47. Perkenalan Permata

1102 Words

"Malah bengong. Sana mandi sebelum gendong Saga." Yeni menepuk pundak putranya. Ervan yang sempet melamun saat teringat kejadian lalu di mana ia gagal melamar Aluna, melonjak terkejut. "Iya. Ini juga mau." Berlalu pergi ke kamar. Tidak ada siapa-siapa di sana. Sagara pasti di kamar ibunya. Gegas ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah beberapa menit, ia sudah berpakaian santai dengan wajah tampak lebih segar. Ervan mengambil ponsel lalu mengisi daya. Saat akan keluar, netranya tidak sengaja melihat sesuatu di dekat tiang lampu tidur. Diraihnya benda itu. "Ini kan cincin yang aku beli untuk Aluna waktu itu. Kenapa bisa ada di sini? Apa mama yang nemuin? Tapi, kalau memang benar mama yang nemuin, pasti mama interogasi aku. Ini enggak." Ervan mengernyit bingung. Namun ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD