Rumah Tuan Zen

1469 Words
Document yang diterima Azka berisikan sertifikat kepemilikan sebuat rumah mewah di kawasan elit Jakarta. Juga ia menerima sebuah kartu berwarna hitam yang bertuliskan Starry Corp. Semua orang makhluk di dunia ini tau Starry Corp, karena itu merupakan perusahaan besar yang bergerak di bidang keuangan dan berlaku diseluruh dunia. Starry Corp, didirikan oleh suatu organisasi yang terdiri dari 7 Raja atau dunia menyebutnya Seven King’s. Tidak ada satupun makhluk didunia ini yang berani macam-macam terhadap grup bisnis ini, karena pasti akan hilang dari dunia ini. Untuk itu, keamanan data setiap peserta atau nasabahnya terjamin. Azka yang hidup di desa pedalamannya saja tau tentang perusahaan ini, apalagi mereka yang hidup dikota. Tingkatan kartu di Starry Corp berbeda-beda. Dari warna biru, silver, gold dan terakhir hitam. Khusus kartu hitam hanya dimiliki oleh mereka yang memiliki saldo bernilai fantastis. Kebanyakan mereka yang memilikinya adalah golongan bangsawan.  Azka sedikit mengetahui bahwa kartu berwarna hitam ini adalah kartu yang sangat mahal. Orang kismin seperti dirinya tidak akan pernah kepikiran untuk dapat memilikinya. Untuk menyentuhnya saja ia tidak akan pernah berani. "Kakak, ini.." Azka berkata pelan kepada Tuan Zen. "Ambillah kartu itu, jika kamu tidak mengambilnya maka aku akan sangat kecewa padamu" Jawab Tuan Zen. Azka yang mendengar perkataan Tuan Zen hanya bisa diam tanpa bisa membalas perkataannya. "Terima kasih Kakak" Jawab Aran sopan. "Tidak perlu sungkan, kita ini adalah saudara" Azka juga bertanya terkait kertas-kertas tebal didalam map yang bertuliskan sertifikat rumah. Tanpa ragu, Tuan Zen berkata bahwa itu adalah sertifikat kepemilikan rumah mewah yang berada di komplek perumahan elit.  Hal ini membuat Azka shock mendengarnya. Hidup bertahun-tahun dalam kemiskinan, kini ia mendapatkan sebuah rumah. Ia hanya bisa bersyukur kepada Tuhan yang mempertemukannya dengan Tuan Zen yang berbudi luhur. Setelah pembicaraan sebentar mereka diruang tamu,Tuan Zen lalu mengajak Azka untuk berjalan-jalan ke halaman belakang. Karena ia ingin memberitahu sesuatu kepada Azka. Di halaman belakang terdapat pondok di tengah danau kecil buatan. Villa Tuan Zen ini sangatlah besar, kurang lebih sebesar lapangan bola.  Pondok ditengah danau ini adalah tempat kesukaan Tuan Zen untuk menerima tamu VIP atau untuk menenangkan dirinya. Karena ditempat ini memiliki banyak sekali aura positif yang berasal dari batu-batu Kristal galaxy yang berada di dasar danau. "Azka, kamu pasti tau bahwa dunia sudah mulai berubah. Banyak buku-buku sejarah yang telah menceritakan keadaan dunia kita ini. Dari perang besar hingga invasi makhluk dunia lain, tanpa bantuan para prajurit galaxy, dunia kita ini pasti akan hancur" Sementara Tuan Zen berbicara, Azka terus mendengarkannya dengan serius. "Mungkin kamu tidak tau bahwa didunia ini ada portal dimensi ke dunia lain. Dimana didunia itu terdapat banyak sumber daya yang dapat membantu dunia kita menjadi lebih baik. Banyak orang yang berjuang untuk dapat memperoleh kekayaan di dunia itu" “Dimensi dunia lain?” Azka langsung bertanya kepada Tuan Zen, karena ia bingung dengan adanya dunia lain ini. “Iya, dunia diluar bumi. Tapi jangan harap disana ada kedamaian, disana banyak sekali makhluk seperti hewan, monster dan makhluk lainnya yang sangat buas. Setiap tahunnya dari setiap wilayah akan mengirimkan perwakilan 100 orang, dari jumlah itu kemungkinan yang berhasil hanyalah 20%. Sisanya mati. Bahkan pernah ada dari 100 orang itu semuanya mati tidak ada yang selamat” “Kami para bangsawan memiliki kuota khusus untuk masuk ke tempat itu, tapi tetap saja keselamatan setiap individu ada di tangan mereka sendiri” Setelah itu, Tuan Zen melirik Azka “Sekarang aku ingin kamu mewakilkan keluargaku untuk masuk ke tempat itu. Apakah kamu berminat?” Azka yang mendengar hal itu hanya diam menatap Tuan Zen, tapi di dalam hatinya ia juga penasaran akan dunia tersebut. “Jika aku ikut, bagaimana dengan sekolahku?” Biar bagaimanapun Azka tetap mengutamakan pendidikannya. Ia tidak ingin menjadi orang yang tidak berguna nantinya, sekolah demi masa depan dirinya dan keluarga. “Hal itu tidak perlu kamu pikirkan, aku akan mengurus semuanya. Tapi asal kamu tau waktu didunia itu berbeda jauh dengan dunia ini. Satu hari disana sama dengan tiga puluh hari di bumi” Mendengar jawaban Tuan Zen, Azka jadi semakin yakin untuk masuk ke dunia tersebut. Azka memang sangat menyukai petualangan, apalagi itu adalah dunia baru. “Baiklah aku mau” Jawab Azka yakin, ia tidak ingin melepaskan kesempatan ini. Ia yakin bahwa ia pasti bisa menjadi orang yang berhasil di dimensi tersebut. “Hahaha, bagus. Aku tau kamu pasti akan tertarik, seminggu dari sekarang kita berangkat bersama” Setelah itu mereka mengobrol sebentar tentang banyak hal. “Kakak, hari susah semakin larut, aku ingin mengobati kembali Feyna” Perkataan Azka ini mengingatkan Tuan Zen kepada anak gadisnya. Ia sampai lupa bahwa anak gadis masih dalam perawatan Azka. “Ah maaf, aku sampai lupa seperti ini. Ayo kita segera kembali ke dalam” Tuan Zen dan Azka berjalan bersama ke dalam rumah. Mereka berdua langsung menemui Feyna yang sedang duduk di ruang tamu bersama Nyonya Zen. “Feyna, maafkan Ayah. Ayah sampai lupa kalau kamu masih membutuhkan perawatan dari Azka” Tuan Zen sampai merasa malu kepada anaknya sendiri, ia sudah merasa bahwa Feyna anaknya ini sudah bukan anak yang sedang sakit. Karena semenjak perawatan yang diberikan oleh Azka, tubuh Feyna terlihat lebih sehat. Feyna hanya tersenyum mendengarnya “Tidak apa-apa Ayah, selama ada Azka disini aku akan selalu merasa sehat” Sebelumnya Feyna adalah gadis yang sangat pendiam, tapi semenjak Azka merawat penyakitnya. Ia perlahan-lahan berubah menjadi gadis yang selalu tersenyum. “Baiklah Azka, sekarang kamu boleh melanjutkan pengobatan untuk Feyna. Kamu ingin disini saja atau di tempat lain” Berkata Tuan Zen kepada Azka. “Disini saja tidak apa-apa, mari kita lakukan sekarang” Azka lalu meminta Feyna untuk duduk bersila dengan rileks, sementara Azka duduk bersila dibelakang Feyna. Dengan gerakan tangannya ia lalu menempelkan kedua telapak tangannya ke tubuh Feyna. Ia tidak lagi melakukan totokan, karena ia akan langsung mentransfer energy yang ia miliki ke tubuh Feyna. Semenjak system memberinya kekuatan, ia dapat mengendalikan dan menyerap energy alam. Azka mengarahkan energy ini untuk memperbaiki sel-sel rusak di tubuh Feyna dan membunuh semua kanker yang menyebar didalam tubuh Feyna. Dengan bantuan kitab kuno didalam dirinya ia dapat dengan mudah melakukan semua itu. Sudah satu jam Azka terus menyalurkan energy murni yang dimilikinya ke dalam tubuh Feyna. Tubuh Feyna mulai mengeluarkan asap putih dan keringat berwarna hitam yang sangat bau. Hal ini membuat Feyna merasa malu, karena ia sendiri dapat mencium bau tersebut. Ia malu karena ia kini berada di dekat seorang pemuda. *Host, energy murni tubuhmu akan segera habis. Segera hentikan semua kegiatan yang menyebabkan energy ini habis. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan jiwa host* Sistem didalam tubuh Azka memperingatkan Azka. Azka yang mendengar ini juga tau bahwa ia mulai merasakan sakit didalam jiwanya. Untuk itu akhirnya ia berhenti menyalurkan energy miliknya. “Feyna, untuk hari ini sudah cukup. Selanjutnya aku akan memberikan resep obat untuk kamu minum setiap harinya” Azka lalu berdiri bersama Feyna. Tapi setelah berdiri Feyna langsung berlari menuju kamar mandi. Karena ia malu akan bau pada tubuhnya ini. Nyonya Zen yang melihat putrinya berlari seger mengikutinya. Sambil sebelumnya pamit kepada suaminya dan Azka. Azka yang melihatnya hanya tersenyum dan langsung berbicara kepada Tuan Zen. “Kakak, kedepannya Feyna cukup meminum obat yang akan saya resepkan. Boleh saya meminta pulpen dan kertas” “Baik, tunggu sebentar” Tuan Zen lalu berjalan mengambil kertas dan pulpen. Setelah mendapatkannya, ia segera memberikannya kepada Azka. “Ini” Azka yang menerimanya segera menulis resep obat beserta cara mengolah obat tersebut. “Ini Kakak, ikuti intruksi ini jangan ada yang terlewat” Tuan Zen yang menerima kertas itu langsung memegangnya dengan hati-hati, karena obat itu adalah obat penyembuh untuk anaknya. Sampai detik ini pun ia tidak menyangka bahwa orang yang bisa menyembuhkan penyakit anaknya adalah orang yang selama ini ada didekatnya. Pemuda yang bekerja sebagai kuli proyek di tempatnya bekerja. Entah berapa dokter yang ia temui untuk penyakit anaknya ini. Meski pengobatan di dunia ini sudah sangat maju, tapi penyakit yang diderita anaknya ini adalah penyakit yang belum pernah ada. Sel-sel kanker yang bisa bermutasi berkali-kali meski sudah dihancurkan dengan sinar ultra dari kedokteran galaxy. Tuan Zen sangat bersyukur bisa dipertemukan oleh Azka. Untuk itu ia tidak akan ragu untuk membalas kebaikan Azka ini dengan cara apapun bahkan jika harus memberikan seluruh kekayaannya. Setelah itu Azka dan Tuan Zen berjalan bersama kembali keluar rumah, mereka berjalan-jalan di taman rumah sambil mengobrol banyak hal. Terutama pembicaraan tentang hidup Feyna selama ini. Tanpa terasa hari sudah sangat malam dan akhirnya Azka memutuskan untuk pulang. Tuan Zen segera menyuruh pengawalnya untuk mengantar Azka pulang dan membantu Azka untuk pindah ke rumah barunya. “Tom, jaga Azka. Aku percayakan dia padamu” Kata Tuan Zen memberi perintah kepada salah satu orang kepercayaannya. “Siap Tuan” Setelah itu Azka berpamitan kepada Tuan Zen, Nyonya Zen & Feyna. Sebenarnya Feyna ingin berbicara banyak pada Azka tapi melihat hari sudah larut ia mengurungkan niatnya.   "See u next chapter" bye bye
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD