BAB 11

1167 Words

“Bangun!” Suara Bala membangunkan Anggana dengan kasar. Anggana terpaksa membuka matanya yang masih lengket, perlahan mendudukan tubuhnya di kursi tempatnya tidur. Bala –adik Kara yang kemarin memukul Anggana masih terlihat tidak suka dengan kedatangan Anggana di dalam rumahnya. “Bangun, kita harus mencari singkong untuk di masak,” ucap Bala. Anggana mengikuti Bala, berjalan di belakangnya menyusuri batuan yang cukup terjal. Mereka sampai di sebuah gundukan tanah dengan berbagai macam tanaman yang subur. Ada beberapa buah-buahan yang terlihat menggantung, sangat menggugah selera perut lapar milik Anggana. “Kamu petik buah, agak banyak.” “Seberapa banyak?” “Cukup banyak!” jelas Bala dengan kasar. “Kakang mau pergi ke medan perang, untuk bekal.” Ada pertanyaan di benak Anggana tetapi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD