Bab 16 : Sahur pertama, Gagal!

1074 Words
*Membaca Al-Qur'an lebih utama* Malam harinya begitu terasa sangat meriah bagi Kemala, pasalnya banyak masyarakat yang menyambut antusias bulan ramadhan yang sudah ditentukan oleh pemerintah jatuh esok hari. Kemala bersiap menuju mesjid untuk sholat tarawih, sedangkan Adi sendiri sudah melaksanakan sholat tarawih terlebih dahulu lantaran perbedaan waktu antara sumatera Utara dengan Lampung. Sesampainya di mesjid Kemala hanya bisa meringis pelan melihat betapa ramainya mesjid sampai penuh dan sesak. Masih awal puasa, coba nanti di pertengahan? Paling banyak hanya dua shaf. "Bu." Kemala sedikit melihat ke arah kumpulan anak kecil yang merupakan murid-murid nya berada di dalam mesjid dan tengah tersenyum menyapanya, posisinya berada di luar karena tidak kebagian tempat. "Jangan ribut, yah. Diem aja di situ." Wanti-wanti Kemala. "Iya Bu." Kemala memilih tempat yang berada di ujung, sehingga ia bisa memantau siswanya yang berada di dalam. Biasanya di pertengahan sholat, beberapa anak akan keluar pulang, atau ada yang keluar masuk mesjid dengan alasan pergi buang air ke kamar mandi yang nyatanya akan ngobrol bahkan melewatkan beberapa rakaat. Ketika sholat isya akan dilaksanakan, tampak beberapa anak muridnya yang masih asyik bersenda gurau di depan kamar mandi tanpa mengindahkan imam yang sudah mengucapkan takbir. "Reno, Bayu, Aufal?" Panggil Kemala membuat siswa yang ia panggil itu melihat ke arahnya lalu langsung berlari masuk ke dalam mesjid. Hingga di depan kamar mandi itu hanya ada remaja-remaja tanggung. Melaksanakan sholat dengan khidmat, kembali melirik siswanya yang setelah sholat isya langsung berlari menuju kamar mandi. Dengan cepat Kemala langsung melotot memperingati dan kebetulan Aufal tertawa dan berlari masuk lagi ke dalam. Dan selama sholat taraweh, setiap saat begitu rakaat selesai langsung melirik ke arah kamar mandi sampai sholat taraweh selesai di laksanakan. *** Sepulang sholat, Kemala meraih ponsel nya yang ternyata sudah ada pesan dari Adi setengah jam yang lalu. Ia segera membalas pesan itu yang ternyata langsung centang biru. Mas Baru pulang? Aku udah dari tadi. "Iya, baru pulang mas. Lagian kan beda waktu lah, besok juga buka puasa mas duluan pasti." Mas Hahahah... Bagus lah, bisa godain Mala. Mala sedikit tercengang membaca sederet pesan yang sialnya itu sangat menggemaskan, sejak kapan ada orang yang meu menjahili laporan terlebih dahulu? Tidak ada boys. Cuma Adi seorang. "Iya, suka-suka mas aja lah." Balas Kemala. Paling tidak menunggu waktu berbuka nanti ia tidak booring. Mas Jangan lupa banguni nanti yah. "Yoi bray.... Aman itu, Selo!" Kemala tersenyum misterius mengingat semua rencananya. Ia bahkan sudah memasang alarm dari pukul dua pagi sampai pukul empat dengan tenggang waktu lima menit sekali, bayangkan bagaimana banyaknya alarm yang ia buat demi bisa membangunkan si buaya untuk pertama kalinya. Maklum, ini sejarah besar dalam hidup Kemala dalam dunia perbucinan. Sebelum-sebelumnya tidak sampai ramadhan sudah end duluan.. Kemala tertawa sendiri melihat kembali alarm yang telah ia pasang, sedikit ragu sebenarnya untuk bisa bangun, tapi demi si buaya tak apa.ia coba. Dan lagian ia sudah memilih nada yang sangat keras sekali, yaitu lagu milik idol nya Exo yang berjudul lotto, yah dirinya memang Fangirl dan tergabung dalam club EXO-L, makanya jangan heran kalau di galeri bahkan di list musik miliknya ada banyak foto dan lagu Exo. Bahkan emak nya sendiri akan langsung kesurupan jika jiwa Fangirl Kemala kambuh. Seperti pagi tadi ketika emaknya sedang sibuk membersihkan bulu ayam di kamar mandi, dirinya yang sedang bertugas mengepel lantai memutar musik berbahasa korea itu dengan keras, alhasil si emak langsung kesetanan dan mengeluarkan teriakan nya dengan kekuatan penuh mengalahkan musik yang sedang di putar. "MALA!!! LAGU APA NYA YANG KAU PUTAR ITU? NGOMONG ALIEN ATAU APA? GAK TAU MAMAK ARTINYA." Kemala yang mendengar nya sontak langsung mengecilkan volume suara sebelum emaknya datang dan menghancurkan semua jiwa ke Fangirl an nya. Mengingat hal itu, Kemala kembali tertawa geli di tengah sunyinya malam, mungkin esok pagi drama mengenai lagu Korea akan mulai terdengar sebab ia memasang lagu itu untuk semua alarm Yang telah ia setel. Adi sudah pamit tidur sedari tadi, dan sekarang ia juga harus tidur agar besok lagu lebih mudah bangun tanpa harus menunggu alarm yang terakhir. *** Suara lagu Exo menggema seantero rumah, bahkan tetangga mungkin juga bisa mendengarkan lagu yang musiknya cukup membangunkan orang yang terlelap, tapi itu tidak terjadi kepada Kemala, gadis itu masih asyik dalam dunia mimpinya tanpa sadar jika alarm pertama dan kedua sudah terlewat. Ika yang tidur tepat di sebelah Kemala dan dengan kurang ajarnya kakak gak ada akhlaknya itu meletakkan ponsel yang sedari tadi berisik di bawah bantalnya, alhasil yang keganggu bukannya Kemala malah dirinya, ia kembali mematikan ponsel yang sudah berdering ke tiga kalinya itu dengan kesal. Menatap Kemala dengan penuh permusuhan, Ika meletakkan ponsel miliknya tepat di sebelah telinga kiri Kemala lalu melanjutkan tidurnya tanpa memikirkan jika sang kakak bisa saja nanti memberinya pukulan maut. Semenit, dua menit hingga lima menit kemudian dering ke empat berbunyi yang tandanya sudah pukul 02:20 Wib. Kemala yang tadinya terlelap langsung terlonjak kaget melihat ke arah bawah bantalnya dengan linglung, lalu meraih ponselnya dengan santai mematikan alarm dan tertidur kembali. Gadis itu bahkan melupakan misinya membangunkan Adi si buaya sss. Sampai alarm ke 12 kalinya yang artinya sudah menunjukkan pukul tiga pagi, Kemala yang sedang asik tertidur di kagetkan dengan pukulan maut dari emaknya yang memasang wajah garang. Mengumpulkan nyawanya dengan cepat sampai membuat kepalanya oening dan sedikit oleng, Kemala menatap emaknya dengan santai seolah tidak terjadi sesuatu. "Kemala sih Mak? Masih ngantuk Mala." "Ngontak-ngantuk lambemu, itu alarm mu matikan dulu, bising kali dari tadi. Lagian masang alarm banyak kali entah buat apa, masih pagi kali ini buat sahur," ujar emaknya yang pada akhirnya menyadarkan Kemala atas sesuatu yang amat penting. Membangunkan Adi! Melihat jam yang sudah pukul tiga lewat lima menit, Kemala mengaktifkan data Internetnya dan langsung terkejut begitu melihat panggilan tak terjawab dari Adi begitu banyak, bahkan pesan pemuda itu yang membangunkan dirinya membuat ia meringis seketika, ini mah kebalik dudul, bukan dirinya yang membangunkan Adi, tapi ia yang dibangunkan. Mas Baru bangun? Pesan Adi langsung masuk mungkin kekasihnya itu juga tengah memainkan ponsel dan kebetulan melihat pesannya yang centang biru. "Udah, Mas. Maaf Mala gak kebangun tadi, padahal udah pasang alarm banyak." Mas Gak papa, masih ada 29 malam lagi hahahah... 29 malam? Akh, ternyata cukup lama juga ia harus berteman dengan suara alarm di pagi buta seperti ini. Dan semoga saja emak nya itu bisa mengerti jika anaknya sedang kesurupan setan bucin. Berarti misi hari pertama gagal! "Semoga besok gak gagal lagi! Alarm kurang ajar memang, coba tadi dia ngomong gitu paling gak banguni nya nabok kan langsung bangun akunya ."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD