Dunia Baru Harapan Baru

1076 Words
Sudah 5 tahun waktu berlalu, tapi Olivia masih tidak bisa melupakan trauma dan kebenciannya pada saat duduk di kelas 6 SD, semua teman – teman yang menyakitinya masih jelas di kepalanya termasuk sosok Andrian yang sangat membekas, bagaimana tidak Olivia merasa kenakalan Andrianlah yang paling sangat tidak bisa ia terima dan karena adrian juga Olivia berjuang untuk merawat dirinya. Sekarang Olivia sudah berusia 17tahun gadis yang sudah mulai tumbuh dewasa dengan rambut yang panjang terurai kulit yang mulai memutih terlihat eksotis dengan d***a yang cukup mempesona untuk di pandang laki – laki, wajah nya yang bersih dengan bulu mata yg lentik menambah pesona Olivia remaja. Selama 5 tahun ini ia mulai diet dan merawat dirinya, dan semua itu tidak sia – sia, sekarang Olivia sangat berbeda dengan dirinya saat berusia 11tahun. Olivia berhasil menurunkan sekitar 25kg berat badannya, ia rajin ke tempat kebugaran. Bukan tanpa sebab dia melakukan semua ini, hal terbesar yang membuat dia termotivasi karena via sangat ingin kuliah seni di kampus impiannya, itu yang membuat Olivia sangat berjuang untuk memiliki penampilan yang lebih baik dari sebelumnya. Sudah 5 tahun Olivia menetap di Belanda tepatnya di kota Amsterdam tempat di mana mamanya bekerja dan menetap. Seperti janji mamanya setelah Olivia menyelesaikan sekolah dasarnya mamanya sudah mempersiapkan untuk Olivia tinggal dan melanjutkan sekolah di negeri yang terkenal dengan kincir angin nya. Dunia baru harapan baru seorang Olivia, di sini ia sangat diterima, penuh dengan teman – teman dari berbagai suku bangsa, semuanya memperlakukan Olivia sangat baik, semua teman – temannya sangat mengenal dengan Olivia yang ramah dan pintar, hari demi hari yang dilalui via penuh dengan warna dan kebahagiaan sangat berbeda saat usianya 11 tahun, harus menerima kenyataan mama dan papanya berpisah dan ia pun harus pindah ke sekolah yang dirinya merasa berada di neraka. ***** Hari ini hari minggu waktu yang sangat nyaman untuk bermalas malasan di ranjang, apalagi hujan gerimis menambah rasa kantuk lebih lama, masih dalam posisi rebahan di ranjang Via memandangi hujan melalui jendela besar di kamarnya, kamar Via yang terletak di lantai atas, jendala kamarnya yang menghadap ke arah taman diluar menambah kesan nyaman untuk berlama – lama di dalam kamar. Tap Tap Tap Terdengar sayup – sayup suara langkah ke arah kamar Via. “ Goedemorgen* anak malas ku” ucap mama meledek Via yang masih di dalam bekapan selimut tebalnya. * selamat pagi “ Hi mam ini tuh hari minggu, pagi – pagi sudah berisik saja di kamar ku” “ heiii besok kamu jadi enggak buat pendaftaran kampus mu? Sudah yakin belum dengan kampus yang bakal kamu pilih ? “ tanya mama sambil berjalan ke arah Via membawa sarapan pagi untuk Via. “Sudah ma, sesuai keinginan Via, Via mau ambil kuliah seni tari , di Amsterdam university of arts” “ya sudah jika itu keinginan mu, mama mendukung semua, sekarang bangun dari tidur mu, makan sarapan mu ini! “ Mama menyodorkan nampan yang berisi s**u diet, cereal gandum dan beberapa potong buah. “bedankt* mam “ ucap Via manja sambil mengambil nampan yang disodorkan mama untuk Via, dan Via pun langsung menyantapnya. Setelah menyantap sarapan pagi Via bergegas untuk mandi. *terima kasih Setelah selesai mandi dan menggunakan pakaian rumah Olivia langsung menuju ruang tamu. Di lihatnya pesan masuk ‘ternyata pesan dari Saddam ‘ “Olivia, besok kita berangkat bareng kan ke kampus? Aku akhirnya memutuskan untuk kuliah bersama, Ku rasa hidup ku akan sepi tanpa mendengar bawelnya kamu, ha ha ha” isi pesan Saddam sangat membuat Via senang dan juga jengkel karena temannya ini suka meledek dan menjahili nya walaupun sebenarnya Via menyukai keusilan temannya itu. Via langsung membalas pesan dari Saddam. “ bilang saja kamu tidak bisa lepas dari pesona ku Saddam, ha ha ha, oke besok jam 7 kamu harus sudah sampai dirumah Ku, kalau lewat bakal Aku tinggal kamu, weekkk” ledek bahagia Via karena bisa membalas ledekan temannya itu. Ting .... Suara pesan masuk. “ Halah palingan kamu yang bakal kesiangan! Kamu kan malas, ha ha ha, oke besok jam 7 aku menjemput mu, see you”. Seharian via hanya bercengkrama dengan mama dan bermalas malasan di kamar, tak banyak yang di lakukannya, karena esok hari ia akan sibuk. Jika Via diterima di kampus impiannya Via juga harus pindah ke apartemen mahasiswa yang berada tidak jauh dari kampus. Letak rumah Via yang jauh dari kampus membutuhkan waktu sekitar 1 sampai 2 jam, dan itu sangat memakan waktu untuk dirinya. ***** Waktu sudah menunjukkan pukul 6.30 pagi Olivia yang sudah bersiap berpakaian dan tidak lupa berdandan sedikit agar terlihat fresh, di sapukannya sunblock cream, dirapikannya alis dengan pensil alis, dan di polesnya bibirnya menggunakan lipmatte berwarna nude, Olivia terlihat sangat memukau hanya dengan sedikit berdandan, di ikatkannya rambutnya ke atas sehingga terlihat leher jenjangnya menambah kesan seksi. Olivia langsung menuju ke ruang makan di ambilnya jus jeruk, roti gandum dan selai kacang untuk sarapannya hari ini sebelum dia beraktivitas yang akan seharian di luar rumah. Sambil melahap sarapannya terdengar suara bel yang membuat olivia berhenti melanjutkan aktivitas makannya dan langsung menuju pintu rumah dan membuka pintu, terlihat Saddam yang sudah berdiri di teras rumah Olivia. “Sudah sampai saja kamu” Senyum manis Olivia menyambut kedatangan Saddam. “ Sudah donk, aku enggak mau terlambat untuk hari pertama ku menuju kampus, bagaimana langsung jalan sekarang kita? “ “ Bentar, aku berpamitan sama mama dulu ya, kamu mau masuk apa tunggu di teras? “ “ Aku tunggu disini saja “ Olivia langsung menuju ke kamar mama untuk berpamitan ke kampus. Tok. . Tok.. Tok.. “ Ma via masuk ya” Olivia langsung masuk ke dalam kamar mama, mama yang juga sedang bersiap untuk berangkat kerja menoleh ke arah Via. “ Sudah mau jalan sekarang ya?” “ Iya ma, Saddam sudah di depan, Via pamit dulu ya ma, oh iya Via sama Saddam juga bakal makan siang di luar ma, kami sudah Janjian untuk makan di dekat area kampus, jadi mama enggak usah masak ya buat Via” “Oke, hati – hati ya di jalan, have a nice day baby” mama mencium kedua sisi pipi Via dan Via mencium tangan mama dan langsung turun menuju Saddam yang sudah menunggu Via. “Saddam ayo, jalan sekarang?!” “Ayo kalau sudah siap, biar cepat sampai, sudah enggak sabar lihat cewek – cewek disana” “Dasar! Cewek saja taunya huft, ya sudah ayo jalan sekarang” mereka berdua langsung meninggalkan rumah Olivia dan menuju halte bus untuk langsung berangkat ke kampus.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD