Ervan segera menarik tangannya saat menyadari keberadaan Aluna. Wanita itu menghampiri. "Saga udah tidur. Saya permisi," pamitnya kemudian berlalu tanpa menunggu tanggapan. "Aku antar!" Ervan mengikuti langkah Aluna yang begitu cepat berjalan. "Luna, tunggu!" Aluna berhenti melangkah tanpa berbalik. "Gak usah antar. Aku bisa pulang sendiri." Kembali menggerakkan kakinya. "Gak bisa. Kamu ke sini sama aku. Aku harus antar kamu pulang." "Aku bukan anak kecil." "Gak ada yang bilang kamu anak kecil." Ervan berusaha mengejar langkah wanita itu. "Luna, tunggu!" Akhirnya berhasil menghadang. "Apa?" Aluna menatap pria itu. Entah kenapa, ada rasa kesal yang memenuhi hatinya kini. Ah, semua ini gara-gara Devi yang telah meracuni pikiran dengan mengatakan bahwa Ervan menyukainya. Tidak. Devi t

