"Dari mana?" "Mama, bikin kaget aja. Dari kantor." "Maya bilang kamu udah keluar dari sebelum jam pulang." "Aku pergi ke tempat lain dulu. Mama kan bawa Saga keluar. Aku juga ngapain di rumah kalau nggak ada siapa-siapa." "Pergi ke tempat lain itu ke mana?" "Beli makanan buat Saga. Kayaknya iya bosan makan tim terus. Jadi aku beliin makanan lain, biar dia coba." Ervan memperlihatkan kantung keresek yang ia bawa. "Lagian Mama ini kenapa sih? Nanyanya udah kayak ke anak ABG labil." "Kamu bukan ABG labil. Tapi Bapak-bapak labil yang lagi love love," sindir Yeni. Ervan hanya terkekeh. Tak berniat menanggapi ejekan ibunya. Mungkin memang benar. Seiring pertemuan antara ia dan Aluna karena Sagara, entah sejak kapan ada rasa yang tumbuh. Perlahan, hangat, dan memalukan. Tetapi hingga saat

