Mataku terbuka, aku berusaha mengenali tempat yang ada di sekitarku. Sepertinya, ini adalah ruangan rumah sakit, tapi mengapa aku bisa sampai disini? Sekuat tenaga aku berusaha mengingat apa yang terjadi padaku, tapi tak sedikitpun aku bisa mengingatkan meski hanya secuil tentang kejadian itu. Terlihat jelas, ayah berada di sofa tunggu. Beliau nampak lelah, sementara Alfi duduk di samping beliau sembari memainkan ponselnya. Tiba-tiba dua orang masuk ke dalam ruangan, aku tersenyum ketika pria itu datang. "Mas ...." Lirih aku memanggilnya, hingga semua orang menatap ke arahku dan segera berlari mendekat termasuk Mas Irwan dan satu pria yang nampak tak asing bagiku. "Kamu sudah sadar Sayang?" ucap pria yang datang bersama Mas Irwan. Aku mengerutkan kening, pria itu berusaha memelukku

