Arman nampak menggelengkan kepalanya pelan sedangkan Kezia nampak tertawa geli melihat wajah sang suami yang berubah menjadi pucat itu.
Kezia pun lalu memeluk tubuh lelakinya itu dan kembali mendusel seperti anak kucing pada induknya.
"Becanda, Bang, itu udah lebih dari cukup kok kalau cuma buat jajan aku doang mah," ucap Kezia sambil mengecup pipi sang suami.
"Beneran cukup, Ci?" tanya Arman memastikan dan mendapat anggukan dari Kezia.
"Kalau gak cukup bilang, Ci, soalnya aku sekarang lagi ngurangin jumlah jokinya. Yang biasa sehari bisa megang 10 akun, sekarang cuma bisa megang 5-6 akun doang, jadi pendapatan juga berkurang hampir setengahnya. Aku takutnya kalau ambil kek biasa, kamu marah-marah lagi," ucap Arman memberitahu.
"Gak apa-apa, Bang, siapa tau ada rejeki di tempat lain. Gak dapet dari joki, bisa dapet dari utube atau beli diamond dan skin," ucap Kezia lembut dan mendapat anggukan dari Arman.
"Bener juga sih, makasih ya, Sayang, pengertiannya," ucap Arman lembut.
Arman pun lalu menyandarkan tubuhnya di headboard, lalu mengambil HP Fold miliknya dan kemudian mengambil tubuh Kezia agar masuk ke dalam pelukannya.
"Ci, ini hp Abang, pake kode ini," ucap Arman sambil memberitahu pola hpnya.
"Ini ada uang hasil Mauren Shop sama hasil utube ada disini semua. Hasil utube biasanya muncul di tanggal 7-12 di email ... nah disini, ntar baru masuk ke BCA sekitar tanggal 26 sampe akhir bulan. Kalau uang joki tiap hari dan gak tentu, tapi paling rendah biasanya di 200 sampe 1 juta tiap harinya, makanya Abang ambil jalan tengah 500 sehari buat kamu," ucap Arman menjeda ucapannya.
Setelah itu, lengan Arman pun berpindah ke akun M-banking-nya.
"Ini pin M-banking-nya, di catet, tanggal nikah kita, nih saldonya untuk saat ini baru ada lima belas juta, terus di dana juga ada, ini pinnya, dan uangnya ada dua juta. Di catet ya," ucap Arman dan mendapat anggukan dari Kezia.
"Kok ngasih tau Cia, buat apa?" tanya Kezia sedikit penasaran.
"Karena kami istri Abang, jadi kamu harus tau semua tentang Abang termasuk darimana Abang dapet uang. Abang gak mau nanti kamu curiga macem-macem terus nuduh Abang punya simpenan cewek lain. Abang cuma setia sama kamu selama ini," jawab Arman dengan jujur.
Kezia melihat pancaran kejujuran dari wajah sang suami dan ia pun mengangguk.
"Terimakasih, Bang. Terimakasih udah jujur dan berusaha setia sama aku," ucap Kezia merasa terharu.
"Ah iya, satu lagi, hpmu Finix berapa?" tanya Arman kemudian.
"Hot 30i, Bang, yang ram 8+8," jawab Kezia.
"Gede juga itu, mau tukeran sama Fold punya Abang gak?" tanya Arman kembali.
"Fold?" tanya Kezia setengah tak percaya dan mendapat anggukan dari Arman.
"Fold yang ini?" tanya Kezia memastikan sambil menunjuk hp yang di pegang Arman.
"Iya lah, yang mana lagi emang?" tanya Arman dengan sedikit menggerutu.
"Wo jelas mau lah. Siapa yang nolak? Aku malah emang pengen banget tukeran tadinya, tapi gak enak, soalnya itu kan kamu beli sebelum kenal aku, eh emang udah rejekinya kali yak, dia nawarin duluan, jelas gak nolak lah aku haha," ucap Kezia sambil terkekeh geli.
Arman pun hanya menggeleng pelan lalu menguap karena sudah mengantuk.
"Abang tidur ya," ucap Arman dan mendapat anggukan dari Kezia.
Keduanya pun lantas merubah posisi duduknya menjadi tiduran. Arman pun kembali beringsut turun hingga posisinya pas tepat di d**a Kezia.
"Abang kenapa ngambil posisi disitu sih," gerutu Kezia sedikit kesal dan Arman pun hanya terkekeh saja.
"Mau ya?" tanya Arman sedikit menggoda.
Kezia pun hanya memutar bola matanya malas dan kemudian mengangguk setuju.
Arman pun lalu tersenyum dan mulai menyingkap kaos yang dipakai Kezia hingga kini terpampang jelas gundukan kenyal itu.
Arman tersenyum sebentar lalu segera menyambar kedua gundukan itu seperti bayi dan perlahan matanya pun terpejam.
"Duh, dasar bayi gede," gerutu Kezia pelan sambil membelai lembut rambut Arman.
Kezia pun hanya pasrah dengan apa yang dilakukan sang suami, meskipun saat itu ia merasakan sesuatu yang sedikit mendera. Namun, untuk saat ini, semua ia tahan dahulu.
Kezia pun akhirnya mencoba untuk memejamkan matanya menyusul sang suami tidur, namun ternyata ia sama sekali tak bisa tertidur.
Tak lama, pagutan bibir Arman pada dadanya pun telah terlepas sehingga kini Kezia bisa sedikit bebas bergerak.
Kezia pun segera mengambil hp Fold milik Arman dan membuka M-banking-nya lalu mentransfer uangnya sebanyak dua juta rupiah ke toko orensnya.
"Jatah jajan empat hari gak papa lah yah," ucap Kezia bermonolog.
Setelah mentransfer uang itu, Kezia pun segera bergerilya di aplikasi orensnya itu.
Kezia yang iseng terus memasukan barang dan langsung chekout hingga tak terasa adzan subuh pun berkumandang dan menghentikan aktivitasnya.
Ia pun lalu mengecek pesanannya dan sisa saldo di toko orensnya.
"Astagfirullah, mampus gua," ucap Kezia sambil menepuk jidatnya pelan.
Kezia pun bangkit dari tidurnya dan merubah posisinya menjadi duduk.
Ia kembali mengecek pesanan di aplikasi orensnya itu, dan benar saja semuanya telah terbayar sempurna.
"Duh, gimana ini, cuma sisa 20ribu doang dari dua juta. Bang Arman bakalan marah gak ya abis ini?" tanya Kezia nampak uring-uringan sendiri.
"Duh, udah ah liat gimana nanti aja, salah sendiri tadi dia ngasih pin sama kodenya terus ngasih jatah jajan juga, udah tau mata gua jelalatan gak bisa diem liat barang," ucap Kezia kembali tak mau disalahkan.
Kezia pun akhirnya memilih untuk bangun dan segera mandi agar pikirannya sedikit lebih tenang dan rileks. Apalagi, area intimnya juga sudah tak nyaman karena berhalangan.
Setelah selesai mandi ia pun segera beranjak lagi menuju kasurnya.
Ia melihat Arman yang saat itu masih tidur dengan begitu pulasnya.
Kezia membelai lembut wajah lelaki itu dan menciumnya.
"Abang, aku gak ngerti kenapa bisa setakut ini, padahal sebelum - sebelumnya gak pernah kek gini. Aku sering pacaran, tapi cuma sama Abang, aku rada takut dan bisa jadi diri aku sendiri. Aku sayang sama kamu, Bang, Love you," lirih Kezia pelan di depan wajah sang suami.
Kezia pun terus membelai wajahnya dan tak terasa kantuk pun mulai mendera dirinya.
Akhirnya, ia pun memutuskan untuk merebahkan dirinya kembali, mengambil lengan Arman untuk memeluknya dan kemudian memejamkan matanya di dalam pelukan lelakinya itu.
"Abang, maafin Cia ya yang udah ambil uang Abang ya, Cia ngerasa bersalah banget sekarang, maafin Cia ya," lirih Kezia kembali dan lama kelamaan matanya pun terpejam menyusul sang suami ke alam mimpinya.