Adi Arjuna, sosok pemuda yang ia kenal lewat grup literasi dan berakhir menjalin hubungan dengannya sampai hari ini. Kemala sendiri menikmati hubungan jarak jauh nya tanpa memikirkan ocehan orang lain mengenai hubungan LDR yang jarang berhasil, meski terkadang rasa bosan dan jenuh membuat ia mulai berpikir bagaimana hubungannya ke depan jika hubungan seperti terasa hambar.
Akhir-akhir ini juga Adi semakin jarang memberinya kabar dan kembali seperti awal dulu. Kemala yang selalu fast respon berbanding terbalik dengan Adi yang selalu slow respon. Begitu pula sebaliknya. Yang intinya hubungan flat yang sedang berada di titik jenuh.
Hari ini Kemala berniat ingin menyelesaikan semua rasa bosannya, semoga saja Adi bisa bekerja sama sehingga hubungan mereka bisa kembali berwarna seperti biasanya.
"Yang..." Tulis Kemala dalam pesannya yang ternyata langsung centang biru. Sedikit heran sebenarnya, tapi yasudahlah, lagian ada untungnya Adi mendadak fast respon.
Mas
"Iya, yang. Kenapa?" Balas Adi yang membuat Kemala yakin jika kekasih nya tengah berada di mood yang baik.
"Sibuk gak?" Tanya Kemala lagi, yang ternyata bukan di balas Adi dengan pesan, melainkan langsung memanggil dirinya dengan video call.
Terpampang wajah Adi dengan rambut gondrong yang terikat ke atas layaknya Upin Ipin. Kemala yang melihat itu sontak langsung terkekeh geli terlebih ketika wajah Adi yang sama sekali tidak ada imut-imutnya berusaha pemuda itu buat seimut mungkin.
Kemala semakin terkekeh ketika rambut kriwil milik Adi yang panjangnya sebahu itu disatukan dan terlihat seperti sebuah tugu di atas kepala.
"Itu ngapain sih rambutnya ya Allah.."
Adi memegang rambutnya lalu terkekeh dan melepas ikatan itu sehingga rambut gondrong langsung terurai panjang. Tak lama setelahnya Adi membela rambut nya menjadi dua bagian, layaknya model rambut zaman dulu yang klimis dan memiliki belahan di tengahnya.
"Astaghfirullah ya Allah, doi siapa ini b****k nya hahahah..."
"Hahaha... Doi Mala lah, emang doi siapa lagi?" Sahut Adi dari seberang sana sambil mengumpulkan rambutnya menjadi satu lalu kembali mengikatnya.
"Pangkas kenapa, Mas." Pinta Kemala untuk kesekian kalinya. Dan entah kerasukan apa, Adi yang biasanya berkata belum puas ini malah mengucapkan sebuah kalimat yang membuat Kemala merasa senang seketika.
"Iya, nanti mau pangkas sama agung."
"Serius?" Tanya Kemala kurang yakin, sebab ia tahu bagaiman kerasnya Adi mempertahankan kegondrongannya.
"Iya, mau pangkas nanti sama agung."
"Alhamdulillah ya Allah, akhirnya engkau berikan hidayah kepada doi hamba untuk memangkas rambut kribo nya," ujar Kemala dengan kesenangan luar biasa, entah mengapa hatinya terasa sangat lega sekali sekarang. Seolah salah satu bebannya terangkat.
"Siapa rambut kribo? Ngada-ngadi kamunya. Rambut aku gak kribo lah." Protes Adi yang tidak terima dikatain rambut kribo oleh Kemala.
"Mas lah, siapa lagi? Rambut Mala lurus kok, rambut mas itu kribo gak dipangkas-pangkas."
Adi menatap Kemala dengan sinis sambil bibirnya komat-kamit layaknya menyumpah serapahi gadis yang saat ini tengah tertawa ngakak itu. Ia meneliti rambutnya di kamera, menang benar sih jika bentuk rambut gondrongnya swditik keriting, tapi tidak kribo juga namanya.
"Cangkemu, La. Pengen tak iket rasanya."
Kemala kembali tertawa keras, gadis yang mengenakan jilbab instan berwarna abu-abu itu bahkan tidak sadar jika tawanya terdengar sampai ke luar rumah. Para tetangga nya yang tidak mengetahui ia memiliki kekasih mulai berspekulasi yang tidak-tidak.
"Kayak bisa aja ngiket cangkem... Dah lah, sana pangkas."
"Iya kan nanti sore gak sekarang juga lah dodol."
Kemala kembali tertawa, apalagi ketika Adi dengan sengaja memajukan bibirnya yang tebal sembari menatapnya dengan mata yang sinis dan menyipit. Lama mereka saling tatap seperti itu, sampai beberapa saat kemudian, keduanya kembali tertawa bersama seperti tidak ada beban.
"Love you," ujar Adi secara tiba-tiba. Kemala yang sedang tertawa semakin melebarkan tawanya dengan hati yang cukup berdebar, padahal ini sudah ucapan kesekian kalinya.
"Love you to." Balas Kemala dengan detak jantung yang di luar kendali . Harap maklum, Kemala belum pernah bucin selama setahun terakhir, bucin kemarin dia terlalu b**o jadi gak pernah dapet doi semanis Adi.
"Yaudah aku mau pangkas yah, nanti aku telpon lagi." Pamit Adi yang langsung diangguki Kemala. Gadis itu menanti penampilan terbaru milik kekasihnya, semoga saja model rambut yang dipilih Adi tidak mengecewakan.
Sembari menunggu kabar dari kekasihnya, Kemala menyicil bab untuk di update dalam keryanya yang terbaru, semoga saja idenya terus mengalir sehingga tidak ada kendala sampai cerita ini ending. Dan Kemala juga tengah menunggu pengumuman sinopsisnya dua lagi yang belum ada kabar lolos atau tidaknya. Semoga saja sore ini ada dan ia bisa mengikuti kontes yang ada di aplikasi tempat nya bekerja.
Niat nulisnya hilang seketika, ketika melihat grup yang sedang rame membahas sesuatu. Ia membuka grup rumpi yang ternyata tengah membahas Withdraw yang juga belum aprove dari perusahaan, padahal sudah memasuki tanggal belasan, dan hal ini yang membuat para penulis ketar-ketir.
Kak Laila
Papa Sam... Kapan gaji saya di aprove.
Kak Nur
Padahal coklat udah berjejer di rak Indomaret.
"PAPA SAM, AYO APROVE. NANTI MALA KASIH KISS DEH." Ketik Kemala dengan huruf kapital semua, seisi grup langsung ngakak, tapi berbeda dengan Laila yang sudah mengetahui hubungannya dengan Adi langsung menegur dan memberikan kode keras.
Kak Laila
Heh, inget mamas nya.
Kemala hanya tertawa ngakak, awalnya ia sempat panik, takut ketahuan dan responnya akan seperti Ana. Sudah cukup ia merasakan bagaimana dampaknya jika dighibahi, jangan sampai ada lagi cerita tentang dirinya yang terdengar sampai ke telinganya.
Dan beruntung ternyata di grup sama sekali tidak ada yang menyadari nya, semua hanya fokus dengan Withdraw yang belum juga di aprove oleh perusahaan. Pada masa seperti ini terkadang membuat ia tertawa dan grup akan terasa sangat ramai sekali. Akan ada beberapa penulis yang ngedumel, lalu kemudian ada penulis yang menyemangati. Terlebih ketika Withdraw penulis lain saling tikung yang dalam artian yang Withdraw pertama tapi aprove terakhir. Drama ini akan terus berlanjut setiap harinya koka terjadi aksi saling tikung.
Kemala yang Withdraw pada tanggal dua dan sudah ditikung oleh tanggal 3,4 dan 5 tentu saja khawatir, tapi untungnya ada Adi yang selalu mengingatkan tidak perlu heboh, perusahaan akan tetap menggaji kamu meskipun akan telat.
Tapi yang namanya gaji akan menjadi sesuatu yang paling ditunggu cairnya, mungkin hal ini jugalah yang menjadi pemicunya. Sama halnya dengan Kemala yang akan sangat gusar dan panik ketika dirinya tertikung, maka penulis lain juga sama dengannya