lipat dari Bang Drean dan pastinya Kakak bakal lebih bahagia sama dia," ucap Adnan setelah itu ia pun bangkit dari duduknya dan segera ke kamarnya di lantai atas. "Papa yakin sama omongan Adnan?" tanya Bu Ayes sedikit ragu kepada sang suami. "Entah, Mah, tapi ngeliat Cia yang bahagia gini juga kek gimana gitu perasaan Papa. Makanya, Papa mau tahan dia dulu disini," ucap Pak Joey dan mendapat anggukan dari Bu Ayes. *** Sementara itu, di dalam kamar Kezia dan Arman tengah bersenda gurau di atas tempat tidurnya. "Abang jangan begadang terus napa, gak baik tau buat kesehatan," ucap Kezia kembali mengingatkan. "Iya, bawel, habis gimana, namanya biasa joki tiap malem dari jam 10 malem ampe jam 4 subuh, terus tiba-tiba disuru berhenti kan bingung akunya," ucap Arman mencoba mengelak. "Aku gak nyuruh Abang berhenti, cuma pindah waktunya aja ke siang atau sore gitu. Duh, kalau ngejoki tiap malem, alamat gak bakal di pegang terus aku, gimana mau ada dedeknya kalau dianggurin terus," gerutu Kezia setengah merajuk kepada sang suami. "Cie yang gak sabar pingin punya dedek bayi. Nanti aku pikirin lagi ya, Cinta," ucap Arman lalu memeluk tubuh sang istri. Kezia pun hanya pasrah dan nampak mendusel seperti anak kucing di d**a bidang milik Arman "Ah iya, Ci, kamu punya bank BCA atau BRI dan e wallet gak?" tanya Arman kepada sang istri. "BCA ada, BRI gak ada, kalau e-wallet adanya cuma shopeepay dan OVO aja," jawab Kezia. "BCA ada M-banking-nya?' tanya Arman kembali memastikan dan mendapat anggukan dari Kezia. "Ada, buat apa, Bang?" tanya Kezia tak paham. "Buat masukin ke mode pembayaran ku, Ci," jawab Arman. "Mode pembayaran?" tanya Kezia kembali dan mendapat anggukan dari Arman. Arman pun segera mengambil hpnya, masuk ke aplikasi potonya dan mengedit banner pembayaran. "Masukin disini nomer rekening dan e walletnya sama namamu sekalian," titah Arman dan mendapat anggukan dari Kezia. Kezia pun lalu mengetik nomer itu disana dan setelah itu kembali menyerahkan hpnya ke Arman. "Nomer Hpmu berapa, Ci? Kok aku gak tau ya haha," ucap Arman sambil terkekeh begitupun dengan Kezia. Padahal, mereka sudah menikah 2 hari lamanya, bahkan sebelumnya pun pernah bertemu, namun herannya belum punya nomer hp masing-masing. Malam itu pun keduanya saling bertukar nomer hp, Arman pun menyerahkan 2 nomer hpnya, yang satu hp pribadi yang satu lagi yang memang khusus untuk bermain game. Tak lama, Kezia pun nampak menguap tanda mengantuk, Arman pun lalu merebahkan tubuh wanitanya itu dan memeluknya, tidak, lebih tepatnya menjadikan Kezia gulingnya. "Abang, aku bukan gulingmu!" gerutu Kezia sedikit kesal sambil memukul-mukul d**a bidang Arman. "Gak mau di peluk nih?" tanya Arman dengan sedikit menggoda kemudian melepaskan pelukannya. "Aahh Abang!" kali ini Kezia merajuk sehingga membuat Arman benar-benar gemas akan kelakuannya yang sedikit absurd itu. Arman pun kembali memeluk Kezia dan menjadikannya gulingnya kembali. "Dah ayo tidur, Abang mau maen game lagi," ucap Kezia kemudian. Tak butuh waktu lama, Kezia pun langsung terlelap di pelukan Arman saat itu. Akan tetapi, tak hanya Kezia yang terlelap, Arman pun juga ikut terlelap dengan sang istri mungkin karena sedikit kecapean juga dan belum sempat tidur siangnya. Karena pada dasarnya Arman jarang tidur malam, sekitar pukul 01.30 pun Arman pun sudah terbang lagi. Saat ia terbangun, pelukannya pun telah terlepas. Ia membelai anak rambut Kezia yang nampak menutupi wajah indahnya itu dan menciumnya. "Terimakasih, Ci. Udah mau nunggu dan nerima aku apa adanya. Aku ngerasa beruntung banget saat ini, gak pernah nyangka, kalau kamu adalah wanita yang selama ini aku cari. Penantianku serasa gak sia-sia sekarang," lirih Arman pelan. Arman pun segera bangkit dari tidurnya dan mencuci mukanya. Setelah itu pergi ke dapur sebentar untuk mengambil cemilan milik Kezia setelah itu ia pun kembali lagi ke kamar. Tempat persinggahannya kali ini adalah ayunan di luar balkon. Setelah menaruh cemilan itu diatas meja kecil sana, Arman pun segera kembali ke dalam kamar untuk mengambil hpnya yang terletak diatas nakas samping tempat tidur. Kebetulan, saat itu, dua hp miliknya dan milik Kezia pun diletakkan bersebelahan semua. Arman pun lalu mengambil sebentar hp Kezia dan berniat membukanya, namun sayang hp itu terkunci dengan pola. Arman pun kembali memindai hp itu kembali dan membolak-balikkannya . "Lah, hpnya Cia merk finix toh? Finix berapa ya? Kirain hpnya apel kroak secara dia kan tim audit," ucap Arman sambil kembali meletakkan hpnya di atas nakas lalu segera mengambil kedua hp miliknya. "Kira-kira, mau gak ya dia tukeran sama yang fold? Ah besok tanya dah," putus Arman lalu segera pergi menuju balkon. Arman pun lalu duduk di ayunan dan membuka pesan di hp foldnya itu. Ada banyak pesan masuk dan rata-rata isinya masih hampir sama. Setelah membalas pesannya satu persatu, Arman pun lalu merubah PP WeAnya dan juga menambahkan mode pembayaran di akun IGe miliknya. Arman menyesap vapenya dan mengacak rambutnya sebentar. "Ternyata, nikah gak semudah dalam bayangan. Bingung sekarang gimana harus bagi waktunya," lirih Arman pelan. Tangannya pun beralih mencari kontak seseorang dan nampak ia diamkan sebentar. "Nanya gak ya? Duh, pusing banget ini ... dahlah, tanya aja mereka kan udah nikah jadi pasti lebih paham gimana cara bagi waktu antara utube dan istrinya." Putus Arman kemudian. Arman pun lalu mengirim chat kepada dua teman mabarnya yang kebetulan memang seorang utuber game juga yaitu Jess dan Teguh. Setelah menchat mereka, barulah Arman masuk ke dalam dunia gamenya. 'Welcome To Mobile Legend.' Arman terus sibuk dengan dunia gamenya, hingga tak sadar ada seseorang disana yang mendekati dirinya. "Astagfirullah,"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD