Erick merasa diabaikan, karna dari tadi seperti bicara sendirian. Dari tadi dia berbicara, tapi tidak satupun yang menyahut omongannya.
Saat mengangkat kepalanya, dia merasa aneh karna Keyla dan Karin seperti sedang memerhatikan sesuatu di belakangnya dengan raut wajah tidak bersahabat. Dia segera menoleh dan melihat apa yang sedang Keyla dan Karin perhatikan dari tadi.
Ya, itu adalah pasangan pengantin baru yang menjadi punca Keyla sakit hati. Arga dan Cinta kelihatan begitu bahagia. Sepertinya pasangan pengantin baru itu tidak menyadari akan kehadiran mereka bertiga disitu.
Saat menyadari apa yang menjadi perhatian dari dua sahabatnya itu, seketika rahang lelaki itu mengeras. Erick yang sedang dikuasai emosi seketika bangkit dari duduknya.
Ketika dia akan menghampiri pasangan itu, soantak Keyla memegang tangannya untuk menahan Erick.
"Kamu mau ke mana? " tanya Keyla.
"Aku harus kasih pelajaran sama mereka. Dia udah buat kamu sakit hati Key. " ucap Erick menahan emosi.
"Udah Rick. Ngak usah." kata Keyla santai sambil kembali menyantap makanannya.
"Elo ngak apa-apa Key? " tanya Karin yang kuatir pada sahabatnya itu.
"Emangnya kenapa? Udah deh. Lanjut makan lagi. " kata Keyla sambil menarik tangan Erick untuk duduk.
Tidak dipungkiri bahwa hatinya sakit melihat raut kebahagiaan diwajah mantan tunangannya itu. Tapi dia tidak ingin larut dalam kesedihan.
'Aku akan pastikan, kau akan mendapat balasan yang setimpal karna sudah menghianatiku mas Arya. Akan kubuat kau menyesal!' tekad Keyla dalam hati.
Mereka menghabiskan makanan mereka dalam diam. Tiba-tiba Karin yang dari tadi memperhatikan pasangan itu bersuara memecahkan keheningan yang tercipta antara mereka.
* * * *
Pov Keyla
Di mobil
Setelah selesai makan siang di restorant yang ada di mall tadi, kami bertiga memutuskan untuk pulang karna hari ini Karin dan juga Erick ada kuliah jam 3 sore. Saat dalam perjalanan, Karin tiba-tiba saja berucap.
"Key! Rick! Aku koq kayanya kenal ya sama cewek tadi? Koq kayanya familiar." ujar Karin sambil meletakkan tangannya di dagu, seolah sedang berfikir keras.
"Siapa?" Tanya Erick. Aku hanya memilih untuk diam dan menyimak perbincangan mereka.
"Itu loh! Istrinya Arya. " jawab Karin manbil melirikku yang duduk di bangku belakang. Aku berpura-pura tidak tau dan menoleh ke jendela, melihat keluar.
"Maksud aku, dia siapa? Katanya kenalkan. " kata Erick sambil tetap fokus mengemudi.
"Hehee itu dia yang buat aku bingung. Aku nggak tau siapa. Dari tadi juga udah coba nginget. Tapi tetap nggak tau. " ujar Karin memelas.
"Makanya, kalau nggak tau jangan sok tau." ucap Erick lagi.
"Tapi.. "
"Udah diem. Aku lagi konsentrasi nyetir nih." Belum sempat Karin menyelesaikan ucapannya, malah dipotong sama Erick.
Aku hanya diam mendengar. Padahal aku juga begitu penasaran, karna aku juga merasa familiar dengan wajahnya. Tapi karna tadi aku hanya bisa melihatnya dari pinggir pas mereka masuk dan dia juga duduk membelakangiku,aku jadi tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.
Lama kami terdiam dan hanyut dalam fikiran masing-masing. Aku coba mengalihkan fikiranku dengan membuka sosmed. Aku membuka aplikasi berwarna biru. Iseng aku melihat-lihat story teman-temenku.
Apa aku coba liat postingan Mas Arya aja ya. Mungkin aja ada foto istrinya.
Aku mengetik nama mas Arya. Ada banyak akun yang muncul dengan nama itu. Tapi tidak satupun diantaranya akun mas Arya.
Koq akun mas Arya nggak ada? Apa mungkin aku diblokir sama dia ya? Huh.. Ya udah deh. Besok aku coba pinjam hpnya Karin aja. Setelah itu, segera aku keluar dari aplikasi biru itu.
Aku coba membuka aplikasi hijau tempat biasa kami berbalas pesan. Melihat story, tapi tidak satupun story mas Arya. Tumben. Aku membuka pesan kemarin.
Oh.. Ternyata aku diblokir. Pantas aja aku tidak bisa melihat storynya.
"Aku tau! " Suara Karin yang lumayan nyaring mengagetkanku. Erick mendadak mengerem. Mungkin dia juga sama terkejutnya denganku.
Untung saja jalanan sepi karna suda masuk ke komplex perumahanku.
"Aww" hampir saja Karin yang tidak memakai sabuk pengaman mencium mobil.
"Kamu tuh kenapa sih Rin? Ngagetin aja." marah Erick.
"Kamu yang kenapa. Ngerem koq mendadak. Liat nih bibirku hampir jontos. Untung aku cepat nahannya."kata Karin tak kalah kesal.
"Siapa suruh kamu teriak-teriak. Untung... "
"Udah-udah. Koq malah berantem." aku memotong kalimat Erick. Pusing aku mendengar perdebatan mereka.
Erick kembali melajukan mobil. Setelah hening sesaat, akhirnya Karin mulai membuka suara.
"Aku udah ingat siapa cewek tadi.. "
TBC