Change!

1071 Words
"Sekarang coba kamu menggerakkan kakimu dan berjalan" Mengikuti perintah Azka, Feyna lalu mencoba menggerakkan kakinya. Ia merasakan bahwa kakinya kini merespon apa yang diperintahkannya. Tanpa menunggu lama ia mencoba berjalan kembali dengan kedua kakinya. Karena kakinya sudah lama tidak digunakan untuk berjalan, maka semua ototnya masih kaku. "Sayang" Melihat anaknya kesulitan berjalan, Ayah Feyna langsung membantunya berjalan. "Jangan dipaksakan, biar semua otot-otot di kakimu beradaptasi terlebih dahulu" Azka berkata sambil ikut berjalan bersama mereka. Ayahnya begitu bahagia melihat Feyna bisa berjalan kembali, sekarang ia benar-benar mengagumi Azka. Mereka terus melatih Feyna berjalan kembali sampai sore hari. Karena Feyna terlihat begitu bahagia jadi mereka terus menemaninya. Ayah Feyna terlihat begitu bahagia, ia juga merasa bersyukur bahwa Tuhan telah mempertemukannya dengan Azka. >>> Di salah satu kantin mewah didalam rumah sakit, dimana privasi para customernya sangat diutamakan. "Adik, terima kasih banyak telah membantu Feyna berjalan kembali. Jika ibunya tau Feyna bisa berjalan kembali, dia pasti akan sangat bahagia" Feyna terus tersenyum mendengar perkataan Ayahnya, ia pun berucap "Ayah, nanti telpon Mamah ya. Bilang Feyna sudah bisa berjalan" "Iyah nak pasti, nanti ya kita kabarin Mama" Setelah percakapan singkat, mereka lalu melanjutkan menyantap makanan yang telah tersedia di meja makan. Bahkan Azka makan dengan lahapnya, seumur hidupnya baru kali ini ia memakan makanan senikmat ini. Feyna dan Ayahnya juga tidak memperhatikan cara makan Azka, karena bagi mereka ini adalah hari bahagia untuk semuanya. Lalu mereka berbincang kembali secukupnya karena hari sudah malam. Kemudian Azka juga berjanji akan membantu mengobati Feyna esok hari. Si Bos juga sadar diri, bahwa Azka masih dalam proses penyembuhan. Jadi ia tidak ingin terus mengganggu Azka. >>> Ketika Azka sedang berjalan kembali ke ruang perawatan VIP nya, ia dikejutkan oleh suara sistem di kepalanya. *Ding* Terdengar suara sistem *Selamat, host mendapatkan 500 point karena telah membantu orang lain* Belum selesai Azka terkejut, kini kembali terdengar suara system di kepalanya. *Ding* *Selamat, host mendapatkan bonus 1000 point karena berhasil menyembuhkan penyakit* 'Hahh, aku  mendapatkan point' *Ya, karena kamu membantu orang lain maka kamu mendapatkan point. Semakin banyak kamu membantu dan menolong sesama, semakin banyak pula point yang kamu dapat. Point yang kamu dapat tergantung sistem yang memberikannya, jadi tidak ada ukuran dalam setiap perbuatan baik* *Apa gunanya point-point ini* Azka bertanya melalui kesadarannya. *Banyak sekali kegunaannya, salah satunya kamu bisa membeli berbagai macam kemampuan* *Membeli? memang apa yang bisa dibeli* Azka jadi semakin penasaran mendengar perkataan system dikepalanya ini. *Baik, saya akan menunjukkan sebagian daftar yang bisa kamu lihat dengan point yang kamu miliki* Dalam sekejap terlihat list berbagai macam kemampuan yang bisa dibeli. 1. Silat Kuno Teratai Merah Level 1 = 1000 Point. 2. Mata Surgawi Level 2 = 1500 Point 3. Kitab Pengobatan Legendaris = 500 point *Hanya tiga?* *Ya, dengan point mu yang sekarang hanya bisa membeli salah satu daftar tersebut. Jika ingin melihat semuanya kamu bisa membeli katalog belanja dengan harga 2000 point* *Hanya sebuah katalog 2000 point, mahal sekali* Azka begitu terkejut ketika mendengar mahalnya harga untuk sebuah katalog. *Tidak mahal, namun kamu saja yang miskin* Menanggapi respon Azka, system itu hanya membalasnya dengan dingin. *Heii, seenaknya saja. Aku baru mendapatkan sistem ini belum lama* *Ya mangkanya host kerja donk, jangan malas. Kamu kan bisa meningkatkan point dengan membantu orang lain* *ya ya ya, aku akan kerja. Selain membantu, apalagi yang dapat meningkatkan pointku?* Azka penasaran dengan point yang ia punya, jadi ia ingin segera meningkatkan point yang dimilikinya. *Kamu bisa menolong orang yang kesusahan, membunuh pejahat dan menukarkan emas murni* *Menukarkan emas murni?* Azka bingung dengan yang satu ini, bagaimana bisa emas murni ditukarkan dengan point. *Ya emas murni, tidak semua emas itu memiliki emas murni didalamnya* Jawab sistem secara singkat. *Hmm, baiklah aku sedikit mengerti* Azka menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan dari sistem. *Apakah host ingin menukarkan point atau tidak* *Aku ingin, tapi aku bingung mana yang harus aku beli dengan point ini. Apakah kamu ada saran?* *Karena host sudah memiliki seni pengobatan kuno, sebaiknya host menukarkan point dengan Kitab Pengobatan. Karena kedua kemampuan itu saling terkait* *Baiklah aku setuju denganmu* Azka setuju mendengar saran dari system. *Apakah hanya ini saja* System kembali mengkonfirmasi permintaan Azka. *Mmm tunggu, sepertinya saya butuh seni beladiri. Saya mau menukarkan yang tersisa dengan Silat Teratai Merah* *Oke siap, saya konfirmasi kembali penukarannya. Kitab Pengobatan Legendaris dan Silat Kuno Teratai Merah akan ditukar dengan 1500 point. Apakah host setuju?* *Setuju* Azka menjawabnya tanpa ragu. *Baik, apakah ingin sekarang juga atau nanti?* *Lakukan 10 menit lagi* Kata Azka menambahkan. *Baik* Setelah itu, Azka lalu sedikit berjalan cepat untuk kembali ke kamarnya. Tidak lama setelah Azka sampai dikamar dan berbaring ditempat tidur, sistem pertukaran point mengkonfirmasi kembali terkait penukaran point. Azka langsung menyetujui permintaan sistem tersebut. Tidak perlu menunggu lama, ia kembali merasakan kesakitan yang luar biasa di kepalanya. Berbagai macam ilmu pengetahuan kembali memasuki otaknya. Disaat rasa sakit dikepala belum hilang, kini Azka merasakan rasa sakit itu merambat ketubuhnya. Ia mencoba untuk tidak teriak menahan rasa sakit tersebut sampai akhirnya ia pingsan tidak sadarkan diri. Keesokan harinya Azka terbangun dengan tubuh yang terasa begitu segar. Karena masuknya energi teratai merah menyebabkan tubuhnya langsung sembuh dan bahkan kini lebih kuat. Tubuh Azka otomatis terbentuk dengan begitu proporsional dan otot-otot tubuhnya terlihat lebih kekar. "Ahh, apa yang terjadi dengan tubuhku ini" Azka yang tengah mandi begitu kaget melihat perubahan fisik pada dirinya. Badannya menjadi lebih berisi, dadanya yang bidang dan otot perutnya yang menjadi six pack. Karena merasa tubuhnya begitu segar, ia lalu segera menyelesaikan mandinya dan ingin meminta ijin kepada pihak rumah sakit untuk bisa segera meninggalkan rumah sakit ini. Setelah mandi, Azka segera menelpon Boss nya yang sekarang tidak lain adalah Kakaknya. "Hallo Kak, aku merasa sudah sangat sehat. Aku ingin segera meninggalkan rumah sakit ini" Kakak Azka tentu saja senang mendengarnya, setelah pembicaraan singkat ia lalu mengijinkan Azka untuk meninggalkan rumah sakit tersebut. Kakak Azka memintanya untuk menunggu sebentar, karena ia akan mengutus orang untuk menjemput Azka. Di sebrang telpon Kakak Azka juga mengabari istri dan anaknya kalau adik angkatnya sudah sembuh. Ia ingin mengundang Azka untuk datang kerumah. Tentu saja istri dan anaknya senang mendengar hal itu. Di dalam kamar rumah sakit Azka kembali berlatih seni silat yang baru saja ia terima. Tanpa sadar Azka dapat menggerakan seni silat tersebut dengan begitu lancar layaknya seorang master beladiri. Semua gerakan sudah terekam didalam kepalanya. Ia merasa bahwa ia telah mengusainya latihan ini puluhan tahun lamanya. "Hebat sekali seni silat ini" Azka begitu mengagumi seni silat yang sekarang telah ia kuasai.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD