Zia belum pulang. Seharusnya dia sudah selesai bekerja di pabrik roti. Kenapa dia belum pulang? Aku dan Clara menunggu di kamar kost-ku, yang sewanya masih terhitung beberapa hari. Kulihat Clara memeriksa beberapa sudut ruangan, sekeliling kamar dan termasuk balkon. “Apa kost ini khusus wanita?” tanyanya, aku mengangguk. Aku lupa memberitahu Clara kalau tempat ini hanya untuk wanita saja. Maka dari itu aku meminta sopir dan pengawal menunggu di luar kost di tempat parkir. Kamar Zia masih sepi. Aku sudah tak sabar untuk bertemu dengannya. Apa kabar mantan wanita tahanan? Aku tergelak dalam hati mengingatnya. “Apa isi tas ranselku?” Rupanya Clara masih memeriksa, kali ini dia penasaran dengan tas ranselku yang tertinggal di sini. “Periksa aja,” jawabku sesantai mungkin. Tetapi kulihat C

