Azka benar-benar tidak habis fikir. Dirinya yang dulu kurus dan sangat lemah, kini menjadi orang yang kuat seperti ini. Tidak pernah terbayang ia mampu push up hanya dengan satu jari, entah apa yang akan dikatakan orang tuanya jika mereka melihat perubahan fisik Azka.
Ketika sedang berlatih di dalam kamarnya, orang suruhan Kakak Azka datang.
Tok! Tok!
Suara ketukan pintu.
"Masuk"
Teriak Azka sambil ia berdiri dan merapihkan pakaiannya.
Tidak lama para pengetuk pintu itu masuk dan berdiri di dekat pintu untuk menghormati Azka.
"Tuan Muda Azka, kami adalah orang suruhan dari Boss Zen"
Boss Zen adalah nama asli dari Kakak Azka.
"Oh iya, Kakak sudah memberitahukannya kepadaku"
Setelah berbincang sebentar dan Azka memakai pakaian ayng sesuai, mereka lalu bersama dengan Azka segera keluar dari kamar dan berjalan menuju loby rumah sakit.
Di loby sudah ada beberapa pengawal yang menunggu kedatangan mereka beserta dua mobil mewah. Hal ini membuat beberapa orang yang berada di tempat itu saling bergosip. Mereka ingin tau siapa orang yang mendapatkan pengawalan VIP seperti itu. Bahkan Azka begitu kaget melihatnya.
"Tuan Muda, silahkan menaiki mobil ini bersama kami"
Jawab para pengawal tersebut.
"Baik"
Jawab Azka. Sebelum menaiki mobil, sekilas ia menatap rumah sakit dan berharap untuk tidak pernah kembali lagi.
'Jangan sampai aku ke rumah sakit ini lagi, aku harus tetap sehat'
Batin Azka.
Tidak lama, rombongan mobil Azka segera pergi meninggalkan rumah sakit tersebut. Seketika rumah sakit itu kembali ramai.
"Bukankah itu Azka teman sekolah kita"
Dari salah satu sudut loby rumah sakit, ada dua orang yang diam-diam ikut mengamati tamu VIP tersebut. Mereka tidak menyangka bahwa rombongan itu datang hanya untuk menjemput Azka.
"Iya benar, sekilas memang aku melihat itu Azka. Hanya saja fisiknya agak sedikit berubah"
Jawab temannya yang lain.
"Kamu benar Archelia, itu pasti Azka. Tapi bukankah ia adalah anak dari desa, apa hubungan dia dengan kelompok tadi. Kalau tidak salah, itu adalah rombongan dari Bangsawan Silver Fairy yang berasal dari Britania"
"Hmm.. mencurigakan, nanti kita harus menanyainya di sekolah"
Kedua orang itu lalu segera pergi dari tempat tersebut. Azka benar-benar tidak sadar bahwa ada dua orang temannya yang sempat memperhatikan dirinya. Kedua teman Azka ini termasuk keturunan bangsawan di negeri ini, namun status mereka lebih rendah dibawah Bangsawan Silver Fairy
>>>
Sepanjang perjalanan, Azka hanya duduk diam di dalam mobil. Para pengawal juga tidak ada yang berani membuka obrolan kepada Azka.
Rombongan itu melaju cepat menuju kediaman Kakak angkat Azka yaitu Rumah Tuan Zen.Ketika mulai memasuki wilayah Silver Fairy, sudah mulai terlihat banyak penjaga berseragam yang semuanya dilengkapi senjata super.
Selama perjalanan, Azka diam-diam mengagumi komplek perumahan ini. Dari depan mereka memasuki sebuah gerbang yang sangat besar dengan para penjaga yang terlihat begitu sigap. Setelah mobil Azka melewati pos pemeriksaan, rombongan kendaraan itu segera melaju kebagian dalam.
Tidak lama mobil berhenti di loby sebuah rumah yang sangat besar. Di loby tersebut terlihat Kakak Azka, Feyna, serta seorang wanita yang Azka yakin wanita itu adalah ibu dari Feyna.
Setelah pintu dibukakan oleh seorang pengawal, Azka segera keluar dari mobil tersebut dan segera disambut oleh Tuan Zen.
"Welcome Azkaa, My Brother. Hahaha"
Kakak Azka begitu senang melihat kehadiran Azka di hadapannya. Begitu juga dengan Feyna yang langsung bersalaman dengan Azka.
"Azka, kenalkan ini istriku. Mama dari Feyna"
Wanita yang tersenyum itu segera bersalaman dengan Azka.
"Alice"
"Azka"
Jawab mereka berbarengan.
Setelah berkenalan singkat, Tuan Zen lalu berkata kembali.
"Ayo Azka, mari masuk"
Kemudian ia mengajak Azka untuk memasuki kediamannya bersama keluarganya.
Mereka berjalan bersama sampai tiba di ruang tamu yang terlihat begitu indah dan mewah. Azka dapat melihat rumah ini begitu indah dengan banyaknya lukisan dan ornamen di setiap dinding. Belum lagi beberapa pajangan dan hiasan yang ada di setiap sudut rumah. Selama hidupnya, baru kali ini ia memasuki kediaman yang begitu mewah seperti ini.
"Azka, Btw kamu terlihat agak berbeda. Tubuhmu sepertinya lebih berisi"
Kata Tuan Zen kepada Azka sambil mereka berjalan bersama.
"Hehehe.. Biasa saja, mungkin Kakak selama ini kurang memperhatikannya"
Jawab Azka sambil tersenyum.
"Hmm.. mungkin ya"
Sementara, Feyna dan Mamahnya hanya berjalan mengikuti Azka dan Zen.
Hingga akhirnya mereka tiba di ruang makan keluarga dengan berbagai macam hidangan yang tersedia lengkap di meja makan. Ada empat sudut di tempat ini, dimana disetiap sudutnya ada pelayan yang berdiri. Para pelayan ini memiliki tugas untuk selalu melayani para tamu VIP yang diundang oleh keluarga.
"Adik mari silahkan duduk, kita makan bersama"
Setelah Tuan Zen berkata, Azka lalu duduk di tempat yang telah disediakan, dimana ia duduk disebelah Feyna. Kini Feyna terlihat selalu tersenyum. Ia begitu senang bahwa kini ia sudah bisa berjalan lagi.
"Bagaimana dengan kakimu"
Kata Azka memulai obrolan ringan dengan Feyna.
"Karena kebaikan hatimu, kini aku bisa berjalan kembali"
Jawab Feyna sambil tersenyum, memperlihatkan giginya yang putih bersih.
'Ah sial, kenapa gadis ini senyumnya begitu menawan' Batin Azka.
Kemudian mereka semua memulai makan bersama. Azka juga begitu menyukai makanan yang ada di meja makan tersebut. Baru kali ini memakan makanan yang rasanya begitu nikmat, kadang ia makan sambil memikirkan keluarganya yang berada di desa. Ia sekarang dapat makan enak, apakah orang tua dan adiknya sudah makan atau belum. Hatinya begitu sakit memikirkan hal ini, ia bertekad bahwa ia akan menjadi orang yang sukses di masa depan.
Setelah makan, Tuan Zen mengajak mereka semua untuk berjalan menuju ruangan khusus. Ruangan ini dikelilingi oleh kaca yang tidak terlihat dari luar tapi bagi yang berada di dalam dapat melihat jelas ke arah luar. Kaca ini juga anti peluru dan kedap suara, sehingga orang-orang yang berada di dalam terjaga privasinya.
Ada kaca besar yang memperlihatkan pemandangan laut yang indah, sementara kaca yang lain memperihatkan keindahan hutan yang lebat.
Diam-diam Azka memperhatikan keindahan teknologi ini.
"Bagaimana Azka, apa kamu ingin mengganti suasana pemandangan"
Tanya Tuan Zen kepada Azka.
"Ah, tidak apa-apa. Pemandangan ini saja sudah indah menurutku"
Jawab Azka malu-malu.
Mendengar perkataan Azka membuat semuanya kembali tersenyum, kemudian Tuan Zen mulai berbicara serius kepada Azka.
"Azka, saya disini mewakili keluarga benar-benar mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas budi baikmu kepada kami. Sebelumnya di tempat kerja kamu menyelamatkan nyawaku dan beberapa hari yang lalu kamu juga telah berhasil membaut anakku berjalan kembali"
Setelah itu Tuan Zen diam sejenak dan melihat ekspresi wajah Azka.
Azka tidak tau, bahwa Kakak angkatnya ini sebenarnya anak dari pemilik raksasa perusahaan yang menaungi banyak industri. Azka hanya tau bahwa Kakak angkatnya ini bos dari tempatnya bekerja di konstruksi.
"Sebagai balasan atas budi baikmu, aku dan keluarga besarku ingin memberikan sesuatu kepadamu. Tolong jangan berfikiran yang macam-macam, kami hanya ingin membalas derma baik yang kamu berikan, terutama untuk anakku"
Setelah berkata, Tuan Zen melirik Feyna sebagai isyarat untuk membawakannya sesuatu. Melihat isyarat dari ayahnya, Feyna lalu berjalan mengambil sebuah map besar dan memberikannya kepada Azka.
"Apa ini Kakak"
Tanya Azka bingung.
"Lihatlah sendiri"
Kata Tuan Zen.
Hal ini membuat Azka penasaran, ia lalu membuka map besar tersebut. Seketika ia shock melihat isinya.