Part 10

540 Words
Setelah selesai memilih pakaian, Keyla mengajak mereka ke bagian sepatu. Saat sampai, Keyla berdiri sambil melihat deretan sepatu yang ada. Sambil melihat, jari telunjuknya diletakkannya di dagu seperti seorang yang sedang berfikir keras. Lama dia berdiri tanpa memilih sepatu. Tidak lama setelah itu, dia melihat ke arah Karin dengan pandangan yang sulit diartikan sambil tersenyum lebar. "Ka...kamu kenapa Key? " Tanya Karin terbata bata. Dia merasa aneh dengan tatapan dari Keyla. Bukannya menjawab, Keyla malah berjalan ke arah Karin dengan tersenyum lebar. "Bantuin aku milih sepatu high heels ya, " Kata Keyla sambil menarik tangan Karin. "Huh! Aku kira kenapa." Karin menghembus nafas kasar. Hampir saja jantungnya melompat keluar karna kaget dengan kelakuan Keyla yang semakin aneh itu. "Hahaa santai aja kali, " kata Keyla sambil tertawa. "Kamu sih! Dari tadi kelakuannya aneh banget. " Kata Karin kesal. "Hehee yaudah maaf,maaf." kata Keyla lagi sambil tersenyum. Belum sempat Karin menjawab, Erick yang sudah bosan menunggu dan berdiam diri dari tadi berdehem. "Ehem." Keyla dan Karin serentak menoleh ke arah Erick. "Kenapa Rik? " tanya Keyla tanpa rasa bersalah. "Nggak. Aku kira kalian udah lupa kalau aku juga ada disini. Habisnya dari tadi aku tu kaya bayang-bayang aja. Nggak dipeduliin sama kalian. " jawab Erick sedikit kesal. Serentak Keyla dan juga karin tertawa terbahak-bahak. Erick hanya memutar bola mata, malas melihat respond dari mereka berdua. "Udah ketawanya? Aku pulang duluan aja ya." kata Erick lagi karna semakin kesal mendengar tawa mereka yang tidak berhenti. Sontak tawa mereka terhenti. "Jangan gitu dong Rik. Koq kamu tega sih mau ninggalin kami. " "Ya terus gimana? Udah aku nggak dianggap ada, pas nanya malah diketawain." jawab Erick. "Ya maaf. Kamu nunggu disitu dulu ya." kata Keyla sambil menunjuk sebuah bangku diluar toko. "Ya udah. Jangan lama ya. Aku lapar! Ini udah jam 12 kurang loh. Aku tu belum sarapan dari pagi. " kata Erick sambil berlalu ke arah bangku yang ditunjuk oleh Keyla tadi. Setelah kepergian Erick, Keyla dan Karin sibuk memilih sepatu untuk Keyla. Tak lupa Keyla juga meminta Karin untuk memilih sepasang untuk Karin sebagai tanda terima kasih karna sudah membantunya. Selesai melakukan pembayaran, mereka keluar dari toko dan menemui Erick yang sedang duduk sambil memainkan hp. "Rik, kita udah selesai nih." kata Keyla, dan disambut dengan pandangan kesal oleh Erick. "Lama banget sih. Aku tu udah hampir lumutan disini. " jawabnya. Keyla dan Karin hanya tersengih dan langsung menarik tangan Erick menuju ke restorant yang ada di mall itu. * * * * Di restorant Setelah memesan makanan, Keyla, Karin dan juga Erick sibuk berbincang. Banyak hal yang mereka bahas, sehingga membuat Keyla melupakan kesedihannya. Obrolan antara mereka bertiga berhenti saat pelayan datang menghantar pesanan mereka. Setelah itu mereka melanjutkan obrolan sambil makan. Saat sedang asik berbincang, tiba-tiba Keyla melihat dua orang yang tampak tidak asing sedang berjalan masuk ke restorant tempat mereka makan. Karin yang saat itu juga melihat, akhirnya hanya menepuk bahu Keyla pelan. Erick merasa diabaikan, karna dari tadi seperti bicara sendirian. Dari tadi dia berbicara, tapi tidak satupun yang menyahut omongannya. Saat mengangkat kepalanya, dia merasa aneh karna Keyla dan Karin seperti sedang memerhatikan sesuatu di belakangnya dengan raut wajah tidak bersahabat. Dia segera menoleh dan melihat apa yang sedang Keyla dan Karin perhatikan dari tadi. TBC
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD